23.4 C
Jember
Saturday, 25 March 2023

Dapat Pujian dari Kementerian

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, pola pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2021 di Bondowoso berbeda jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Saat ini, pemilihan dilakukan dengan mendirikan beberapa tempat pemungutan suara (TPS). Padahal,  pemilihan serupa biasanya cukup dilakukan dalam satu TPS saja.

Model tersebut ternyata memang kali pertama dipakai pada pemilihan di tingkat desa. Oleh karena itu, pelaksanaannya mendapatkan perhatian dari Kementerian Desa (Kemendes). Mereka melakukan pemantauan secara virtual melalui Dirjen Kemendes.

Salah satu TPS yang dipantau secara virtual adalah TPS 01 Desa Gebang, Kecamatan Tenggarang. Dari 1.004 TPS, TPS tersebut menjadi salah satu percontohan dan ditinjau secara virtual oleh Dirjen Kemendes. Sebelumnya, Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin juga lebih dulu melakukan pemantauan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso Soekaryo menerangkan, saat dimonitor oleh Dirjen Kemendes, Kabupaten Bondowoso mendapatkan apresiasi karena dinilai pelaksanaannya bagus. Apresiasi itu disampaikan setelah peninjauan secara virtual di TPS 01 Desa Gebang, Kecamatan Tenggarang.

Tak hanya itu, Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat, Dandim 0823, dan Kapolres Bondowoso juga turut memaparkan perihal penanganan kawasan rawan, sangat rawan, dan tidak rawan. Termasuk penerapan protokol kesehatan. “Jadi memang ada iimbauan dari Dirjen, kalau bisa Bondowoso ini bisa jadi role model melaksanakan bagi kabupaten yang belum melaksanakan di Jawa Timur,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Bondowoso Salwa Arifin menerangkan, secara keseluruhan pelaksanaan pilkades dan penerapan protokol kesehatan dinilai baik. Namun, pihaknya meminta kepada panitia agar mengajak masyarakat ikut menyukseskan pilkades serentak dengan cara memberikan hak suaranya. Termasuk turut memperhatikan protokol kesehatan.

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Serentak Kabupaten Bondowoso Mahfud Junaidi menambahkan, dalam penghitungan suara di tingkat desa, pihaknya telah mengantisipasi dengan menyampaikan kepada semua panitia bahwa rekapitulasi hanya boleh dihadiri oleh perwakilan yang terlibat di dalamnya. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya penerapan protokol kesehatan. Utamanya, dalam menghindari kerumunan. “Ini menjadi persyaratan atau regulasi yang memang dipersyaratkan oleh kementerian,” pungkasnya.

Untuk informasi, Panitia Pilkades Kabupaten Bondowoso menerjunkan 23 tim yang menyebar di 23 kecamatan. Mereka terdiri atas jajaran Forkopimda, pejabat eselon II, hingga TNI dan Polri yang turun memeriksa ke TPS-TPS. Contohnya, seperti yang dilakukan tim Sekretaris Daerah Soekaryo bersama Sekretaris Panitia Pilkades Kabupaten Haeriyah Yuliati. mereka memeriksa TPS di Desa Pancoran, Desa Sukowiryo, Desa Koncer Kidul, dan Desa Gebang. Tak hanya memonitor pelaksanaan yang harus sesuai regulasi, mereka juga mengecek penerapan protokol kesehatan di tiap-tiap TPS.

 

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Ilham Wahyudi
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, pola pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2021 di Bondowoso berbeda jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Saat ini, pemilihan dilakukan dengan mendirikan beberapa tempat pemungutan suara (TPS). Padahal,  pemilihan serupa biasanya cukup dilakukan dalam satu TPS saja.

Model tersebut ternyata memang kali pertama dipakai pada pemilihan di tingkat desa. Oleh karena itu, pelaksanaannya mendapatkan perhatian dari Kementerian Desa (Kemendes). Mereka melakukan pemantauan secara virtual melalui Dirjen Kemendes.

Salah satu TPS yang dipantau secara virtual adalah TPS 01 Desa Gebang, Kecamatan Tenggarang. Dari 1.004 TPS, TPS tersebut menjadi salah satu percontohan dan ditinjau secara virtual oleh Dirjen Kemendes. Sebelumnya, Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin juga lebih dulu melakukan pemantauan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso Soekaryo menerangkan, saat dimonitor oleh Dirjen Kemendes, Kabupaten Bondowoso mendapatkan apresiasi karena dinilai pelaksanaannya bagus. Apresiasi itu disampaikan setelah peninjauan secara virtual di TPS 01 Desa Gebang, Kecamatan Tenggarang.

Tak hanya itu, Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat, Dandim 0823, dan Kapolres Bondowoso juga turut memaparkan perihal penanganan kawasan rawan, sangat rawan, dan tidak rawan. Termasuk penerapan protokol kesehatan. “Jadi memang ada iimbauan dari Dirjen, kalau bisa Bondowoso ini bisa jadi role model melaksanakan bagi kabupaten yang belum melaksanakan di Jawa Timur,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Bondowoso Salwa Arifin menerangkan, secara keseluruhan pelaksanaan pilkades dan penerapan protokol kesehatan dinilai baik. Namun, pihaknya meminta kepada panitia agar mengajak masyarakat ikut menyukseskan pilkades serentak dengan cara memberikan hak suaranya. Termasuk turut memperhatikan protokol kesehatan.

