alexametrics
27.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Bencana Hidrometeorologi Belum Habis

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Masyarakat Bondowoso harus tetap waspada terhadap bencana angin puting beling, angin kencang, hingga tanah longsor. Walau hujan tidak seintens seperti awal tahun kemarin, tapi bencana hidrometeorologi itu masih ada. Sebab, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan di Bondowoso akan berakhir awal April nanti.

Baca Juga : Menko Airlangga Apresiasi Komitmen BNPB Terkait Kebencanaan

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso Dadan Kurniawan mengatakan, BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas relatif tinggi masih terjadi pada Januari hingga februari lalu. Namun, untuk musim hujan berakhir diprediksikan terjadi awal April. Karenanya, hingga saat ini beberapa daerah masih memiliki potensi besar terjadi bencana.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dadan melanjutkan, mulai Maret hingga awal April, menurut prediksi BMKG, kategori curah hujan intensitas menengah. Dia juga meminta masyarakat tetap waspada dengan potensi bencana yang ada. “Banjir, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung,” terangnya.

Dadan juga menyebutkan beberapa wilayah yang memiliki potensi besar bencana di Bondowoso. Daerah Rawan bencana banjir di antaranya Kecamatan Bondowoso, Botolinggo, Cermee, Grujugan, Jambesari DS, Klabang, Prajekan, Sukosari, Tapen, Tegalampel, Tlogosari, dan Wonosari.

Kawasan rawan banjir bandang terdiri atas Kecamatan Botolinggo, Cermee, Ijen, Klabang, Prajekan, dan Tapen. Kawasan rawan bencana gerakan tanah dan tanah longsor terletak di Kecamatan Binakal, Botolinggo, Cermee, Grujugan, Ijen, Klabang, Maesan, Pakem, Sumberwringin, Taman Krocok, dan Tlogosari.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Masyarakat Bondowoso harus tetap waspada terhadap bencana angin puting beling, angin kencang, hingga tanah longsor. Walau hujan tidak seintens seperti awal tahun kemarin, tapi bencana hidrometeorologi itu masih ada. Sebab, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan di Bondowoso akan berakhir awal April nanti.

Baca Juga : Menko Airlangga Apresiasi Komitmen BNPB Terkait Kebencanaan

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso Dadan Kurniawan mengatakan, BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas relatif tinggi masih terjadi pada Januari hingga februari lalu. Namun, untuk musim hujan berakhir diprediksikan terjadi awal April. Karenanya, hingga saat ini beberapa daerah masih memiliki potensi besar terjadi bencana.

Dadan melanjutkan, mulai Maret hingga awal April, menurut prediksi BMKG, kategori curah hujan intensitas menengah. Dia juga meminta masyarakat tetap waspada dengan potensi bencana yang ada. “Banjir, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung,” terangnya.

Dadan juga menyebutkan beberapa wilayah yang memiliki potensi besar bencana di Bondowoso. Daerah Rawan bencana banjir di antaranya Kecamatan Bondowoso, Botolinggo, Cermee, Grujugan, Jambesari DS, Klabang, Prajekan, Sukosari, Tapen, Tegalampel, Tlogosari, dan Wonosari.

Kawasan rawan banjir bandang terdiri atas Kecamatan Botolinggo, Cermee, Ijen, Klabang, Prajekan, dan Tapen. Kawasan rawan bencana gerakan tanah dan tanah longsor terletak di Kecamatan Binakal, Botolinggo, Cermee, Grujugan, Ijen, Klabang, Maesan, Pakem, Sumberwringin, Taman Krocok, dan Tlogosari.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Masyarakat Bondowoso harus tetap waspada terhadap bencana angin puting beling, angin kencang, hingga tanah longsor. Walau hujan tidak seintens seperti awal tahun kemarin, tapi bencana hidrometeorologi itu masih ada. Sebab, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan di Bondowoso akan berakhir awal April nanti.

Baca Juga : Menko Airlangga Apresiasi Komitmen BNPB Terkait Kebencanaan

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso Dadan Kurniawan mengatakan, BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas relatif tinggi masih terjadi pada Januari hingga februari lalu. Namun, untuk musim hujan berakhir diprediksikan terjadi awal April. Karenanya, hingga saat ini beberapa daerah masih memiliki potensi besar terjadi bencana.

Dadan melanjutkan, mulai Maret hingga awal April, menurut prediksi BMKG, kategori curah hujan intensitas menengah. Dia juga meminta masyarakat tetap waspada dengan potensi bencana yang ada. “Banjir, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung,” terangnya.

Dadan juga menyebutkan beberapa wilayah yang memiliki potensi besar bencana di Bondowoso. Daerah Rawan bencana banjir di antaranya Kecamatan Bondowoso, Botolinggo, Cermee, Grujugan, Jambesari DS, Klabang, Prajekan, Sukosari, Tapen, Tegalampel, Tlogosari, dan Wonosari.

Kawasan rawan banjir bandang terdiri atas Kecamatan Botolinggo, Cermee, Ijen, Klabang, Prajekan, dan Tapen. Kawasan rawan bencana gerakan tanah dan tanah longsor terletak di Kecamatan Binakal, Botolinggo, Cermee, Grujugan, Ijen, Klabang, Maesan, Pakem, Sumberwringin, Taman Krocok, dan Tlogosari.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/