alexametrics
22.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

OPD Baru Tahu Persoalan Gaji Buruh BIP

Hanya Pernah Laporan Soal THR

Mobile_AP_Rectangle 1

BADEAN, Radar Ijen – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP-Naker) dan Tenaga Kerja ternyata kecolongan informasi terkait hak ratusan buruh pabrik yang tak dibayar. Seperti diketahui, beberapa hari lalu buruh pabrik PT Indah Plywood Bondowoso (BIP) melakukan demo, lantaran mendapatkan pemotongan gaji sebesar 25 persen.

BACA JUGA : Jajal Latihan di Arena Indoor

Sebab, pihak dinas hanya mengetahui, pihak pekerja memberikan laporan soal tunjangan hari raya (THR) saja. Hal itu diungkapkan oleh  Kepala DPMPTSP dan Tenaga Kerja Nunung Setianingsih. Dirinya mengatakan, para pekerja BIP hanya melakukan pengaduan ke DPMPTSP-Naker bukan persoalan gaji. Melainkan tidak cairnya THR Lebaran lalu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Nunung menjelaskan bahwa para pekerja BIP sebenarnya sudah diberi arahan sesuai prosedur pengaduan bila ada hak-haknya yang tidak dilaksanakan. Yakni, dengan membuat kronologis persoalan sampai administrasi lainnya.

“Para pekerja belum mengadu secara administrasi. Mereka datang hanya dengan bukti tabungan dan keluh kesah. Sudah kami arahkan sesuai prosedur, bagaimana pengadu dari pihak pekerja itu mengadukan pihak perusahaannya,” ujarnya.

Padahal pengaduan tersebut datang sebelum Hari Raya Idul Fitri lalu. Namun, menurut Nunung, para pekerja tak kembali lagi ke dinas untuk memenuhi persyaratan dengan prosedur yang berlaku.

- Advertisement -

BADEAN, Radar Ijen – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP-Naker) dan Tenaga Kerja ternyata kecolongan informasi terkait hak ratusan buruh pabrik yang tak dibayar. Seperti diketahui, beberapa hari lalu buruh pabrik PT Indah Plywood Bondowoso (BIP) melakukan demo, lantaran mendapatkan pemotongan gaji sebesar 25 persen.

BACA JUGA : Jajal Latihan di Arena Indoor

Sebab, pihak dinas hanya mengetahui, pihak pekerja memberikan laporan soal tunjangan hari raya (THR) saja. Hal itu diungkapkan oleh  Kepala DPMPTSP dan Tenaga Kerja Nunung Setianingsih. Dirinya mengatakan, para pekerja BIP hanya melakukan pengaduan ke DPMPTSP-Naker bukan persoalan gaji. Melainkan tidak cairnya THR Lebaran lalu.

Nunung menjelaskan bahwa para pekerja BIP sebenarnya sudah diberi arahan sesuai prosedur pengaduan bila ada hak-haknya yang tidak dilaksanakan. Yakni, dengan membuat kronologis persoalan sampai administrasi lainnya.

“Para pekerja belum mengadu secara administrasi. Mereka datang hanya dengan bukti tabungan dan keluh kesah. Sudah kami arahkan sesuai prosedur, bagaimana pengadu dari pihak pekerja itu mengadukan pihak perusahaannya,” ujarnya.

Padahal pengaduan tersebut datang sebelum Hari Raya Idul Fitri lalu. Namun, menurut Nunung, para pekerja tak kembali lagi ke dinas untuk memenuhi persyaratan dengan prosedur yang berlaku.

BADEAN, Radar Ijen – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP-Naker) dan Tenaga Kerja ternyata kecolongan informasi terkait hak ratusan buruh pabrik yang tak dibayar. Seperti diketahui, beberapa hari lalu buruh pabrik PT Indah Plywood Bondowoso (BIP) melakukan demo, lantaran mendapatkan pemotongan gaji sebesar 25 persen.

BACA JUGA : Jajal Latihan di Arena Indoor

Sebab, pihak dinas hanya mengetahui, pihak pekerja memberikan laporan soal tunjangan hari raya (THR) saja. Hal itu diungkapkan oleh  Kepala DPMPTSP dan Tenaga Kerja Nunung Setianingsih. Dirinya mengatakan, para pekerja BIP hanya melakukan pengaduan ke DPMPTSP-Naker bukan persoalan gaji. Melainkan tidak cairnya THR Lebaran lalu.

Nunung menjelaskan bahwa para pekerja BIP sebenarnya sudah diberi arahan sesuai prosedur pengaduan bila ada hak-haknya yang tidak dilaksanakan. Yakni, dengan membuat kronologis persoalan sampai administrasi lainnya.

“Para pekerja belum mengadu secara administrasi. Mereka datang hanya dengan bukti tabungan dan keluh kesah. Sudah kami arahkan sesuai prosedur, bagaimana pengadu dari pihak pekerja itu mengadukan pihak perusahaannya,” ujarnya.

Padahal pengaduan tersebut datang sebelum Hari Raya Idul Fitri lalu. Namun, menurut Nunung, para pekerja tak kembali lagi ke dinas untuk memenuhi persyaratan dengan prosedur yang berlaku.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/