alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Siapa Pelaku Penebangan Liar?

Penyebab Hutan Gundul Masih Belum Diusut

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Banjir Bandang yang kembali melanda kawasan Ijen kemarin betul-betul lebih parah dari sebelumnya. Sebanyak 316 kepala keluarga kembali terdampak. Banjir ini harus menjadi catatan pemerintah, sebab sudah kedua kalinya. Pasca banjir pertama yang terjadi 29 Januari 2020, Forum Reboisasi Bondowoso menemukan fakta mencengangkan. Ada potongan pohon besar yang sengaja ditumbangkan.

Satria Trisapta Anri dari Forum Reboisasi mengatakan, pihaknya heran melihat pohon gelondongan di jalur hulu sungai. Tepatnya saat pihaknya mendaki usai ada bencana banjir bandang pertama. Dari beberapa bekas potongan, ada yang memakai gergaji mesik dan ada yang memakai kapak. “Saya pastikan ada yang dipotong memakai mesin,” jelasnya.

Jika melihat dari asal pohon, itu berasal dari Gunung Suket. Artinya jelas-jelas ada perusakan hutan. Ironisnya ada banyak tanaman kentang dan kubis diatas. Yang menjadi pertanyaan, ketika pohon besar ditebang, bagaimana tanahnya bisa menahan air saat hujan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kenyataan itu membuat Forum Reboisasi Bondowoso marah besar. Memang usai banjir bandang pertama, forum ini bersama TNI, Polri dan Pemkab, telah melakukan reboisasi besar-besaran. Namun ketika nasi sudah menjadi bubur, maka akan sulit. Artinya kondisinya sudah kadung buruk di atas gunung. Sehingga tidak bisa menahan air berkapasitas besar.

Dijelaskan, saat pihaknya melakukan penghijauan, banyak lahan milik perhutani yang sengaja ditanami kentang dan kubis. Forum Reboisasi heran, kenapa bisa ada tanaman kentang dan kubis di lahan perhutani.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Banjir Bandang yang kembali melanda kawasan Ijen kemarin betul-betul lebih parah dari sebelumnya. Sebanyak 316 kepala keluarga kembali terdampak. Banjir ini harus menjadi catatan pemerintah, sebab sudah kedua kalinya. Pasca banjir pertama yang terjadi 29 Januari 2020, Forum Reboisasi Bondowoso menemukan fakta mencengangkan. Ada potongan pohon besar yang sengaja ditumbangkan.

Satria Trisapta Anri dari Forum Reboisasi mengatakan, pihaknya heran melihat pohon gelondongan di jalur hulu sungai. Tepatnya saat pihaknya mendaki usai ada bencana banjir bandang pertama. Dari beberapa bekas potongan, ada yang memakai gergaji mesik dan ada yang memakai kapak. “Saya pastikan ada yang dipotong memakai mesin,” jelasnya.

Jika melihat dari asal pohon, itu berasal dari Gunung Suket. Artinya jelas-jelas ada perusakan hutan. Ironisnya ada banyak tanaman kentang dan kubis diatas. Yang menjadi pertanyaan, ketika pohon besar ditebang, bagaimana tanahnya bisa menahan air saat hujan.

Kenyataan itu membuat Forum Reboisasi Bondowoso marah besar. Memang usai banjir bandang pertama, forum ini bersama TNI, Polri dan Pemkab, telah melakukan reboisasi besar-besaran. Namun ketika nasi sudah menjadi bubur, maka akan sulit. Artinya kondisinya sudah kadung buruk di atas gunung. Sehingga tidak bisa menahan air berkapasitas besar.

Dijelaskan, saat pihaknya melakukan penghijauan, banyak lahan milik perhutani yang sengaja ditanami kentang dan kubis. Forum Reboisasi heran, kenapa bisa ada tanaman kentang dan kubis di lahan perhutani.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Banjir Bandang yang kembali melanda kawasan Ijen kemarin betul-betul lebih parah dari sebelumnya. Sebanyak 316 kepala keluarga kembali terdampak. Banjir ini harus menjadi catatan pemerintah, sebab sudah kedua kalinya. Pasca banjir pertama yang terjadi 29 Januari 2020, Forum Reboisasi Bondowoso menemukan fakta mencengangkan. Ada potongan pohon besar yang sengaja ditumbangkan.

Satria Trisapta Anri dari Forum Reboisasi mengatakan, pihaknya heran melihat pohon gelondongan di jalur hulu sungai. Tepatnya saat pihaknya mendaki usai ada bencana banjir bandang pertama. Dari beberapa bekas potongan, ada yang memakai gergaji mesik dan ada yang memakai kapak. “Saya pastikan ada yang dipotong memakai mesin,” jelasnya.

Jika melihat dari asal pohon, itu berasal dari Gunung Suket. Artinya jelas-jelas ada perusakan hutan. Ironisnya ada banyak tanaman kentang dan kubis diatas. Yang menjadi pertanyaan, ketika pohon besar ditebang, bagaimana tanahnya bisa menahan air saat hujan.

Kenyataan itu membuat Forum Reboisasi Bondowoso marah besar. Memang usai banjir bandang pertama, forum ini bersama TNI, Polri dan Pemkab, telah melakukan reboisasi besar-besaran. Namun ketika nasi sudah menjadi bubur, maka akan sulit. Artinya kondisinya sudah kadung buruk di atas gunung. Sehingga tidak bisa menahan air berkapasitas besar.

Dijelaskan, saat pihaknya melakukan penghijauan, banyak lahan milik perhutani yang sengaja ditanami kentang dan kubis. Forum Reboisasi heran, kenapa bisa ada tanaman kentang dan kubis di lahan perhutani.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/