alexametrics
24.4 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Diskoperindag Siap Usir Pedagang Pasar

Jika Jadikan Kios sebagai Gudang

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID –  Fenomena kios dijadikan gudang sempat menjadi temuan Komisi II DPRD Bondowoso saat sidak ke Pasar Induk Bondowoso, beberapa waktu lalu. Temuan ini menjadi atensi Diskoperindag. Bakal ada ketegasan kepada pedagang yang memanfaatkan kios menjadi gudang, bisa didepak dan diganti pedagang baru.

Didik Muriyanto, Kepala UPT Pasar Induk Bondowoso, mengatakan, peraturan itu tidak hanya untuk pasar induk, melainkan untuk seluruh pedagang pasar di Bondowoso. Para pedagang yang berjualan di pasar seluruh Bondowoso harus memanfaatkan kios dagangannya sebagaimana mestinya. “Bila ada kios yang dijadikan gudang dan tutup dua bulan berturut-turut, kiosnya akan diambil oleh pemerintah daerah,” ujar Didik.

Dijelaskannya, pedagang yang ketahuan tak berjualan selama dua bulan berturut-turut dengan tidak menggunakan kiosnya bakal disanksi. Jika ketahuan menjadikan kios sebagai gudang, sanksi beratnya adalah diusir dan diganti pedagang baru.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Didik, pihaknya mengacu pada regulasi hukum yang ada. Yakni Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2020. Didik mengatakan, sudah ada perda baru yang mengatur penggunaan kios pedagang di pasar. Tak hanya di pasar induk, melainkan seluruh pasar di Bondowoso. “Kebetulan kami sudah menyiapkan segala aturannya untuk menyampaikan kepada para pedagang nanti. Di perda itu sudah jelas terkaver semua. Mulai dari aturan kios, ketertiban, hingga sanksinya,” imbuh Didik kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Bahkan, sanksi pengambilalihan oleh Pemda tersebut juga bersinggungan dengan biaya sewa kios. “Karena tiap tahun juga diaudit oleh BPK. Nantinya kios yang diambil alih, bisa dialihkan lagi kepada pihak lain yang benar-benar membutuhkan kios untuk berjualan,” terang Didik.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID –  Fenomena kios dijadikan gudang sempat menjadi temuan Komisi II DPRD Bondowoso saat sidak ke Pasar Induk Bondowoso, beberapa waktu lalu. Temuan ini menjadi atensi Diskoperindag. Bakal ada ketegasan kepada pedagang yang memanfaatkan kios menjadi gudang, bisa didepak dan diganti pedagang baru.

Didik Muriyanto, Kepala UPT Pasar Induk Bondowoso, mengatakan, peraturan itu tidak hanya untuk pasar induk, melainkan untuk seluruh pedagang pasar di Bondowoso. Para pedagang yang berjualan di pasar seluruh Bondowoso harus memanfaatkan kios dagangannya sebagaimana mestinya. “Bila ada kios yang dijadikan gudang dan tutup dua bulan berturut-turut, kiosnya akan diambil oleh pemerintah daerah,” ujar Didik.

Dijelaskannya, pedagang yang ketahuan tak berjualan selama dua bulan berturut-turut dengan tidak menggunakan kiosnya bakal disanksi. Jika ketahuan menjadikan kios sebagai gudang, sanksi beratnya adalah diusir dan diganti pedagang baru.

Menurut Didik, pihaknya mengacu pada regulasi hukum yang ada. Yakni Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2020. Didik mengatakan, sudah ada perda baru yang mengatur penggunaan kios pedagang di pasar. Tak hanya di pasar induk, melainkan seluruh pasar di Bondowoso. “Kebetulan kami sudah menyiapkan segala aturannya untuk menyampaikan kepada para pedagang nanti. Di perda itu sudah jelas terkaver semua. Mulai dari aturan kios, ketertiban, hingga sanksinya,” imbuh Didik kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Bahkan, sanksi pengambilalihan oleh Pemda tersebut juga bersinggungan dengan biaya sewa kios. “Karena tiap tahun juga diaudit oleh BPK. Nantinya kios yang diambil alih, bisa dialihkan lagi kepada pihak lain yang benar-benar membutuhkan kios untuk berjualan,” terang Didik.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID –  Fenomena kios dijadikan gudang sempat menjadi temuan Komisi II DPRD Bondowoso saat sidak ke Pasar Induk Bondowoso, beberapa waktu lalu. Temuan ini menjadi atensi Diskoperindag. Bakal ada ketegasan kepada pedagang yang memanfaatkan kios menjadi gudang, bisa didepak dan diganti pedagang baru.

Didik Muriyanto, Kepala UPT Pasar Induk Bondowoso, mengatakan, peraturan itu tidak hanya untuk pasar induk, melainkan untuk seluruh pedagang pasar di Bondowoso. Para pedagang yang berjualan di pasar seluruh Bondowoso harus memanfaatkan kios dagangannya sebagaimana mestinya. “Bila ada kios yang dijadikan gudang dan tutup dua bulan berturut-turut, kiosnya akan diambil oleh pemerintah daerah,” ujar Didik.

Dijelaskannya, pedagang yang ketahuan tak berjualan selama dua bulan berturut-turut dengan tidak menggunakan kiosnya bakal disanksi. Jika ketahuan menjadikan kios sebagai gudang, sanksi beratnya adalah diusir dan diganti pedagang baru.

Menurut Didik, pihaknya mengacu pada regulasi hukum yang ada. Yakni Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2020. Didik mengatakan, sudah ada perda baru yang mengatur penggunaan kios pedagang di pasar. Tak hanya di pasar induk, melainkan seluruh pasar di Bondowoso. “Kebetulan kami sudah menyiapkan segala aturannya untuk menyampaikan kepada para pedagang nanti. Di perda itu sudah jelas terkaver semua. Mulai dari aturan kios, ketertiban, hingga sanksinya,” imbuh Didik kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Bahkan, sanksi pengambilalihan oleh Pemda tersebut juga bersinggungan dengan biaya sewa kios. “Karena tiap tahun juga diaudit oleh BPK. Nantinya kios yang diambil alih, bisa dialihkan lagi kepada pihak lain yang benar-benar membutuhkan kios untuk berjualan,” terang Didik.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/