alexametrics
27.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Tim Pemakaman sampai Tidur di Emperan

Mobile_AP_Rectangle 1

Diceritakannya, pernah suatu ketika timnya dikabari ada korban meninggal akibat Covid-19 sekitar pukul 19.00. Purwadi kemudian memanggil tim untuk segera menuju rumah sakit dengan APD lengkap. Selang 30 menit kemudian, timnya sudah berada di rumah sakit dan siap untuk melakukan proses penguburan. Ternyata, saat sudah sampai, tidak ada yang mau menggali kuburan untuk jenazah tersebut. Baru kira-kira pukul satu malam ada yang bersedia untuk menggali kubur. Pukul empat subuh, proses penggalian baru selesai dilakukan.

Setelah mendapat informasi sudah selesai, dirinya membangunkan rekan-rekannya yang tertidur agar bersiap berangkat ke lokasi pemakaman didampingi pihak keamanan. Meski dengan badan yang lelah karena lama menunggu, pihaknya tetap semangat. “Teman-teman waktu itu sampai tidur di emperan. Mau bagaimana lagi,” ungkap pria yang akrab disapa Pak Pur itu.

Hal tersebut menjadi pengalaman yang tidak bisa dilupakan oleh timnya. Apalagi tugas yang diemban tidak mengenal waktu. Begitu ada informasi terkait jenazah yang akan dikuburkan, maka secara sigap harus bergegas.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jurnalis: mg3
Fotografer: Istimewa
Editor: Solikhul Huda

- Advertisement -

Diceritakannya, pernah suatu ketika timnya dikabari ada korban meninggal akibat Covid-19 sekitar pukul 19.00. Purwadi kemudian memanggil tim untuk segera menuju rumah sakit dengan APD lengkap. Selang 30 menit kemudian, timnya sudah berada di rumah sakit dan siap untuk melakukan proses penguburan. Ternyata, saat sudah sampai, tidak ada yang mau menggali kuburan untuk jenazah tersebut. Baru kira-kira pukul satu malam ada yang bersedia untuk menggali kubur. Pukul empat subuh, proses penggalian baru selesai dilakukan.

Setelah mendapat informasi sudah selesai, dirinya membangunkan rekan-rekannya yang tertidur agar bersiap berangkat ke lokasi pemakaman didampingi pihak keamanan. Meski dengan badan yang lelah karena lama menunggu, pihaknya tetap semangat. “Teman-teman waktu itu sampai tidur di emperan. Mau bagaimana lagi,” ungkap pria yang akrab disapa Pak Pur itu.

Hal tersebut menjadi pengalaman yang tidak bisa dilupakan oleh timnya. Apalagi tugas yang diemban tidak mengenal waktu. Begitu ada informasi terkait jenazah yang akan dikuburkan, maka secara sigap harus bergegas.

Jurnalis: mg3
Fotografer: Istimewa
Editor: Solikhul Huda

Diceritakannya, pernah suatu ketika timnya dikabari ada korban meninggal akibat Covid-19 sekitar pukul 19.00. Purwadi kemudian memanggil tim untuk segera menuju rumah sakit dengan APD lengkap. Selang 30 menit kemudian, timnya sudah berada di rumah sakit dan siap untuk melakukan proses penguburan. Ternyata, saat sudah sampai, tidak ada yang mau menggali kuburan untuk jenazah tersebut. Baru kira-kira pukul satu malam ada yang bersedia untuk menggali kubur. Pukul empat subuh, proses penggalian baru selesai dilakukan.

Setelah mendapat informasi sudah selesai, dirinya membangunkan rekan-rekannya yang tertidur agar bersiap berangkat ke lokasi pemakaman didampingi pihak keamanan. Meski dengan badan yang lelah karena lama menunggu, pihaknya tetap semangat. “Teman-teman waktu itu sampai tidur di emperan. Mau bagaimana lagi,” ungkap pria yang akrab disapa Pak Pur itu.

Hal tersebut menjadi pengalaman yang tidak bisa dilupakan oleh timnya. Apalagi tugas yang diemban tidak mengenal waktu. Begitu ada informasi terkait jenazah yang akan dikuburkan, maka secara sigap harus bergegas.

Jurnalis: mg3
Fotografer: Istimewa
Editor: Solikhul Huda

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/