alexametrics
27.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Dapat Pujian dari Kementerian

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, pola pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2021 di Bondowoso berbeda jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Saat ini, pemilihan dilakukan dengan mendirikan beberapa tempat pemungutan suara (TPS). Padahal,  pemilihan serupa biasanya cukup dilakukan dalam satu TPS saja.

Model tersebut ternyata memang kali pertama dipakai pada pemilihan di tingkat desa. Oleh karena itu, pelaksanaannya mendapatkan perhatian dari Kementerian Desa (Kemendes). Mereka melakukan pemantauan secara virtual melalui Dirjen Kemendes.

Salah satu TPS yang dipantau secara virtual adalah TPS 01 Desa Gebang, Kecamatan Tenggarang. Dari 1.004 TPS, TPS tersebut menjadi salah satu percontohan dan ditinjau secara virtual oleh Dirjen Kemendes. Sebelumnya, Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin juga lebih dulu melakukan pemantauan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso Soekaryo menerangkan, saat dimonitor oleh Dirjen Kemendes, Kabupaten Bondowoso mendapatkan apresiasi karena dinilai pelaksanaannya bagus. Apresiasi itu disampaikan setelah peninjauan secara virtual di TPS 01 Desa Gebang, Kecamatan Tenggarang.

Tak hanya itu, Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat, Dandim 0823, dan Kapolres Bondowoso juga turut memaparkan perihal penanganan kawasan rawan, sangat rawan, dan tidak rawan. Termasuk penerapan protokol kesehatan. “Jadi memang ada iimbauan dari Dirjen, kalau bisa Bondowoso ini bisa jadi role model melaksanakan bagi kabupaten yang belum melaksanakan di Jawa Timur,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Bondowoso Salwa Arifin menerangkan, secara keseluruhan pelaksanaan pilkades dan penerapan protokol kesehatan dinilai baik. Namun, pihaknya meminta kepada panitia agar mengajak masyarakat ikut menyukseskan pilkades serentak dengan cara memberikan hak suaranya. Termasuk turut memperhatikan protokol kesehatan.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, pola pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2021 di Bondowoso berbeda jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Saat ini, pemilihan dilakukan dengan mendirikan beberapa tempat pemungutan suara (TPS). Padahal,  pemilihan serupa biasanya cukup dilakukan dalam satu TPS saja.

Model tersebut ternyata memang kali pertama dipakai pada pemilihan di tingkat desa. Oleh karena itu, pelaksanaannya mendapatkan perhatian dari Kementerian Desa (Kemendes). Mereka melakukan pemantauan secara virtual melalui Dirjen Kemendes.

Salah satu TPS yang dipantau secara virtual adalah TPS 01 Desa Gebang, Kecamatan Tenggarang. Dari 1.004 TPS, TPS tersebut menjadi salah satu percontohan dan ditinjau secara virtual oleh Dirjen Kemendes. Sebelumnya, Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin juga lebih dulu melakukan pemantauan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso Soekaryo menerangkan, saat dimonitor oleh Dirjen Kemendes, Kabupaten Bondowoso mendapatkan apresiasi karena dinilai pelaksanaannya bagus. Apresiasi itu disampaikan setelah peninjauan secara virtual di TPS 01 Desa Gebang, Kecamatan Tenggarang.

Tak hanya itu, Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat, Dandim 0823, dan Kapolres Bondowoso juga turut memaparkan perihal penanganan kawasan rawan, sangat rawan, dan tidak rawan. Termasuk penerapan protokol kesehatan. “Jadi memang ada iimbauan dari Dirjen, kalau bisa Bondowoso ini bisa jadi role model melaksanakan bagi kabupaten yang belum melaksanakan di Jawa Timur,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Bondowoso Salwa Arifin menerangkan, secara keseluruhan pelaksanaan pilkades dan penerapan protokol kesehatan dinilai baik. Namun, pihaknya meminta kepada panitia agar mengajak masyarakat ikut menyukseskan pilkades serentak dengan cara memberikan hak suaranya. Termasuk turut memperhatikan protokol kesehatan.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, pola pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2021 di Bondowoso berbeda jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Saat ini, pemilihan dilakukan dengan mendirikan beberapa tempat pemungutan suara (TPS). Padahal,  pemilihan serupa biasanya cukup dilakukan dalam satu TPS saja.

Model tersebut ternyata memang kali pertama dipakai pada pemilihan di tingkat desa. Oleh karena itu, pelaksanaannya mendapatkan perhatian dari Kementerian Desa (Kemendes). Mereka melakukan pemantauan secara virtual melalui Dirjen Kemendes.

Salah satu TPS yang dipantau secara virtual adalah TPS 01 Desa Gebang, Kecamatan Tenggarang. Dari 1.004 TPS, TPS tersebut menjadi salah satu percontohan dan ditinjau secara virtual oleh Dirjen Kemendes. Sebelumnya, Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin juga lebih dulu melakukan pemantauan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso Soekaryo menerangkan, saat dimonitor oleh Dirjen Kemendes, Kabupaten Bondowoso mendapatkan apresiasi karena dinilai pelaksanaannya bagus. Apresiasi itu disampaikan setelah peninjauan secara virtual di TPS 01 Desa Gebang, Kecamatan Tenggarang.

Tak hanya itu, Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat, Dandim 0823, dan Kapolres Bondowoso juga turut memaparkan perihal penanganan kawasan rawan, sangat rawan, dan tidak rawan. Termasuk penerapan protokol kesehatan. “Jadi memang ada iimbauan dari Dirjen, kalau bisa Bondowoso ini bisa jadi role model melaksanakan bagi kabupaten yang belum melaksanakan di Jawa Timur,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Bondowoso Salwa Arifin menerangkan, secara keseluruhan pelaksanaan pilkades dan penerapan protokol kesehatan dinilai baik. Namun, pihaknya meminta kepada panitia agar mengajak masyarakat ikut menyukseskan pilkades serentak dengan cara memberikan hak suaranya. Termasuk turut memperhatikan protokol kesehatan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/