alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Direktur TV Lokal Bondowoso dan Dua Orang Tersangka Diciduk Polres Jakarta

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Tiga tersangka asal Bondowoso ditahan oleh Polres Metro Jakarta Pusat terkait penyebaran informasi hoax dan SARA dalam sebuah konten video di sosial media melalui platform YouTube. Satu dari tiga orang tersangka tersebut adalah direktur televisi lokal Bondowoso.

Tiga tersangka itu berinisial AZ, M, dan AF. Mereka bertiga memiliki peran masing-masing. Dalam akun channel YouTube bersama Aktual TV, ratusan video sudah diunggah. Ratusan ribu penonton pun menyaksikan video-video yang dibuat ketiganya.

Konten yang mereka buat cenderung mengandung kebencian dan memicu pertengkaran antargolongan serta membawa atribut agama. Kemarin (15/10), Polda Metro Jaya DKI Jakarta menggelar konferensi pers. Dalam rilis tersebut hadir Kabid Humas Polda Metro Kombespol Yusri Yunus, Kapolres Metro Jakarta Pusat Hengki Haryadi, dan pakar komunikasi Prof Henri S Subiakto menjabarkan perkara tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Yusri Yunus menjelaskan, AZ merupakan warga Desa Grujugan Lor, Jambesari Darussholah, Bondowoso. “AZ adalah direktur salah satu PT media televisi di Bondowoso. Tetapi, konteks yang dia lakukan dalam perkara ini bukan melalui PT media televisinya, tapi ada konten yang dibuat di kanal YouTube bernama Aktual TV,” ujar Yusri.

Di Aktual TV, AZ bertugas membuat ide video, mengarahkan, dan menyortir hasil editing konten. “Sedangkan untuk tersangka kedua bertindak sebagai pengelola channel. Yaitu editing, uploader, dan kreator konten. Untuk tersangka ketiga AF sebagai pengisi suara atau naratornya,” jelasnya.

Lebih lanjut, modus ketiga tersangka ini memproduksi video-video hoax melalui media sosial dengan cara mengunggah serta menyebarluaskan ke semua platform media sosial. Tujuannya untuk mendapatkan keuntungan pribadi atau kelompok. “Dari konten yang sudah disebarluaskan menyebabkan kegaduhan memecah belah persatuan bangsa, bernuansa SARA, menggunakan atribut agama, dan mengganggu sinergisitas TNI-Polri,” imbuhnya.

Kejadian penangkapan tersangka ini pada Agustus lalu di Bondowoso. “Kemudian, kasus ini diproses. Dan sudah masuk tahapan P21 di Kejaksaan Jakarta Pusat,” lanjut Yusri.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Tiga tersangka asal Bondowoso ditahan oleh Polres Metro Jakarta Pusat terkait penyebaran informasi hoax dan SARA dalam sebuah konten video di sosial media melalui platform YouTube. Satu dari tiga orang tersangka tersebut adalah direktur televisi lokal Bondowoso.

Tiga tersangka itu berinisial AZ, M, dan AF. Mereka bertiga memiliki peran masing-masing. Dalam akun channel YouTube bersama Aktual TV, ratusan video sudah diunggah. Ratusan ribu penonton pun menyaksikan video-video yang dibuat ketiganya.

Konten yang mereka buat cenderung mengandung kebencian dan memicu pertengkaran antargolongan serta membawa atribut agama. Kemarin (15/10), Polda Metro Jaya DKI Jakarta menggelar konferensi pers. Dalam rilis tersebut hadir Kabid Humas Polda Metro Kombespol Yusri Yunus, Kapolres Metro Jakarta Pusat Hengki Haryadi, dan pakar komunikasi Prof Henri S Subiakto menjabarkan perkara tersebut.

