alexametrics
27.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Tak Direstui Pengurus PPDI Berangkat ke Jakarta

Masih Ingin Bertemu Artis dan Anies Baswedan

Mobile_AP_Rectangle 1

Sementara itu, Siddik, ketika dihubungi melalui sambungan telepon, mengaku bahwa niat ke Jakarta bertemu dengan artis untuk membantu rekan-rekannya sesama disabilitas. “Memang saya niat pribadi ingin bantu anak-anak anggota,” katanya.

Disinggung mengenai niat pribadi meminta modal usaha Rp 10 juta itu, Siddik secara spontan mengatakan nominal tersebut. “Saya bilang pertamanya, seikhlasnya Mas Baim ngasih berapa. Dipancing-pancing minimal berapa nominalnya untuk modal. Akhirnya terceletuk Rp 10 juta itu,” ucap Siddik.

Siddik pun mengakui bahwa surat yang diberikan kepada Baim Wong adalah buatannya. Beserta tanda tangannya. Bahkan, Siddik kini masih berada di Jakarta. Dan rencananya masih beberapa hari ke depan bertahan di sana. Terlebih, Siddik mengaku dirinya memiliki niat menemui sejumlah artis top. “Siapa saja nanti ke artis. Pengennya ke Anies Baswedan, tapi kapan hari sudah terlalu malam,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Rozi menambahkan, apa yang dilakukan anggotanya tersebut adalah sebuah blunder dan tak mencerminkan semangat PPDI. Sebab, penyandang disabilitas harus tetap memiliki daya saing tersendiri di dunia kerja, meskipun dengan keterbatasan. “Semangatnya ya mandiri. Tetapi, kami juga harus diperhatikan, salah satunya dengan bantuan. Tapi apa yang dilakukan Siddik itu tetap salah. Caranya salah, tapi niat dan semangatnya memperjuangkan rekan-rekannya bagus,” imbuh Rozi.

Viralnya polemik tersebut menjadi pembelajaran tersendiri bagi organisasi PPDI Bondowoso yang baru berdiri akhir tahun 2019 lalu. “Terkait masalah bantuan ini, mudah-mudahan jadi pembelajaran bagi organisasi kami. Kami di sini bukan untuk meminta-minta. Kami juga punya kemampuan tersendiri meskipun pekerjaan kami juga tidak sama dengan lainnya,” pungkasnya.

Jurnalis: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Muchammad Ainul Budi
Editor: Solikhul Huda

- Advertisement -

Sementara itu, Siddik, ketika dihubungi melalui sambungan telepon, mengaku bahwa niat ke Jakarta bertemu dengan artis untuk membantu rekan-rekannya sesama disabilitas. “Memang saya niat pribadi ingin bantu anak-anak anggota,” katanya.

Disinggung mengenai niat pribadi meminta modal usaha Rp 10 juta itu, Siddik secara spontan mengatakan nominal tersebut. “Saya bilang pertamanya, seikhlasnya Mas Baim ngasih berapa. Dipancing-pancing minimal berapa nominalnya untuk modal. Akhirnya terceletuk Rp 10 juta itu,” ucap Siddik.

Siddik pun mengakui bahwa surat yang diberikan kepada Baim Wong adalah buatannya. Beserta tanda tangannya. Bahkan, Siddik kini masih berada di Jakarta. Dan rencananya masih beberapa hari ke depan bertahan di sana. Terlebih, Siddik mengaku dirinya memiliki niat menemui sejumlah artis top. “Siapa saja nanti ke artis. Pengennya ke Anies Baswedan, tapi kapan hari sudah terlalu malam,” ucapnya.

Rozi menambahkan, apa yang dilakukan anggotanya tersebut adalah sebuah blunder dan tak mencerminkan semangat PPDI. Sebab, penyandang disabilitas harus tetap memiliki daya saing tersendiri di dunia kerja, meskipun dengan keterbatasan. “Semangatnya ya mandiri. Tetapi, kami juga harus diperhatikan, salah satunya dengan bantuan. Tapi apa yang dilakukan Siddik itu tetap salah. Caranya salah, tapi niat dan semangatnya memperjuangkan rekan-rekannya bagus,” imbuh Rozi.

Viralnya polemik tersebut menjadi pembelajaran tersendiri bagi organisasi PPDI Bondowoso yang baru berdiri akhir tahun 2019 lalu. “Terkait masalah bantuan ini, mudah-mudahan jadi pembelajaran bagi organisasi kami. Kami di sini bukan untuk meminta-minta. Kami juga punya kemampuan tersendiri meskipun pekerjaan kami juga tidak sama dengan lainnya,” pungkasnya.

Jurnalis: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Muchammad Ainul Budi
Editor: Solikhul Huda

Sementara itu, Siddik, ketika dihubungi melalui sambungan telepon, mengaku bahwa niat ke Jakarta bertemu dengan artis untuk membantu rekan-rekannya sesama disabilitas. “Memang saya niat pribadi ingin bantu anak-anak anggota,” katanya.

Disinggung mengenai niat pribadi meminta modal usaha Rp 10 juta itu, Siddik secara spontan mengatakan nominal tersebut. “Saya bilang pertamanya, seikhlasnya Mas Baim ngasih berapa. Dipancing-pancing minimal berapa nominalnya untuk modal. Akhirnya terceletuk Rp 10 juta itu,” ucap Siddik.

Siddik pun mengakui bahwa surat yang diberikan kepada Baim Wong adalah buatannya. Beserta tanda tangannya. Bahkan, Siddik kini masih berada di Jakarta. Dan rencananya masih beberapa hari ke depan bertahan di sana. Terlebih, Siddik mengaku dirinya memiliki niat menemui sejumlah artis top. “Siapa saja nanti ke artis. Pengennya ke Anies Baswedan, tapi kapan hari sudah terlalu malam,” ucapnya.

Rozi menambahkan, apa yang dilakukan anggotanya tersebut adalah sebuah blunder dan tak mencerminkan semangat PPDI. Sebab, penyandang disabilitas harus tetap memiliki daya saing tersendiri di dunia kerja, meskipun dengan keterbatasan. “Semangatnya ya mandiri. Tetapi, kami juga harus diperhatikan, salah satunya dengan bantuan. Tapi apa yang dilakukan Siddik itu tetap salah. Caranya salah, tapi niat dan semangatnya memperjuangkan rekan-rekannya bagus,” imbuh Rozi.

Viralnya polemik tersebut menjadi pembelajaran tersendiri bagi organisasi PPDI Bondowoso yang baru berdiri akhir tahun 2019 lalu. “Terkait masalah bantuan ini, mudah-mudahan jadi pembelajaran bagi organisasi kami. Kami di sini bukan untuk meminta-minta. Kami juga punya kemampuan tersendiri meskipun pekerjaan kami juga tidak sama dengan lainnya,” pungkasnya.

Jurnalis: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Muchammad Ainul Budi
Editor: Solikhul Huda

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/