alexametrics
22.8 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Tak Direstui Pengurus PPDI Berangkat ke Jakarta

Masih Ingin Bertemu Artis dan Anies Baswedan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Bondowoso akhirnya memberikan klarifikasi terkait video viral salah satu anggotanya yang meminta bantuan dana sosial kepada artis ibu kota, Baim Wong, beberapa hari lalu.

Dua video yang diunggah di akun YouTube Baim Wong itu mengundang banyak perhatian. Terutama di Bondowoso. Sebab, nama Bondowoso pun disebut-sebut dalam video tersebut. Terlebih, menurut Siddik, anggota PPDI yang ada dalam video Baim tersebut, disabilitas Bondowoso tak diberi bantuan oleh Pemerintah Kabupaten.

Kemarin, Jawa Pos Radar Ijen akhirnya bertemu langsung dengan Fathorrozi, Ketua PPDI Bondowoso, di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari. Menurut pria yang akrab disapa Rozi ini, Siddik berangkat ke Jakarta tanpa persetujuan pengurus PPDI. Terlebih, tidak mendapatkan restu dari pendamping PPDI, yakni Merry Dian.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Dia (Siddik, Red) berangkat ke Jakarta tidak konfirmasi ke saya dan teman-teman. Tapi sebelumnya, Siddik memang punya niat ke Jakarta, karena menurutnya di Bondowoso susah mendapatkan bantuan,” kata Rozi.

Dalam video Baim Wong, Rozi sempat ditelepon langsung oleh Baim. Sebagai kroscek, apakah benar dirinya menjabat sebagai ketua disabilitas di Bondowoso, dan Siddik sebagai bendaharanya. “Saya kaget ditelepon itu. Ya, saya ngomong apa adanya,” lanjut Rozi.

Lebih lanjut, menurut Rozi, Siddik kemungkinan juga tertekan atas permintaan anggota yang terus menanyakan bantuan dan pelatihan kerja. Selain itu, surat yang mengatasnamakan komunitas disabilitas Bondowoso yang diberikan kepada Baim Wong, Rozi pun menepisnya. “Itu murni bikinan Siddik. Bukan resmi dari PPDI,” katanya.

Rozi juga mengutarakan kekecewaannya kepada Siddik. Sebab, kepentingan pribadinya meminta bantuan modal kepada Baim Wong dengan nominal Rp 10 juta untuk usaha tembakau. “Kalau memang atas nama disabilitas, ya harusnya seikhlasnya. Harus mengesampingkan kepentingan pribadi. Tentu sangat disayangkan,” beber Rozi.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Bondowoso akhirnya memberikan klarifikasi terkait video viral salah satu anggotanya yang meminta bantuan dana sosial kepada artis ibu kota, Baim Wong, beberapa hari lalu.

Dua video yang diunggah di akun YouTube Baim Wong itu mengundang banyak perhatian. Terutama di Bondowoso. Sebab, nama Bondowoso pun disebut-sebut dalam video tersebut. Terlebih, menurut Siddik, anggota PPDI yang ada dalam video Baim tersebut, disabilitas Bondowoso tak diberi bantuan oleh Pemerintah Kabupaten.

Kemarin, Jawa Pos Radar Ijen akhirnya bertemu langsung dengan Fathorrozi, Ketua PPDI Bondowoso, di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari. Menurut pria yang akrab disapa Rozi ini, Siddik berangkat ke Jakarta tanpa persetujuan pengurus PPDI. Terlebih, tidak mendapatkan restu dari pendamping PPDI, yakni Merry Dian.

“Dia (Siddik, Red) berangkat ke Jakarta tidak konfirmasi ke saya dan teman-teman. Tapi sebelumnya, Siddik memang punya niat ke Jakarta, karena menurutnya di Bondowoso susah mendapatkan bantuan,” kata Rozi.

Dalam video Baim Wong, Rozi sempat ditelepon langsung oleh Baim. Sebagai kroscek, apakah benar dirinya menjabat sebagai ketua disabilitas di Bondowoso, dan Siddik sebagai bendaharanya. “Saya kaget ditelepon itu. Ya, saya ngomong apa adanya,” lanjut Rozi.

Lebih lanjut, menurut Rozi, Siddik kemungkinan juga tertekan atas permintaan anggota yang terus menanyakan bantuan dan pelatihan kerja. Selain itu, surat yang mengatasnamakan komunitas disabilitas Bondowoso yang diberikan kepada Baim Wong, Rozi pun menepisnya. “Itu murni bikinan Siddik. Bukan resmi dari PPDI,” katanya.

Rozi juga mengutarakan kekecewaannya kepada Siddik. Sebab, kepentingan pribadinya meminta bantuan modal kepada Baim Wong dengan nominal Rp 10 juta untuk usaha tembakau. “Kalau memang atas nama disabilitas, ya harusnya seikhlasnya. Harus mengesampingkan kepentingan pribadi. Tentu sangat disayangkan,” beber Rozi.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Bondowoso akhirnya memberikan klarifikasi terkait video viral salah satu anggotanya yang meminta bantuan dana sosial kepada artis ibu kota, Baim Wong, beberapa hari lalu.

Dua video yang diunggah di akun YouTube Baim Wong itu mengundang banyak perhatian. Terutama di Bondowoso. Sebab, nama Bondowoso pun disebut-sebut dalam video tersebut. Terlebih, menurut Siddik, anggota PPDI yang ada dalam video Baim tersebut, disabilitas Bondowoso tak diberi bantuan oleh Pemerintah Kabupaten.

Kemarin, Jawa Pos Radar Ijen akhirnya bertemu langsung dengan Fathorrozi, Ketua PPDI Bondowoso, di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari. Menurut pria yang akrab disapa Rozi ini, Siddik berangkat ke Jakarta tanpa persetujuan pengurus PPDI. Terlebih, tidak mendapatkan restu dari pendamping PPDI, yakni Merry Dian.

“Dia (Siddik, Red) berangkat ke Jakarta tidak konfirmasi ke saya dan teman-teman. Tapi sebelumnya, Siddik memang punya niat ke Jakarta, karena menurutnya di Bondowoso susah mendapatkan bantuan,” kata Rozi.

Dalam video Baim Wong, Rozi sempat ditelepon langsung oleh Baim. Sebagai kroscek, apakah benar dirinya menjabat sebagai ketua disabilitas di Bondowoso, dan Siddik sebagai bendaharanya. “Saya kaget ditelepon itu. Ya, saya ngomong apa adanya,” lanjut Rozi.

Lebih lanjut, menurut Rozi, Siddik kemungkinan juga tertekan atas permintaan anggota yang terus menanyakan bantuan dan pelatihan kerja. Selain itu, surat yang mengatasnamakan komunitas disabilitas Bondowoso yang diberikan kepada Baim Wong, Rozi pun menepisnya. “Itu murni bikinan Siddik. Bukan resmi dari PPDI,” katanya.

Rozi juga mengutarakan kekecewaannya kepada Siddik. Sebab, kepentingan pribadinya meminta bantuan modal kepada Baim Wong dengan nominal Rp 10 juta untuk usaha tembakau. “Kalau memang atas nama disabilitas, ya harusnya seikhlasnya. Harus mengesampingkan kepentingan pribadi. Tentu sangat disayangkan,” beber Rozi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/