alexametrics
24.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Sejuta Kepedulian untuk Veronica, Balita Usia 10 Bulan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dinas Sosial (Dinsos) Bondowoso tak ketinggalan langsung terjun ke lapangan untuk mendatangi balita berusia 10 bulan bernama Veronica, warga Dusun Gua, Desa Banyuwulu, Kecamatan Wringin, Sabtu (14/8) kemarin.

Veronica mendadak jadi buah bibir karena ibunya meninggal tiga bulan lalu dan ayahnya meninggal saat dia masih dalam kandungan. Kini, Vero tinggal di rumah yang berdiri di atas tanah kas desa bersama kakeknya yang tunadaksa, dan neneknya dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan.

Pj Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bondowoso Anisatul Hamida menerangkan, pihaknya datang bukan hanya memberikan bantuan sembako dan kebutuhan balita. Namun, lebih dari itu, Dinsos juga turun untuk memastikan terkait kondisi kesehatan si balita, pendidikan kakaknya, serta pemenuhan kependudukan keluarga seperti KTP ataupun kartu keluarganya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di lain sisi, pihaknya juga menanyakan kesanggupan kakek dan neneknya untuk mengasuh Veronica. “Untuk kelanjutan pengasuhan, nenek Veronica menyatakan sanggup untuk melakukan pengasuhan cucu dengan baik,” bebernya. Ketika diberikan penawaran untuk diadopsi atau diasuh di panti asuhan, yang bersangkutan keberatan. Ketika ditawari untuk tinggal di Panti Lansia UPT PSTW Sekarputih, lanjut dia, yang bersangkutan juga tidak berkenan dan akan tetap berdomisili di Desa Banyuwulu.

Dilanjutkan oleh Anis, pihaknya juga sudah memastikan bahwa keluarga tersebut telah terdata sebagai keluarga penerima manfaat (KPM) PKH. “Kami cek memang sudah ada bantuan PKH-nya, yang tahap dua memang sudah cair,” lanjutnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dinas Sosial (Dinsos) Bondowoso tak ketinggalan langsung terjun ke lapangan untuk mendatangi balita berusia 10 bulan bernama Veronica, warga Dusun Gua, Desa Banyuwulu, Kecamatan Wringin, Sabtu (14/8) kemarin.

Veronica mendadak jadi buah bibir karena ibunya meninggal tiga bulan lalu dan ayahnya meninggal saat dia masih dalam kandungan. Kini, Vero tinggal di rumah yang berdiri di atas tanah kas desa bersama kakeknya yang tunadaksa, dan neneknya dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan.

Pj Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bondowoso Anisatul Hamida menerangkan, pihaknya datang bukan hanya memberikan bantuan sembako dan kebutuhan balita. Namun, lebih dari itu, Dinsos juga turun untuk memastikan terkait kondisi kesehatan si balita, pendidikan kakaknya, serta pemenuhan kependudukan keluarga seperti KTP ataupun kartu keluarganya.

Di lain sisi, pihaknya juga menanyakan kesanggupan kakek dan neneknya untuk mengasuh Veronica. “Untuk kelanjutan pengasuhan, nenek Veronica menyatakan sanggup untuk melakukan pengasuhan cucu dengan baik,” bebernya. Ketika diberikan penawaran untuk diadopsi atau diasuh di panti asuhan, yang bersangkutan keberatan. Ketika ditawari untuk tinggal di Panti Lansia UPT PSTW Sekarputih, lanjut dia, yang bersangkutan juga tidak berkenan dan akan tetap berdomisili di Desa Banyuwulu.

Dilanjutkan oleh Anis, pihaknya juga sudah memastikan bahwa keluarga tersebut telah terdata sebagai keluarga penerima manfaat (KPM) PKH. “Kami cek memang sudah ada bantuan PKH-nya, yang tahap dua memang sudah cair,” lanjutnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dinas Sosial (Dinsos) Bondowoso tak ketinggalan langsung terjun ke lapangan untuk mendatangi balita berusia 10 bulan bernama Veronica, warga Dusun Gua, Desa Banyuwulu, Kecamatan Wringin, Sabtu (14/8) kemarin.

Veronica mendadak jadi buah bibir karena ibunya meninggal tiga bulan lalu dan ayahnya meninggal saat dia masih dalam kandungan. Kini, Vero tinggal di rumah yang berdiri di atas tanah kas desa bersama kakeknya yang tunadaksa, dan neneknya dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan.

Pj Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bondowoso Anisatul Hamida menerangkan, pihaknya datang bukan hanya memberikan bantuan sembako dan kebutuhan balita. Namun, lebih dari itu, Dinsos juga turun untuk memastikan terkait kondisi kesehatan si balita, pendidikan kakaknya, serta pemenuhan kependudukan keluarga seperti KTP ataupun kartu keluarganya.

Di lain sisi, pihaknya juga menanyakan kesanggupan kakek dan neneknya untuk mengasuh Veronica. “Untuk kelanjutan pengasuhan, nenek Veronica menyatakan sanggup untuk melakukan pengasuhan cucu dengan baik,” bebernya. Ketika diberikan penawaran untuk diadopsi atau diasuh di panti asuhan, yang bersangkutan keberatan. Ketika ditawari untuk tinggal di Panti Lansia UPT PSTW Sekarputih, lanjut dia, yang bersangkutan juga tidak berkenan dan akan tetap berdomisili di Desa Banyuwulu.

Dilanjutkan oleh Anis, pihaknya juga sudah memastikan bahwa keluarga tersebut telah terdata sebagai keluarga penerima manfaat (KPM) PKH. “Kami cek memang sudah ada bantuan PKH-nya, yang tahap dua memang sudah cair,” lanjutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/