alexametrics
23.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Akhirnya, Terdakwa Bogem Divonis Bersalah

Putusan Lebih Ringan ketimbang Tuntutan Jaksa

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Terdakwa korupsi BUMD PT Bondowoso Gemilang (PTBG), Rudy Hartoyo, dinyatakan bersalah oleh majelis hakim. Vonis itu dibacakan dalam sidang pembacaan putusan di ruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di Sidoarjo, kemarin. Terdakwa mendapat vonis lebih ringan daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso.

Rudy, yang menjalani persidangan secara daring melalui Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bondowoso, mendengarkan Ketua Majelis Hakim Tongani membacakan putusan. Terdakwa asal Jember itu divonis lima tahun penjara dengan denda Rp 50 juta subsider kurungan tiga bulan.

Dirinya terbukti bersalah dengan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). Putusan dari majelis hakim lebih ringan satu tahun dibanding tuntutan. Sebab, JPU menuntut Rudy dengan tuntutan enam tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider enam bulan kurungan penjara.

Mobile_AP_Rectangle 2

Setelah pembacaan putusan, kedua belah pihak, baik JPU maupun tim penasihat hukum Rudy yang diwakili Dedi Rahman, belum menentukan sikap pasti. Mereka menyatakan pikir-pikir selama tujuh hari ke depan.

Dalam pertimbangan majelis hakim, Rudy memang terbukti tidak memperkaya diri sendiri dan tidak mengambil satu rupiah pun. Namun, terdakwa bersalah karena nyatanya pengadaan kopi dari PTBG dilakukan tanpa prosedur dan kualitas kopinya tidak sesuai.

Dihubungi via sambungan telepon, Dedi Rahman menegaskan bahwa tim penasihat masih akan mempelajari salinan putusannya lebih lanjut nanti. “Kami belum baca putusannya penuh. Harus kami pelajari dulu dan ambil sikap. Juga berkonsultasi dengan klien,” bebernya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Terdakwa korupsi BUMD PT Bondowoso Gemilang (PTBG), Rudy Hartoyo, dinyatakan bersalah oleh majelis hakim. Vonis itu dibacakan dalam sidang pembacaan putusan di ruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di Sidoarjo, kemarin. Terdakwa mendapat vonis lebih ringan daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso.

Rudy, yang menjalani persidangan secara daring melalui Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bondowoso, mendengarkan Ketua Majelis Hakim Tongani membacakan putusan. Terdakwa asal Jember itu divonis lima tahun penjara dengan denda Rp 50 juta subsider kurungan tiga bulan.

Dirinya terbukti bersalah dengan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). Putusan dari majelis hakim lebih ringan satu tahun dibanding tuntutan. Sebab, JPU menuntut Rudy dengan tuntutan enam tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider enam bulan kurungan penjara.

Setelah pembacaan putusan, kedua belah pihak, baik JPU maupun tim penasihat hukum Rudy yang diwakili Dedi Rahman, belum menentukan sikap pasti. Mereka menyatakan pikir-pikir selama tujuh hari ke depan.

Dalam pertimbangan majelis hakim, Rudy memang terbukti tidak memperkaya diri sendiri dan tidak mengambil satu rupiah pun. Namun, terdakwa bersalah karena nyatanya pengadaan kopi dari PTBG dilakukan tanpa prosedur dan kualitas kopinya tidak sesuai.

Dihubungi via sambungan telepon, Dedi Rahman menegaskan bahwa tim penasihat masih akan mempelajari salinan putusannya lebih lanjut nanti. “Kami belum baca putusannya penuh. Harus kami pelajari dulu dan ambil sikap. Juga berkonsultasi dengan klien,” bebernya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Terdakwa korupsi BUMD PT Bondowoso Gemilang (PTBG), Rudy Hartoyo, dinyatakan bersalah oleh majelis hakim. Vonis itu dibacakan dalam sidang pembacaan putusan di ruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di Sidoarjo, kemarin. Terdakwa mendapat vonis lebih ringan daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso.

Rudy, yang menjalani persidangan secara daring melalui Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bondowoso, mendengarkan Ketua Majelis Hakim Tongani membacakan putusan. Terdakwa asal Jember itu divonis lima tahun penjara dengan denda Rp 50 juta subsider kurungan tiga bulan.

Dirinya terbukti bersalah dengan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). Putusan dari majelis hakim lebih ringan satu tahun dibanding tuntutan. Sebab, JPU menuntut Rudy dengan tuntutan enam tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider enam bulan kurungan penjara.

Setelah pembacaan putusan, kedua belah pihak, baik JPU maupun tim penasihat hukum Rudy yang diwakili Dedi Rahman, belum menentukan sikap pasti. Mereka menyatakan pikir-pikir selama tujuh hari ke depan.

Dalam pertimbangan majelis hakim, Rudy memang terbukti tidak memperkaya diri sendiri dan tidak mengambil satu rupiah pun. Namun, terdakwa bersalah karena nyatanya pengadaan kopi dari PTBG dilakukan tanpa prosedur dan kualitas kopinya tidak sesuai.

Dihubungi via sambungan telepon, Dedi Rahman menegaskan bahwa tim penasihat masih akan mempelajari salinan putusannya lebih lanjut nanti. “Kami belum baca putusannya penuh. Harus kami pelajari dulu dan ambil sikap. Juga berkonsultasi dengan klien,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/