alexametrics
24.7 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Insentif Guru Ngaji Bakal Naik, Hanya Wacana ?

Sempat dijanjikan akan dinaikkan pada tahun ini, insentif guru mengaji ternyata malah dikepras karena refocusing anggaran. Padahal, guru mengaji memiliki peran yang penting dalam memberikan pemahaman Alquran terhadap generasi bangsa.

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kabar gembira sempat didapatkan oleh para guru mengaji di Bondowoso kala mendengar insentif mereka akan dinaikkan pada 2022 ini. Tepatnya, saat Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin meresmikan ATM insentif guru mengaji pada 30 April 2021 lalu. Saat itu, para guru mengaji sudah mendapatkan insentif sebesar Rp 1,5 juta. Kemudian, ditargetkan akan dinaikkan sebesar Rp 250 ribu atau menjadi Rp 1,75 juta pada tahun ini.

Sejatinya, kenaikan insentif guru mengaji ditargetkan sudah terealisasi pada tahun ini. Hal tersebut dinilai sebagai komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan guru mengaji. Sebab, guru mengaji dinilai layak untuk dibantu. Terlebih, mereka dianggap memiliki peran vital dalam mencetak generasi bangsa yang saleh maupun salihah.

Dengan adanya wacana kenaikan insentif itu, diharapkan penyelenggaraan pendidikan di bidang keagamaan lebih baik. Sebab, ilmu keagamaan dianggap penting untuk membentuk akidah anak, sehingga siap menghadapi tantangan zaman.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, ternyata kabar tersebut seketika berubah pada awal tahun ini. Setelah diketahui dalam draf Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2022, ternyata anggaran untuk insentif guru mengaji malah dipotong di bawah insentif yang didapatkan pada tahun sebelumnya.

Konfirmasi penurunan anggaran untuk insentif guru mengaji ini dibenarkan oleh Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin. Menurut dia, pada tahun sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menginginkan bakal menaikkan insentif para guru mengaji. Tapi, karena adanya refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19, anggaran tersebut harus dikurangi. “Tapi, sekarang justru terbalik,” ujarnya.

Selain menurunkan anggaran insentif guru mengaji, para penerima juga diperkirakan akan menurun. Sebab, pihaknya akan melakukan verifikasi ulang data seluruh guru mengaji di Bondowoso. “Karena banyak yang tidak valid, kemungkinan menurun jumlah penerimanya,” tegasnya.

Pada tahun sebelumnya, jumlah penerima insentif sebanyak 5.865 orang. Dengan verifikasi dan pengurangan penerima itu, Salwa berharap insentif guru mengaji dapat kembali dinaikkan, sesuai dengan keinginan pihaknya saat memberikan ATM untuk guru mengaji, beberapa waktu lalu. “Semoga bisa dinaikkan,” pungkasnya.

Masih Ada Kesempatan dalam Perubahan APBD

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kabar gembira sempat didapatkan oleh para guru mengaji di Bondowoso kala mendengar insentif mereka akan dinaikkan pada 2022 ini. Tepatnya, saat Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin meresmikan ATM insentif guru mengaji pada 30 April 2021 lalu. Saat itu, para guru mengaji sudah mendapatkan insentif sebesar Rp 1,5 juta. Kemudian, ditargetkan akan dinaikkan sebesar Rp 250 ribu atau menjadi Rp 1,75 juta pada tahun ini.

Sejatinya, kenaikan insentif guru mengaji ditargetkan sudah terealisasi pada tahun ini. Hal tersebut dinilai sebagai komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan guru mengaji. Sebab, guru mengaji dinilai layak untuk dibantu. Terlebih, mereka dianggap memiliki peran vital dalam mencetak generasi bangsa yang saleh maupun salihah.

Dengan adanya wacana kenaikan insentif itu, diharapkan penyelenggaraan pendidikan di bidang keagamaan lebih baik. Sebab, ilmu keagamaan dianggap penting untuk membentuk akidah anak, sehingga siap menghadapi tantangan zaman.

