alexametrics
32 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Sudah Dibuka Lagi

Masa Pandemi Jumlah Pengunjung Turun Drastis

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID –  Sejak awal pekan kemarin, Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bondowoso sudah dibuka kembali. Hal itu setelah ditutup karena pandemi Covid-19. Rekapitulasi pengunjung selama pandemi menunjukkan jumlah kunjungan turun drastis. Pada 2019 kunjungan mencapai 154 ribu pengunjung, namun pada 2020 hanya 53 ribu.

Alun Taufana Sulistiyadi, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bondowoso, mengatakan, jumlah pengunjung saat pandemi sangat jauh berbeda. Sebab, sekolah dilaksanakan secara daring. Sementara, biasanya pengunjung perpustakaan didominasi para siswa. Bahkan, dari seluruh kunjungan, 83 persen di antaranya didominasi oleh siswa. “Begitu  korona, siswa kan di rumah. Jadi, yang biasanya ada kunjungan rutin dari sekolah akhirnya gak ada,” ujarnya.

Sebelum adanya pandemi, biasanya ada kunjungan wajib dari sekolah. Mulai tingkat SD hingga SMA. Berbagai lembaga sekolah yang ada secara bergantian dan sesuai jadwal mengunjungi tempat tersebut. Sehingga, bisa dipastikan setiap hari terdapat ratusan pengunjung.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, biasanya ada juga perpustakaan keliling yang menyasar sekolah-sekolah. Langkah ini untuk memanjangkan jangkauan perpusda. Selain mobil keliling, juga ada perpustakaan perwakilan yang terdapat di berbagai kecamatan. “Itu kepanjangan tangan kami di kecamatan supaya lebih merata dan mampu mengakomodasi masyarakat yang memiliki minat baca,” imbuhnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID –  Sejak awal pekan kemarin, Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bondowoso sudah dibuka kembali. Hal itu setelah ditutup karena pandemi Covid-19. Rekapitulasi pengunjung selama pandemi menunjukkan jumlah kunjungan turun drastis. Pada 2019 kunjungan mencapai 154 ribu pengunjung, namun pada 2020 hanya 53 ribu.

Alun Taufana Sulistiyadi, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bondowoso, mengatakan, jumlah pengunjung saat pandemi sangat jauh berbeda. Sebab, sekolah dilaksanakan secara daring. Sementara, biasanya pengunjung perpustakaan didominasi para siswa. Bahkan, dari seluruh kunjungan, 83 persen di antaranya didominasi oleh siswa. “Begitu  korona, siswa kan di rumah. Jadi, yang biasanya ada kunjungan rutin dari sekolah akhirnya gak ada,” ujarnya.

Sebelum adanya pandemi, biasanya ada kunjungan wajib dari sekolah. Mulai tingkat SD hingga SMA. Berbagai lembaga sekolah yang ada secara bergantian dan sesuai jadwal mengunjungi tempat tersebut. Sehingga, bisa dipastikan setiap hari terdapat ratusan pengunjung.

Selain itu, biasanya ada juga perpustakaan keliling yang menyasar sekolah-sekolah. Langkah ini untuk memanjangkan jangkauan perpusda. Selain mobil keliling, juga ada perpustakaan perwakilan yang terdapat di berbagai kecamatan. “Itu kepanjangan tangan kami di kecamatan supaya lebih merata dan mampu mengakomodasi masyarakat yang memiliki minat baca,” imbuhnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID –  Sejak awal pekan kemarin, Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bondowoso sudah dibuka kembali. Hal itu setelah ditutup karena pandemi Covid-19. Rekapitulasi pengunjung selama pandemi menunjukkan jumlah kunjungan turun drastis. Pada 2019 kunjungan mencapai 154 ribu pengunjung, namun pada 2020 hanya 53 ribu.

Alun Taufana Sulistiyadi, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bondowoso, mengatakan, jumlah pengunjung saat pandemi sangat jauh berbeda. Sebab, sekolah dilaksanakan secara daring. Sementara, biasanya pengunjung perpustakaan didominasi para siswa. Bahkan, dari seluruh kunjungan, 83 persen di antaranya didominasi oleh siswa. “Begitu  korona, siswa kan di rumah. Jadi, yang biasanya ada kunjungan rutin dari sekolah akhirnya gak ada,” ujarnya.

Sebelum adanya pandemi, biasanya ada kunjungan wajib dari sekolah. Mulai tingkat SD hingga SMA. Berbagai lembaga sekolah yang ada secara bergantian dan sesuai jadwal mengunjungi tempat tersebut. Sehingga, bisa dipastikan setiap hari terdapat ratusan pengunjung.

Selain itu, biasanya ada juga perpustakaan keliling yang menyasar sekolah-sekolah. Langkah ini untuk memanjangkan jangkauan perpusda. Selain mobil keliling, juga ada perpustakaan perwakilan yang terdapat di berbagai kecamatan. “Itu kepanjangan tangan kami di kecamatan supaya lebih merata dan mampu mengakomodasi masyarakat yang memiliki minat baca,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/