Yusri Yunus menjelaskan, AZ merupakan warga Desa Grujugan Lor, Jambesari Darussholah, Bondowoso. “AZ adalah direktur salah satu PT media televisi di Bondowoso. Tetapi, konteks yang dia lakukan dalam perkara ini bukan melalui PT media televisinya, tapi ada konten yang dibuat di kanal YouTube bernama Aktual TV,” ujar Yusri.

Di Aktual TV, AZ bertugas membuat ide video, mengarahkan, dan menyortir hasil editing konten. “Sedangkan untuk tersangka kedua bertindak sebagai pengelola channel. Yaitu editing, uploader, dan kreator konten. Untuk tersangka ketiga AF sebagai pengisi suara atau naratornya,” jelasnya.

Lebih lanjut, modus ketiga tersangka ini memproduksi video-video hoax melalui media sosial dengan cara mengunggah serta menyebarluaskan ke semua platform media sosial. Tujuannya untuk mendapatkan keuntungan pribadi atau kelompok. “Dari konten yang sudah disebarluaskan menyebabkan kegaduhan memecah belah persatuan bangsa, bernuansa SARA, menggunakan atribut agama, dan mengganggu sinergisitas TNI-Polri,” imbuhnya.

Kejadian penangkapan tersangka ini pada Agustus lalu di Bondowoso. “Kemudian, kasus ini diproses. Dan sudah masuk tahapan P21 di Kejaksaan Jakarta Pusat,” lanjut Yusri.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Tiga tersangka asal Bondowoso ditahan oleh Polres Metro Jakarta Pusat terkait penyebaran informasi hoax dan SARA dalam sebuah konten video di sosial media melalui platform YouTube. Satu dari tiga orang tersangka tersebut adalah direktur televisi lokal Bondowoso.

Tiga tersangka itu berinisial AZ, M, dan AF. Mereka bertiga memiliki peran masing-masing. Dalam akun channel YouTube bersama Aktual TV, ratusan video sudah diunggah. Ratusan ribu penonton pun menyaksikan video-video yang dibuat ketiganya.

Konten yang mereka buat cenderung mengandung kebencian dan memicu pertengkaran antargolongan serta membawa atribut agama. Kemarin (15/10), Polda Metro Jaya DKI Jakarta menggelar konferensi pers. Dalam rilis tersebut hadir Kabid Humas Polda Metro Kombespol Yusri Yunus, Kapolres Metro Jakarta Pusat Hengki Haryadi, dan pakar komunikasi Prof Henri S Subiakto menjabarkan perkara tersebut.

Yusri Yunus menjelaskan, AZ merupakan warga Desa Grujugan Lor, Jambesari Darussholah, Bondowoso. “AZ adalah direktur salah satu PT media televisi di Bondowoso. Tetapi, konteks yang dia lakukan dalam perkara ini bukan melalui PT media televisinya, tapi ada konten yang dibuat di kanal YouTube bernama Aktual TV,” ujar Yusri.

Di Aktual TV, AZ bertugas membuat ide video, mengarahkan, dan menyortir hasil editing konten. “Sedangkan untuk tersangka kedua bertindak sebagai pengelola channel. Yaitu editing, uploader, dan kreator konten. Untuk tersangka ketiga AF sebagai pengisi suara atau naratornya,” jelasnya.

Lebih lanjut, modus ketiga tersangka ini memproduksi video-video hoax melalui media sosial dengan cara mengunggah serta menyebarluaskan ke semua platform media sosial. Tujuannya untuk mendapatkan keuntungan pribadi atau kelompok. “Dari konten yang sudah disebarluaskan menyebabkan kegaduhan memecah belah persatuan bangsa, bernuansa SARA, menggunakan atribut agama, dan mengganggu sinergisitas TNI-Polri,” imbuhnya.

Kejadian penangkapan tersangka ini pada Agustus lalu di Bondowoso. “Kemudian, kasus ini diproses. Dan sudah masuk tahapan P21 di Kejaksaan Jakarta Pusat,” lanjut Yusri.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/