Namun, ternyata kabar tersebut seketika berubah pada awal tahun ini. Setelah diketahui dalam draf Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2022, ternyata anggaran untuk insentif guru mengaji malah dipotong di bawah insentif yang didapatkan pada tahun sebelumnya.

Konfirmasi penurunan anggaran untuk insentif guru mengaji ini dibenarkan oleh Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin. Menurut dia, pada tahun sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menginginkan bakal menaikkan insentif para guru mengaji. Tapi, karena adanya refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19, anggaran tersebut harus dikurangi. “Tapi, sekarang justru terbalik,” ujarnya.

Selain menurunkan anggaran insentif guru mengaji, para penerima juga diperkirakan akan menurun. Sebab, pihaknya akan melakukan verifikasi ulang data seluruh guru mengaji di Bondowoso. “Karena banyak yang tidak valid, kemungkinan menurun jumlah penerimanya,” tegasnya.

Pada tahun sebelumnya, jumlah penerima insentif sebanyak 5.865 orang. Dengan verifikasi dan pengurangan penerima itu, Salwa berharap insentif guru mengaji dapat kembali dinaikkan, sesuai dengan keinginan pihaknya saat memberikan ATM untuk guru mengaji, beberapa waktu lalu. “Semoga bisa dinaikkan,” pungkasnya.

Masih Ada Kesempatan dalam Perubahan APBD

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kabar gembira sempat didapatkan oleh para guru mengaji di Bondowoso kala mendengar insentif mereka akan dinaikkan pada 2022 ini. Tepatnya, saat Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin meresmikan ATM insentif guru mengaji pada 30 April 2021 lalu. Saat itu, para guru mengaji sudah mendapatkan insentif sebesar Rp 1,5 juta. Kemudian, ditargetkan akan dinaikkan sebesar Rp 250 ribu atau menjadi Rp 1,75 juta pada tahun ini.

Sejatinya, kenaikan insentif guru mengaji ditargetkan sudah terealisasi pada tahun ini. Hal tersebut dinilai sebagai komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan guru mengaji. Sebab, guru mengaji dinilai layak untuk dibantu. Terlebih, mereka dianggap memiliki peran vital dalam mencetak generasi bangsa yang saleh maupun salihah.

Dengan adanya wacana kenaikan insentif itu, diharapkan penyelenggaraan pendidikan di bidang keagamaan lebih baik. Sebab, ilmu keagamaan dianggap penting untuk membentuk akidah anak, sehingga siap menghadapi tantangan zaman.

Namun, ternyata kabar tersebut seketika berubah pada awal tahun ini. Setelah diketahui dalam draf Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2022, ternyata anggaran untuk insentif guru mengaji malah dipotong di bawah insentif yang didapatkan pada tahun sebelumnya.

Konfirmasi penurunan anggaran untuk insentif guru mengaji ini dibenarkan oleh Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin. Menurut dia, pada tahun sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menginginkan bakal menaikkan insentif para guru mengaji. Tapi, karena adanya refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19, anggaran tersebut harus dikurangi. “Tapi, sekarang justru terbalik,” ujarnya.

Selain menurunkan anggaran insentif guru mengaji, para penerima juga diperkirakan akan menurun. Sebab, pihaknya akan melakukan verifikasi ulang data seluruh guru mengaji di Bondowoso. “Karena banyak yang tidak valid, kemungkinan menurun jumlah penerimanya,” tegasnya.

Pada tahun sebelumnya, jumlah penerima insentif sebanyak 5.865 orang. Dengan verifikasi dan pengurangan penerima itu, Salwa berharap insentif guru mengaji dapat kembali dinaikkan, sesuai dengan keinginan pihaknya saat memberikan ATM untuk guru mengaji, beberapa waktu lalu. “Semoga bisa dinaikkan,” pungkasnya.

Masih Ada Kesempatan dalam Perubahan APBD

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/