alexametrics
27.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Refocusing Ganggu Pembangunan Infrastruktur

Wabup Pastikan Tak Ganggu Visi Misi Bupati

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bondowoso terkendala refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat dalam monitoring dan evaluasi (monev) ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bondowoso, kemarin (15/6).

Wabup Irwan memastikan adanya refocusing tidak mengganggu pelaksanaan visi dan misi bupati. Untuk itu, dirinya melihat langsung penerjemahan visi dan misi bupati yang diaplikasikan dalam rencana kerja (renja) Dinas PUPR. “Apakah fokus dan lokus PUPR sesuai dengan tema RKPD (rencana kerja pembangunan daerah, Red). Alhamdulillah semuanya sudah sesuai,” katanya.

Diungkapkannya, adanya refocusing memang mengganggu pembangunan infrastruktur di Bondowoso. Apalagi, tahun ini Dinas PUPR mengalami refocusing anggaran cukup banyak. Yakni sebanyak Rp 18 miliar lebih. Hal tersebut membuat pembangunan infrastruktur hanya dilakukan pada yang bersifat skala prioritas. Tentu menyesuaikan dengan tema RKPJ yang sudah dibuat sebelumnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Skala prioritas yang dimaksud adalah infrastruktur yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat dalam suatu wilayah. Hal itu menjadi perhatian bagi pihaknya. “Jangan sampai mengganggu infrastruktur yang berkaitan dengan penunjang ekonomi. Karena kita menuju kemandirian ekonomi,” tegasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bondowoso terkendala refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat dalam monitoring dan evaluasi (monev) ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bondowoso, kemarin (15/6).

Wabup Irwan memastikan adanya refocusing tidak mengganggu pelaksanaan visi dan misi bupati. Untuk itu, dirinya melihat langsung penerjemahan visi dan misi bupati yang diaplikasikan dalam rencana kerja (renja) Dinas PUPR. “Apakah fokus dan lokus PUPR sesuai dengan tema RKPD (rencana kerja pembangunan daerah, Red). Alhamdulillah semuanya sudah sesuai,” katanya.

Diungkapkannya, adanya refocusing memang mengganggu pembangunan infrastruktur di Bondowoso. Apalagi, tahun ini Dinas PUPR mengalami refocusing anggaran cukup banyak. Yakni sebanyak Rp 18 miliar lebih. Hal tersebut membuat pembangunan infrastruktur hanya dilakukan pada yang bersifat skala prioritas. Tentu menyesuaikan dengan tema RKPJ yang sudah dibuat sebelumnya.

Skala prioritas yang dimaksud adalah infrastruktur yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat dalam suatu wilayah. Hal itu menjadi perhatian bagi pihaknya. “Jangan sampai mengganggu infrastruktur yang berkaitan dengan penunjang ekonomi. Karena kita menuju kemandirian ekonomi,” tegasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bondowoso terkendala refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat dalam monitoring dan evaluasi (monev) ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bondowoso, kemarin (15/6).

Wabup Irwan memastikan adanya refocusing tidak mengganggu pelaksanaan visi dan misi bupati. Untuk itu, dirinya melihat langsung penerjemahan visi dan misi bupati yang diaplikasikan dalam rencana kerja (renja) Dinas PUPR. “Apakah fokus dan lokus PUPR sesuai dengan tema RKPD (rencana kerja pembangunan daerah, Red). Alhamdulillah semuanya sudah sesuai,” katanya.

Diungkapkannya, adanya refocusing memang mengganggu pembangunan infrastruktur di Bondowoso. Apalagi, tahun ini Dinas PUPR mengalami refocusing anggaran cukup banyak. Yakni sebanyak Rp 18 miliar lebih. Hal tersebut membuat pembangunan infrastruktur hanya dilakukan pada yang bersifat skala prioritas. Tentu menyesuaikan dengan tema RKPJ yang sudah dibuat sebelumnya.

Skala prioritas yang dimaksud adalah infrastruktur yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat dalam suatu wilayah. Hal itu menjadi perhatian bagi pihaknya. “Jangan sampai mengganggu infrastruktur yang berkaitan dengan penunjang ekonomi. Karena kita menuju kemandirian ekonomi,” tegasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/