alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Pria Penolak Pemakaman Juga Terpapar

Setelah Tes Rapid Antigen

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Berita yang sempat menjadi geger penolakan pemakaman Covid-19 beberapa hari lalu berlanjut. Ternyata, pemuda yang menolak pemakaman Covid-19 untuk sang ibundanya kini dinyatakan positif terpapar virus korona.

Kepastian itu setelah pria yang berinisial S itu menjalani rapid antigen. Hasilnya dinyatakan positif. Menurut Mohammad Imron, Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, saat ini yang bersangkutan sudah diisolasi dan akan menjalani tes swab PCR guna memastikan kembali terpapar Covid-19 atau tidak. “Sumber penularan belum diketahui secara pasti. Bisa jadi tertular ibunya,” kata Imron.

Pihaknya telah melakukan pelacakan kontak (contact tracing) kepada keluarga dan orang-orang yang melakukan kontak erat dengan S.  “Itu dilakukan agar penularan Covid-19 tak semakin meluas. Terakhir, kami melakukan tracing pada Jumat kemarin. Kami akan terus melakukan tracing,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat Bondowoso, ketika ada anggota keluarga yang meninggal dan hasil diagnosis dokter dinyatakan positif Covid-19, untuk tidak menolak proses pemakaman. “Sebab, sesuai regulasinya, jenazah pasien Covid-19 harus dimakamkan dengan protokol yang sudah ditentukan,” jelasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Berita yang sempat menjadi geger penolakan pemakaman Covid-19 beberapa hari lalu berlanjut. Ternyata, pemuda yang menolak pemakaman Covid-19 untuk sang ibundanya kini dinyatakan positif terpapar virus korona.

Kepastian itu setelah pria yang berinisial S itu menjalani rapid antigen. Hasilnya dinyatakan positif. Menurut Mohammad Imron, Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, saat ini yang bersangkutan sudah diisolasi dan akan menjalani tes swab PCR guna memastikan kembali terpapar Covid-19 atau tidak. “Sumber penularan belum diketahui secara pasti. Bisa jadi tertular ibunya,” kata Imron.

Pihaknya telah melakukan pelacakan kontak (contact tracing) kepada keluarga dan orang-orang yang melakukan kontak erat dengan S.  “Itu dilakukan agar penularan Covid-19 tak semakin meluas. Terakhir, kami melakukan tracing pada Jumat kemarin. Kami akan terus melakukan tracing,” jelasnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat Bondowoso, ketika ada anggota keluarga yang meninggal dan hasil diagnosis dokter dinyatakan positif Covid-19, untuk tidak menolak proses pemakaman. “Sebab, sesuai regulasinya, jenazah pasien Covid-19 harus dimakamkan dengan protokol yang sudah ditentukan,” jelasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Berita yang sempat menjadi geger penolakan pemakaman Covid-19 beberapa hari lalu berlanjut. Ternyata, pemuda yang menolak pemakaman Covid-19 untuk sang ibundanya kini dinyatakan positif terpapar virus korona.

Kepastian itu setelah pria yang berinisial S itu menjalani rapid antigen. Hasilnya dinyatakan positif. Menurut Mohammad Imron, Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, saat ini yang bersangkutan sudah diisolasi dan akan menjalani tes swab PCR guna memastikan kembali terpapar Covid-19 atau tidak. “Sumber penularan belum diketahui secara pasti. Bisa jadi tertular ibunya,” kata Imron.

Pihaknya telah melakukan pelacakan kontak (contact tracing) kepada keluarga dan orang-orang yang melakukan kontak erat dengan S.  “Itu dilakukan agar penularan Covid-19 tak semakin meluas. Terakhir, kami melakukan tracing pada Jumat kemarin. Kami akan terus melakukan tracing,” jelasnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat Bondowoso, ketika ada anggota keluarga yang meninggal dan hasil diagnosis dokter dinyatakan positif Covid-19, untuk tidak menolak proses pemakaman. “Sebab, sesuai regulasinya, jenazah pasien Covid-19 harus dimakamkan dengan protokol yang sudah ditentukan,” jelasnya.

Previous articleSudah Dibuka Lagi
Next articleCatut Nama Direktur Utama

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/