alexametrics
25 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Enam Ribu Lebih Gagal Verfak

Dari Kuota PKH Plus untuk Bondowoso

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Baru-baru ini, ada kuota 10 ribu Program Keluarga Harapan (PKH) Plus dari Provinsi Jawa Timur untuk Bondowoso. Berikutnya, Dinas Sosial melakukan verifikasi. Ternyata yang lolos hanya 3.468. Sebanyak 6.532 lainnya tidak lolos verifikasi faktual.

Plt Kepala Dinsos Saefuddin Suhri mengatakan, PKH Plus merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang diperuntukkan bagi keluarga penerima manfaat (KPM) dengan usia 70 tahun ke atas (lansia). Kuota untuk penerima bantuan ini sebenarnya sebanyak 10 ribu KPM. Tetapi, setelah dilakukan verifikasi, hanya 3.468 KPM saja yang bisa menerima bantuan ini.

“Orangnya sudah tidak ada, meninggal gitu. Sementara data di provinsi belum di-update. Kemudian, ada sebagian yang pindah domisili ke luar kabupaten. Terus, ada yang dobel, atas nama istrinya dan atas nama suaminya. Kan gak boleh, maka harus salah satu,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Data lansia tergolong data yang riskan dan harus selalu di-update. Hal ini erat kaitannya dengan usia dari calon penerima bantuan. Dari 3.468 KPM saja, ada 70 orang meninggal dunia. Jika seperti ini, ada beberapa orang yang bisa menerima bantuan dengan digantikan ahli waris. Kemudian, adanya yang harus dicoret.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Baru-baru ini, ada kuota 10 ribu Program Keluarga Harapan (PKH) Plus dari Provinsi Jawa Timur untuk Bondowoso. Berikutnya, Dinas Sosial melakukan verifikasi. Ternyata yang lolos hanya 3.468. Sebanyak 6.532 lainnya tidak lolos verifikasi faktual.

Plt Kepala Dinsos Saefuddin Suhri mengatakan, PKH Plus merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang diperuntukkan bagi keluarga penerima manfaat (KPM) dengan usia 70 tahun ke atas (lansia). Kuota untuk penerima bantuan ini sebenarnya sebanyak 10 ribu KPM. Tetapi, setelah dilakukan verifikasi, hanya 3.468 KPM saja yang bisa menerima bantuan ini.

“Orangnya sudah tidak ada, meninggal gitu. Sementara data di provinsi belum di-update. Kemudian, ada sebagian yang pindah domisili ke luar kabupaten. Terus, ada yang dobel, atas nama istrinya dan atas nama suaminya. Kan gak boleh, maka harus salah satu,” jelasnya.

Data lansia tergolong data yang riskan dan harus selalu di-update. Hal ini erat kaitannya dengan usia dari calon penerima bantuan. Dari 3.468 KPM saja, ada 70 orang meninggal dunia. Jika seperti ini, ada beberapa orang yang bisa menerima bantuan dengan digantikan ahli waris. Kemudian, adanya yang harus dicoret.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Baru-baru ini, ada kuota 10 ribu Program Keluarga Harapan (PKH) Plus dari Provinsi Jawa Timur untuk Bondowoso. Berikutnya, Dinas Sosial melakukan verifikasi. Ternyata yang lolos hanya 3.468. Sebanyak 6.532 lainnya tidak lolos verifikasi faktual.

Plt Kepala Dinsos Saefuddin Suhri mengatakan, PKH Plus merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang diperuntukkan bagi keluarga penerima manfaat (KPM) dengan usia 70 tahun ke atas (lansia). Kuota untuk penerima bantuan ini sebenarnya sebanyak 10 ribu KPM. Tetapi, setelah dilakukan verifikasi, hanya 3.468 KPM saja yang bisa menerima bantuan ini.

“Orangnya sudah tidak ada, meninggal gitu. Sementara data di provinsi belum di-update. Kemudian, ada sebagian yang pindah domisili ke luar kabupaten. Terus, ada yang dobel, atas nama istrinya dan atas nama suaminya. Kan gak boleh, maka harus salah satu,” jelasnya.

Data lansia tergolong data yang riskan dan harus selalu di-update. Hal ini erat kaitannya dengan usia dari calon penerima bantuan. Dari 3.468 KPM saja, ada 70 orang meninggal dunia. Jika seperti ini, ada beberapa orang yang bisa menerima bantuan dengan digantikan ahli waris. Kemudian, adanya yang harus dicoret.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/