alexametrics
31.9 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Desa Sulek Pilot Project Pertanian Digital

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemkab Bondowoso melalui Dinas Pertanian (Disperta) setempat akan menjadikan Desa Sulek, Kecamatan Tlogosari, sebagai pilot project pertanian presisi berbasis digital. Kepala Disperta Bondowoso Hendri Widotono menerangkan, pertanian presisi merupakan pertanian modern yang mengandalkan kecanggihan teknologi. Karena itu, tak salah jika pertanian presisi tersebut menyasar petani milenial.

“Mau menyemprot sudah pakai drone. Deteksi dini melalui digital yang dilakukan oleh petani milenial menggunakan aplikasi. Yang semua itu berbasis di Desa Sulek,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen, Rabu (15/12) kemarin.

Disebut Hendri bahwa pertanian presisi oleh petani milenial menjadi proyek masa depan sistem pertanian di Kota Tape. Apalagi, saat ini sudah ditunjang dengan sederet petani muda yang memiliki potensi besar. “Petani milenial yang sudah mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat. Ada yang satu nasional dari BUMN, menguasai lahan di atas 400 hektare, diberi penghargaan khusus dari Menteri BUMN Erick Thohir. Ada juga petani milenial andalan, dikukuhkan di Surabaya oleh Menteri Pertanian,” urainya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Desa Sulek dipilih menjadi lokasi pertanian presisi karena memiliki potensi lahan tersendiri. Seperti pertanian zero waste atau pertanian terintegrasi berbasis di sana. “Desa Sulek itu pertanian organik berbasis dari Desa Lombok Kulon. Dan itulah nanti proyek pertanian masa depan, kita proyeksikan di Desa Sulek,” lanjut Hendri.

Inovasi tersebut merupakan salah satu upaya tuntutan di tengah minimnya anggaran. Bahkan, kata Hendri, untuk tahun 2022 nanti, proyek pertanian presisi tak bisa berharap banyak karena sangat sempitnya kondisi fiskal Bondowoso.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemkab Bondowoso melalui Dinas Pertanian (Disperta) setempat akan menjadikan Desa Sulek, Kecamatan Tlogosari, sebagai pilot project pertanian presisi berbasis digital. Kepala Disperta Bondowoso Hendri Widotono menerangkan, pertanian presisi merupakan pertanian modern yang mengandalkan kecanggihan teknologi. Karena itu, tak salah jika pertanian presisi tersebut menyasar petani milenial.

“Mau menyemprot sudah pakai drone. Deteksi dini melalui digital yang dilakukan oleh petani milenial menggunakan aplikasi. Yang semua itu berbasis di Desa Sulek,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen, Rabu (15/12) kemarin.

Disebut Hendri bahwa pertanian presisi oleh petani milenial menjadi proyek masa depan sistem pertanian di Kota Tape. Apalagi, saat ini sudah ditunjang dengan sederet petani muda yang memiliki potensi besar. “Petani milenial yang sudah mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat. Ada yang satu nasional dari BUMN, menguasai lahan di atas 400 hektare, diberi penghargaan khusus dari Menteri BUMN Erick Thohir. Ada juga petani milenial andalan, dikukuhkan di Surabaya oleh Menteri Pertanian,” urainya.

Desa Sulek dipilih menjadi lokasi pertanian presisi karena memiliki potensi lahan tersendiri. Seperti pertanian zero waste atau pertanian terintegrasi berbasis di sana. “Desa Sulek itu pertanian organik berbasis dari Desa Lombok Kulon. Dan itulah nanti proyek pertanian masa depan, kita proyeksikan di Desa Sulek,” lanjut Hendri.

Inovasi tersebut merupakan salah satu upaya tuntutan di tengah minimnya anggaran. Bahkan, kata Hendri, untuk tahun 2022 nanti, proyek pertanian presisi tak bisa berharap banyak karena sangat sempitnya kondisi fiskal Bondowoso.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemkab Bondowoso melalui Dinas Pertanian (Disperta) setempat akan menjadikan Desa Sulek, Kecamatan Tlogosari, sebagai pilot project pertanian presisi berbasis digital. Kepala Disperta Bondowoso Hendri Widotono menerangkan, pertanian presisi merupakan pertanian modern yang mengandalkan kecanggihan teknologi. Karena itu, tak salah jika pertanian presisi tersebut menyasar petani milenial.

“Mau menyemprot sudah pakai drone. Deteksi dini melalui digital yang dilakukan oleh petani milenial menggunakan aplikasi. Yang semua itu berbasis di Desa Sulek,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen, Rabu (15/12) kemarin.

Disebut Hendri bahwa pertanian presisi oleh petani milenial menjadi proyek masa depan sistem pertanian di Kota Tape. Apalagi, saat ini sudah ditunjang dengan sederet petani muda yang memiliki potensi besar. “Petani milenial yang sudah mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat. Ada yang satu nasional dari BUMN, menguasai lahan di atas 400 hektare, diberi penghargaan khusus dari Menteri BUMN Erick Thohir. Ada juga petani milenial andalan, dikukuhkan di Surabaya oleh Menteri Pertanian,” urainya.

Desa Sulek dipilih menjadi lokasi pertanian presisi karena memiliki potensi lahan tersendiri. Seperti pertanian zero waste atau pertanian terintegrasi berbasis di sana. “Desa Sulek itu pertanian organik berbasis dari Desa Lombok Kulon. Dan itulah nanti proyek pertanian masa depan, kita proyeksikan di Desa Sulek,” lanjut Hendri.

Inovasi tersebut merupakan salah satu upaya tuntutan di tengah minimnya anggaran. Bahkan, kata Hendri, untuk tahun 2022 nanti, proyek pertanian presisi tak bisa berharap banyak karena sangat sempitnya kondisi fiskal Bondowoso.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/