alexametrics
24.1 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Jelang Lebaran, Gak Mudah Masuk Curahdami

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Terus perang melawan Covid-19. Itulah yang dilakukan pemerintah. Termasuk di Kecamatan Curahdami. Pemerintah pusat telah menetapkan larangan mudik 6-17 Mei 2021. Ketika masa ini, masyarakat tidak mudah masuk Curahdami.

Sebab, petugas akan menerapkan screening kesehatan maksimal. “Tanggal 6 sampai 17 mei itu, orang yang masuk ke Curahdami akan kami cek atau kami tanyakan betul-betul terkait dengan KTP-nya. Juga apa sudah rapid test, antigen, ataupun swab,” ungkap Dodik Siregar, Camat Curahdami.

Hal tersebut sebagai salah satu langkah antisipasi agar setiap orang yang mau masuk ke kecamatan ini dipastikan benar-benar sehat. Sehingga kecamatannya tetap dalam zona hijau serta tidak muncul klaster-klaster baru akibat mudik Lebaran.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jika ada warga pendatang yang terkonfirmasi positif atau reaktif, maka orang tersebut harus melakukan isolasi. Jika tidak memungkinkan, maka pihak puskesmas setempat akan melakukan tindakan. Kemudian, jika dibutuhkan, maka orang tersebut harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Dijelaskannya, sudah ada tim khusus dalam struktur PPKM tingkat desa yang bertugas memantau setiap warga yang datang. “Dari Pak Kasun (kepala dusun, Red) membawahi ke RT nanti, yang akan melaksanakan pemantauan di bawah. Karena mereka memang yang terlibat langsung di bawah,” jelasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Terus perang melawan Covid-19. Itulah yang dilakukan pemerintah. Termasuk di Kecamatan Curahdami. Pemerintah pusat telah menetapkan larangan mudik 6-17 Mei 2021. Ketika masa ini, masyarakat tidak mudah masuk Curahdami.

Sebab, petugas akan menerapkan screening kesehatan maksimal. “Tanggal 6 sampai 17 mei itu, orang yang masuk ke Curahdami akan kami cek atau kami tanyakan betul-betul terkait dengan KTP-nya. Juga apa sudah rapid test, antigen, ataupun swab,” ungkap Dodik Siregar, Camat Curahdami.

Hal tersebut sebagai salah satu langkah antisipasi agar setiap orang yang mau masuk ke kecamatan ini dipastikan benar-benar sehat. Sehingga kecamatannya tetap dalam zona hijau serta tidak muncul klaster-klaster baru akibat mudik Lebaran.

Jika ada warga pendatang yang terkonfirmasi positif atau reaktif, maka orang tersebut harus melakukan isolasi. Jika tidak memungkinkan, maka pihak puskesmas setempat akan melakukan tindakan. Kemudian, jika dibutuhkan, maka orang tersebut harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Dijelaskannya, sudah ada tim khusus dalam struktur PPKM tingkat desa yang bertugas memantau setiap warga yang datang. “Dari Pak Kasun (kepala dusun, Red) membawahi ke RT nanti, yang akan melaksanakan pemantauan di bawah. Karena mereka memang yang terlibat langsung di bawah,” jelasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Terus perang melawan Covid-19. Itulah yang dilakukan pemerintah. Termasuk di Kecamatan Curahdami. Pemerintah pusat telah menetapkan larangan mudik 6-17 Mei 2021. Ketika masa ini, masyarakat tidak mudah masuk Curahdami.

Sebab, petugas akan menerapkan screening kesehatan maksimal. “Tanggal 6 sampai 17 mei itu, orang yang masuk ke Curahdami akan kami cek atau kami tanyakan betul-betul terkait dengan KTP-nya. Juga apa sudah rapid test, antigen, ataupun swab,” ungkap Dodik Siregar, Camat Curahdami.

Hal tersebut sebagai salah satu langkah antisipasi agar setiap orang yang mau masuk ke kecamatan ini dipastikan benar-benar sehat. Sehingga kecamatannya tetap dalam zona hijau serta tidak muncul klaster-klaster baru akibat mudik Lebaran.

Jika ada warga pendatang yang terkonfirmasi positif atau reaktif, maka orang tersebut harus melakukan isolasi. Jika tidak memungkinkan, maka pihak puskesmas setempat akan melakukan tindakan. Kemudian, jika dibutuhkan, maka orang tersebut harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Dijelaskannya, sudah ada tim khusus dalam struktur PPKM tingkat desa yang bertugas memantau setiap warga yang datang. “Dari Pak Kasun (kepala dusun, Red) membawahi ke RT nanti, yang akan melaksanakan pemantauan di bawah. Karena mereka memang yang terlibat langsung di bawah,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/