alexametrics
22.8 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Musim Hujan Waktu yang Tepat Untuk Pemupukan Kebun Kopi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Beberapa pekan belakangan, masa panen kebun kopi sudah selesai. Cuaca bagus mendukung kualitas produksi kopi Bondowoso. Meski memasuki akhir masa panen, kualitas kopi tak berubah meskipun sedikit mengurangi produktivitasnya.

Kini, cuaca di Bondowoso sudah mulai memasuki musim hujan. Bagi petani kopi, awal musim hujan menjadi salah satu cuaca yang ditunggu-tunggu. “Cuaca hujan ini malah yang kami tunggu-tunggu. Karena kami sudah mulai melakukan perawatan bertahap lagi,” ujar Suyitno, salah seorang petani kopi di Kecamatan Sukosari.

Menurut petani kopi yang sudah cukup berpengalaman ini, dia dan para pekerjanya fokus untuk terus melakukan perawatan kebun. “Seperti pembersihan gulma hingga pembersihan ranting-ranting yang kami rasa tidak lagi produktif,” jelas mantan polisi ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Awal musim hujan dan akhir musim hujan menjadi fase terbaik untuk melakukan pemupukan. Pria yang akrab disapa Yit ini mengatakan bahwa awal dan akhir musim hujan dimanfaatkan untuk pemupukan. “Beberapa hari belakangan ini kami sudah mulai proses pemupukan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Pria yang juga pernah menyabet sejumlah gelar di bidang komoditas kopi ini menambahkan, pembersihan ranting dan gulma sangatlah penting. “Kalau ada ranting yang menghambat tumbuhnya buah, tentu akan dibuang. Biasanya setengah bulan sudah tumbuh, ya, kami potong. Begitu pun untuk gulma,” pungkas pria yang berasal dari Desa Sukosari Lor ini.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Beberapa pekan belakangan, masa panen kebun kopi sudah selesai. Cuaca bagus mendukung kualitas produksi kopi Bondowoso. Meski memasuki akhir masa panen, kualitas kopi tak berubah meskipun sedikit mengurangi produktivitasnya.

Kini, cuaca di Bondowoso sudah mulai memasuki musim hujan. Bagi petani kopi, awal musim hujan menjadi salah satu cuaca yang ditunggu-tunggu. “Cuaca hujan ini malah yang kami tunggu-tunggu. Karena kami sudah mulai melakukan perawatan bertahap lagi,” ujar Suyitno, salah seorang petani kopi di Kecamatan Sukosari.

Menurut petani kopi yang sudah cukup berpengalaman ini, dia dan para pekerjanya fokus untuk terus melakukan perawatan kebun. “Seperti pembersihan gulma hingga pembersihan ranting-ranting yang kami rasa tidak lagi produktif,” jelas mantan polisi ini.

Awal musim hujan dan akhir musim hujan menjadi fase terbaik untuk melakukan pemupukan. Pria yang akrab disapa Yit ini mengatakan bahwa awal dan akhir musim hujan dimanfaatkan untuk pemupukan. “Beberapa hari belakangan ini kami sudah mulai proses pemupukan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Pria yang juga pernah menyabet sejumlah gelar di bidang komoditas kopi ini menambahkan, pembersihan ranting dan gulma sangatlah penting. “Kalau ada ranting yang menghambat tumbuhnya buah, tentu akan dibuang. Biasanya setengah bulan sudah tumbuh, ya, kami potong. Begitu pun untuk gulma,” pungkas pria yang berasal dari Desa Sukosari Lor ini.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Beberapa pekan belakangan, masa panen kebun kopi sudah selesai. Cuaca bagus mendukung kualitas produksi kopi Bondowoso. Meski memasuki akhir masa panen, kualitas kopi tak berubah meskipun sedikit mengurangi produktivitasnya.

Kini, cuaca di Bondowoso sudah mulai memasuki musim hujan. Bagi petani kopi, awal musim hujan menjadi salah satu cuaca yang ditunggu-tunggu. “Cuaca hujan ini malah yang kami tunggu-tunggu. Karena kami sudah mulai melakukan perawatan bertahap lagi,” ujar Suyitno, salah seorang petani kopi di Kecamatan Sukosari.

Menurut petani kopi yang sudah cukup berpengalaman ini, dia dan para pekerjanya fokus untuk terus melakukan perawatan kebun. “Seperti pembersihan gulma hingga pembersihan ranting-ranting yang kami rasa tidak lagi produktif,” jelas mantan polisi ini.

Awal musim hujan dan akhir musim hujan menjadi fase terbaik untuk melakukan pemupukan. Pria yang akrab disapa Yit ini mengatakan bahwa awal dan akhir musim hujan dimanfaatkan untuk pemupukan. “Beberapa hari belakangan ini kami sudah mulai proses pemupukan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Pria yang juga pernah menyabet sejumlah gelar di bidang komoditas kopi ini menambahkan, pembersihan ranting dan gulma sangatlah penting. “Kalau ada ranting yang menghambat tumbuhnya buah, tentu akan dibuang. Biasanya setengah bulan sudah tumbuh, ya, kami potong. Begitu pun untuk gulma,” pungkas pria yang berasal dari Desa Sukosari Lor ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/