alexametrics
24.8 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Mulai Muncul Bangunan Bambu, Milik Siapa?

Pedagang Mengaku Masih Enggan Jualan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Wisata kuliner Jembatan Ki Ronggo sampai saat ini belum ditempati. Pedagang mengaku enggan menempati karena tempat itu sepi. Namun, saat ini di sisi bawah, ada semacam kerangka bangunan. Namun tidak sampai jadi.

Catatan Jawa Pos Radar Ijen, di sisi bawah tempat ini sering kali terlihat pemuda berlainan jenis duduk-duduk. Utamanya di gazebo yang terlihat sepi. Jika nanti ada yang menempati, maka tempat ini tidak akan sepi lagi.

Sementara di sisi atas, lapak hanya ditempati beberapa pedagang. Di sisi selatan, hanya ada satu lapak pada siang hari. Memang setiap harinya hanya ditempati satu pedagang itu. Baru pada malam harinya ada tiga pedagang. Sementara, di sisi utara, siang hari tak ada satu pun pedagang yang berjualan. Hanya terlihat gerobak yang berjejer di tempat tersebut. Malam harinya ada beberapa warung makan yang berjualan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hunaidi, salah seorang  pedagang di sisi selatan, mengatakan, para pedagang masih banyak yang enggan untuk berjalan di tempat itu. Faktornya, selain kondisi fisik yang kurang terawat, juga karena tempat itu sepi pengunjung. Sehingga banyak lapak yang masih nganggur. “Belum ada yang mau menempati di sini. Mungkin karena sepi kayak gini,” ujarnya.

Dijelaskan, pada siang hari hanya dirinya yang berjualan pada di lapak selatan wisata kuliner tersebut. Sementara, pada malam hari, tempat tersebut hanya ditempati tiga pedagang. Berbeda dengan lapak yang berada di utara. Saat malam hari tempat tersebut mulai ramai pedagang dan pembeli. “Kalau malam yang utara lumayan rame, Mas,” imbuhnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Wisata kuliner Jembatan Ki Ronggo sampai saat ini belum ditempati. Pedagang mengaku enggan menempati karena tempat itu sepi. Namun, saat ini di sisi bawah, ada semacam kerangka bangunan. Namun tidak sampai jadi.

Catatan Jawa Pos Radar Ijen, di sisi bawah tempat ini sering kali terlihat pemuda berlainan jenis duduk-duduk. Utamanya di gazebo yang terlihat sepi. Jika nanti ada yang menempati, maka tempat ini tidak akan sepi lagi.

Sementara di sisi atas, lapak hanya ditempati beberapa pedagang. Di sisi selatan, hanya ada satu lapak pada siang hari. Memang setiap harinya hanya ditempati satu pedagang itu. Baru pada malam harinya ada tiga pedagang. Sementara, di sisi utara, siang hari tak ada satu pun pedagang yang berjualan. Hanya terlihat gerobak yang berjejer di tempat tersebut. Malam harinya ada beberapa warung makan yang berjualan.

Hunaidi, salah seorang  pedagang di sisi selatan, mengatakan, para pedagang masih banyak yang enggan untuk berjalan di tempat itu. Faktornya, selain kondisi fisik yang kurang terawat, juga karena tempat itu sepi pengunjung. Sehingga banyak lapak yang masih nganggur. “Belum ada yang mau menempati di sini. Mungkin karena sepi kayak gini,” ujarnya.

Dijelaskan, pada siang hari hanya dirinya yang berjualan pada di lapak selatan wisata kuliner tersebut. Sementara, pada malam hari, tempat tersebut hanya ditempati tiga pedagang. Berbeda dengan lapak yang berada di utara. Saat malam hari tempat tersebut mulai ramai pedagang dan pembeli. “Kalau malam yang utara lumayan rame, Mas,” imbuhnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Wisata kuliner Jembatan Ki Ronggo sampai saat ini belum ditempati. Pedagang mengaku enggan menempati karena tempat itu sepi. Namun, saat ini di sisi bawah, ada semacam kerangka bangunan. Namun tidak sampai jadi.

Catatan Jawa Pos Radar Ijen, di sisi bawah tempat ini sering kali terlihat pemuda berlainan jenis duduk-duduk. Utamanya di gazebo yang terlihat sepi. Jika nanti ada yang menempati, maka tempat ini tidak akan sepi lagi.

Sementara di sisi atas, lapak hanya ditempati beberapa pedagang. Di sisi selatan, hanya ada satu lapak pada siang hari. Memang setiap harinya hanya ditempati satu pedagang itu. Baru pada malam harinya ada tiga pedagang. Sementara, di sisi utara, siang hari tak ada satu pun pedagang yang berjualan. Hanya terlihat gerobak yang berjejer di tempat tersebut. Malam harinya ada beberapa warung makan yang berjualan.

Hunaidi, salah seorang  pedagang di sisi selatan, mengatakan, para pedagang masih banyak yang enggan untuk berjalan di tempat itu. Faktornya, selain kondisi fisik yang kurang terawat, juga karena tempat itu sepi pengunjung. Sehingga banyak lapak yang masih nganggur. “Belum ada yang mau menempati di sini. Mungkin karena sepi kayak gini,” ujarnya.

Dijelaskan, pada siang hari hanya dirinya yang berjualan pada di lapak selatan wisata kuliner tersebut. Sementara, pada malam hari, tempat tersebut hanya ditempati tiga pedagang. Berbeda dengan lapak yang berada di utara. Saat malam hari tempat tersebut mulai ramai pedagang dan pembeli. “Kalau malam yang utara lumayan rame, Mas,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/