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Serentak Kabupaten Bondowoso Mahfud Junaidi menambahkan, dalam penghitungan suara di tingkat desa, pihaknya telah mengantisipasi dengan menyampaikan kepada semua panitia bahwa rekapitulasi hanya boleh dihadiri oleh perwakilan yang terlibat di dalamnya. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya penerapan protokol kesehatan. Utamanya, dalam menghindari kerumunan. “Ini menjadi persyaratan atau regulasi yang memang dipersyaratkan oleh kementerian,” pungkasnya.

Untuk informasi, Panitia Pilkades Kabupaten Bondowoso menerjunkan 23 tim yang menyebar di 23 kecamatan. Mereka terdiri atas jajaran Forkopimda, pejabat eselon II, hingga TNI dan Polri yang turun memeriksa ke TPS-TPS. Contohnya, seperti yang dilakukan tim Sekretaris Daerah Soekaryo bersama Sekretaris Panitia Pilkades Kabupaten Haeriyah Yuliati. mereka memeriksa TPS di Desa Pancoran, Desa Sukowiryo, Desa Koncer Kidul, dan Desa Gebang. Tak hanya memonitor pelaksanaan yang harus sesuai regulasi, mereka juga mengecek penerapan protokol kesehatan di tiap-tiap TPS.

 

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Ilham Wahyudi
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, pola pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2021 di Bondowoso berbeda jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Saat ini, pemilihan dilakukan dengan mendirikan beberapa tempat pemungutan suara (TPS). Padahal,  pemilihan serupa biasanya cukup dilakukan dalam satu TPS saja.

Model tersebut ternyata memang kali pertama dipakai pada pemilihan di tingkat desa. Oleh karena itu, pelaksanaannya mendapatkan perhatian dari Kementerian Desa (Kemendes). Mereka melakukan pemantauan secara virtual melalui Dirjen Kemendes.

Salah satu TPS yang dipantau secara virtual adalah TPS 01 Desa Gebang, Kecamatan Tenggarang. Dari 1.004 TPS, TPS tersebut menjadi salah satu percontohan dan ditinjau secara virtual oleh Dirjen Kemendes. Sebelumnya, Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin juga lebih dulu melakukan pemantauan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso Soekaryo menerangkan, saat dimonitor oleh Dirjen Kemendes, Kabupaten Bondowoso mendapatkan apresiasi karena dinilai pelaksanaannya bagus. Apresiasi itu disampaikan setelah peninjauan secara virtual di TPS 01 Desa Gebang, Kecamatan Tenggarang.

Tak hanya itu, Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat, Dandim 0823, dan Kapolres Bondowoso juga turut memaparkan perihal penanganan kawasan rawan, sangat rawan, dan tidak rawan. Termasuk penerapan protokol kesehatan. “Jadi memang ada iimbauan dari Dirjen, kalau bisa Bondowoso ini bisa jadi role model melaksanakan bagi kabupaten yang belum melaksanakan di Jawa Timur,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Bondowoso Salwa Arifin menerangkan, secara keseluruhan pelaksanaan pilkades dan penerapan protokol kesehatan dinilai baik. Namun, pihaknya meminta kepada panitia agar mengajak masyarakat ikut menyukseskan pilkades serentak dengan cara memberikan hak suaranya. Termasuk turut memperhatikan protokol kesehatan.

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Serentak Kabupaten Bondowoso Mahfud Junaidi menambahkan, dalam penghitungan suara di tingkat desa, pihaknya telah mengantisipasi dengan menyampaikan kepada semua panitia bahwa rekapitulasi hanya boleh dihadiri oleh perwakilan yang terlibat di dalamnya. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya penerapan protokol kesehatan. Utamanya, dalam menghindari kerumunan. “Ini menjadi persyaratan atau regulasi yang memang dipersyaratkan oleh kementerian,” pungkasnya.

Untuk informasi, Panitia Pilkades Kabupaten Bondowoso menerjunkan 23 tim yang menyebar di 23 kecamatan. Mereka terdiri atas jajaran Forkopimda, pejabat eselon II, hingga TNI dan Polri yang turun memeriksa ke TPS-TPS. Contohnya, seperti yang dilakukan tim Sekretaris Daerah Soekaryo bersama Sekretaris Panitia Pilkades Kabupaten Haeriyah Yuliati. mereka memeriksa TPS di Desa Pancoran, Desa Sukowiryo, Desa Koncer Kidul, dan Desa Gebang. Tak hanya memonitor pelaksanaan yang harus sesuai regulasi, mereka juga mengecek penerapan protokol kesehatan di tiap-tiap TPS.

 

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Ilham Wahyudi
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca