alexametrics
22.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Pilkades di Bondowoso, Bukan Ajang Pertempuran Antar Calon

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Perhelatan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Bondowoso akhirnya digelar di 171 desa yang tersebar di 23 kecamatan. Tercatat, ada sebanyak 556 calon kades yang terdiri atas 507 laki-laki dan 49 perempuan. Sementara itu, ada sebanyak 444.548 daftar pemilih tetap (DPT) yang tersebar di 1.004 TPS.

Dengan angka tersebut, kondusivitas desa menjadi salah satu hal yang ditekankan. Baik saat pilkades berlangsung maupun setelah pilkades. Hal itu disampaikan Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin setelah meninjau langsung tempat pemungutan suara (TPS) di Desa Gebang, Kecamatan Tenggarang, kemarin (15/11) pagi.

Salwa menyatakan, pilkades di Bondowoso bukan ajang pertempuran antar calon, melainkan pesta demokrasi di tingkat desa. Hal tersebut yang harus dipahami bersama. Dengan begitu, tidak ada permusuhan yang dapat mengganggu keguyuban desa. “Bukan pertempuran atau pertandingan. Tidak ada musuh atau lawan. Ini memilih pimpinan yang akan memimpin di desa,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pihaknya meyakini, jika pemahaman itu dipahami oleh masyarakat, tidak akan ada kondisi panas dan lain sebagainya. Selain itu, pihaknya ingin ketenangan dan ketenteraman di desa tetap berjalan damai setelah pilkades selesai dilakukan.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Kiai Salwa tersebut juga mengingatkan para calon agar siap menang dan siap kalah. Bahkan, tim pemenangan dari para calon juga harus diberikan pemahaman demikian. “Tidak harus memaksa harus menang. Ini kebaikan untuk masyarakat,” bebernya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Perhelatan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Bondowoso akhirnya digelar di 171 desa yang tersebar di 23 kecamatan. Tercatat, ada sebanyak 556 calon kades yang terdiri atas 507 laki-laki dan 49 perempuan. Sementara itu, ada sebanyak 444.548 daftar pemilih tetap (DPT) yang tersebar di 1.004 TPS.

Dengan angka tersebut, kondusivitas desa menjadi salah satu hal yang ditekankan. Baik saat pilkades berlangsung maupun setelah pilkades. Hal itu disampaikan Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin setelah meninjau langsung tempat pemungutan suara (TPS) di Desa Gebang, Kecamatan Tenggarang, kemarin (15/11) pagi.

Salwa menyatakan, pilkades di Bondowoso bukan ajang pertempuran antar calon, melainkan pesta demokrasi di tingkat desa. Hal tersebut yang harus dipahami bersama. Dengan begitu, tidak ada permusuhan yang dapat mengganggu keguyuban desa. “Bukan pertempuran atau pertandingan. Tidak ada musuh atau lawan. Ini memilih pimpinan yang akan memimpin di desa,” ujarnya.

Pihaknya meyakini, jika pemahaman itu dipahami oleh masyarakat, tidak akan ada kondisi panas dan lain sebagainya. Selain itu, pihaknya ingin ketenangan dan ketenteraman di desa tetap berjalan damai setelah pilkades selesai dilakukan.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Kiai Salwa tersebut juga mengingatkan para calon agar siap menang dan siap kalah. Bahkan, tim pemenangan dari para calon juga harus diberikan pemahaman demikian. “Tidak harus memaksa harus menang. Ini kebaikan untuk masyarakat,” bebernya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Perhelatan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Bondowoso akhirnya digelar di 171 desa yang tersebar di 23 kecamatan. Tercatat, ada sebanyak 556 calon kades yang terdiri atas 507 laki-laki dan 49 perempuan. Sementara itu, ada sebanyak 444.548 daftar pemilih tetap (DPT) yang tersebar di 1.004 TPS.

Dengan angka tersebut, kondusivitas desa menjadi salah satu hal yang ditekankan. Baik saat pilkades berlangsung maupun setelah pilkades. Hal itu disampaikan Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin setelah meninjau langsung tempat pemungutan suara (TPS) di Desa Gebang, Kecamatan Tenggarang, kemarin (15/11) pagi.

Salwa menyatakan, pilkades di Bondowoso bukan ajang pertempuran antar calon, melainkan pesta demokrasi di tingkat desa. Hal tersebut yang harus dipahami bersama. Dengan begitu, tidak ada permusuhan yang dapat mengganggu keguyuban desa. “Bukan pertempuran atau pertandingan. Tidak ada musuh atau lawan. Ini memilih pimpinan yang akan memimpin di desa,” ujarnya.

Pihaknya meyakini, jika pemahaman itu dipahami oleh masyarakat, tidak akan ada kondisi panas dan lain sebagainya. Selain itu, pihaknya ingin ketenangan dan ketenteraman di desa tetap berjalan damai setelah pilkades selesai dilakukan.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Kiai Salwa tersebut juga mengingatkan para calon agar siap menang dan siap kalah. Bahkan, tim pemenangan dari para calon juga harus diberikan pemahaman demikian. “Tidak harus memaksa harus menang. Ini kebaikan untuk masyarakat,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/