alexametrics
27.9 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Potensi Megalitikum Bondowoso, Ada 1400 Batu Cagar Budaya

Diteliti sejak 1898

Mobile_AP_Rectangle 1

Pada sisi lain, tak jarang dirinya juga menemukan kondisi cagar budaya yang telah rusak. Salah satunya sarkofagus. “Rusaknya itu terdapat lubang. Memang dulu ada pencuri yang ingin mengambil benda di dalam sarkofagus,” paparnya.

Dia menjelaskan, orang dulu itu bila telah tiada juga membawa bekal sewaktu hidup. “Seperti senjata, alat-alat yang sering dipakai, hingga perhiasan,” paparnya. Oleh karena hal tersebut, sampai saat ini cagar budaya diadakan penjagaan secara ketat.

Hery menyampaikan, setiap cagar budaya yang ada di Bondowoso ada penjaganya. Dirinya menyebutnya sebagai juru pelihara (jupel). Penjagaan tersebut dilakukan agar warisan nenek moyang itu tetap terawat hingga saat ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hery menuturkan, ada sekitar 1400 batu megalitikum yang saat ini dipelihara dan dilakukan perawatan secara terus-menerus. Sementara, ada 46 orang yang dijadikan juru pelihara untuk melakukan perawatan, baik itu status aparatur sipil negara (ASN) maupun honorer.

Dirinya akan tetap menjaga dan mengontrol kondisi cagar budaya melalui laporan yang diberikan juru pelihara dalam setiap bulannya. “Termasuk dalam memindahkan batu, tidak boleh sembarangan, karena ada peraturannya,” pungkasnya. (mg5/c2/dwi)

- Advertisement -

Pada sisi lain, tak jarang dirinya juga menemukan kondisi cagar budaya yang telah rusak. Salah satunya sarkofagus. “Rusaknya itu terdapat lubang. Memang dulu ada pencuri yang ingin mengambil benda di dalam sarkofagus,” paparnya.

Dia menjelaskan, orang dulu itu bila telah tiada juga membawa bekal sewaktu hidup. “Seperti senjata, alat-alat yang sering dipakai, hingga perhiasan,” paparnya. Oleh karena hal tersebut, sampai saat ini cagar budaya diadakan penjagaan secara ketat.

Hery menyampaikan, setiap cagar budaya yang ada di Bondowoso ada penjaganya. Dirinya menyebutnya sebagai juru pelihara (jupel). Penjagaan tersebut dilakukan agar warisan nenek moyang itu tetap terawat hingga saat ini.

Hery menuturkan, ada sekitar 1400 batu megalitikum yang saat ini dipelihara dan dilakukan perawatan secara terus-menerus. Sementara, ada 46 orang yang dijadikan juru pelihara untuk melakukan perawatan, baik itu status aparatur sipil negara (ASN) maupun honorer.

Dirinya akan tetap menjaga dan mengontrol kondisi cagar budaya melalui laporan yang diberikan juru pelihara dalam setiap bulannya. “Termasuk dalam memindahkan batu, tidak boleh sembarangan, karena ada peraturannya,” pungkasnya. (mg5/c2/dwi)

Pada sisi lain, tak jarang dirinya juga menemukan kondisi cagar budaya yang telah rusak. Salah satunya sarkofagus. “Rusaknya itu terdapat lubang. Memang dulu ada pencuri yang ingin mengambil benda di dalam sarkofagus,” paparnya.

Dia menjelaskan, orang dulu itu bila telah tiada juga membawa bekal sewaktu hidup. “Seperti senjata, alat-alat yang sering dipakai, hingga perhiasan,” paparnya. Oleh karena hal tersebut, sampai saat ini cagar budaya diadakan penjagaan secara ketat.

Hery menyampaikan, setiap cagar budaya yang ada di Bondowoso ada penjaganya. Dirinya menyebutnya sebagai juru pelihara (jupel). Penjagaan tersebut dilakukan agar warisan nenek moyang itu tetap terawat hingga saat ini.

Hery menuturkan, ada sekitar 1400 batu megalitikum yang saat ini dipelihara dan dilakukan perawatan secara terus-menerus. Sementara, ada 46 orang yang dijadikan juru pelihara untuk melakukan perawatan, baik itu status aparatur sipil negara (ASN) maupun honorer.

Dirinya akan tetap menjaga dan mengontrol kondisi cagar budaya melalui laporan yang diberikan juru pelihara dalam setiap bulannya. “Termasuk dalam memindahkan batu, tidak boleh sembarangan, karena ada peraturannya,” pungkasnya. (mg5/c2/dwi)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/