alexametrics
29.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Kok Hanya Ditutup Saluran Limbahnya?

Terbukti Limbah Bonindo Mengandung TSS dan COD

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Petugas gabungan menutup saluran limbah pabrik PT Bonindo Abadi yang berada di Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, kemarin. Penutupan itu terpaksa dilakukan setelah beberapa kali diperingatkan soal pembuangan saluran limbahnya yang mencemari lingkungan. Namun, yang ditutup adalah salurannya saja.

Penutupan itu dilakukan aparat gabungan dari Polres Bondowoso, Satpol PP, dan Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP). Kabag Ops Polres Bondowoso Kompol Robi Hartanto mengatakan, penutupan terpaksa dilakukan karena beberapa kali diperingatkan tak digubris. Sebelumnya, Pemkab Bondowoso telah beberapa kali bersurat ke pihak pabrik, yang memproduksi kertas budaya dan sumpit tersebut. Namun, tak diindahkan. “Kami hanya mem-back up Satpol PP dan pemkab. Karena bupati memang sudah mengeluarkan surat keputusan tentang limbah pabrik tersebut,” imbuhnya.

Dijelaskan, tindakan penutupan itu bukan pabriknya yang ditutup. Melainkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) beserta saluran pembuangannya. IPAL itu bisa difungsikan kembali dengan berbagai syarat. Salah satunya pabrik bisa membuka kembali jika limbahnya sudah memenuhi ketentuan. Namun terbukti, hasil laboratorium menunjukkan pabrik tidak mengolah limbah sesuai aturan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Catatan Jawa Pos Radar ijen, polemik PT Bonindo selama ini cukup panjang. Awalnya, warga sekitar resah dengan bau menyengat limbah pabrik. Hingga DPRD Bondowoso saat itu melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Kukuh Raharjo, Wakil Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, saat melakukan sidak di lokasi saluran limbah, menjelaskan, ditemukan kandungan TSS (total suspended solids) yang terlarut dalam air. Selain itu, ada juga kandungan COD (chemical oxygen demand) melebihi ambang batas. “Di sana salah satu parameternya ada dua itu tadi. Tidak boleh melebihi ambang batas. Kalau melebihi, tentunya ada sanksi administratif maupun sanksi lain,” paparnya, saat itu.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Petugas gabungan menutup saluran limbah pabrik PT Bonindo Abadi yang berada di Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, kemarin. Penutupan itu terpaksa dilakukan setelah beberapa kali diperingatkan soal pembuangan saluran limbahnya yang mencemari lingkungan. Namun, yang ditutup adalah salurannya saja.

Penutupan itu dilakukan aparat gabungan dari Polres Bondowoso, Satpol PP, dan Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP). Kabag Ops Polres Bondowoso Kompol Robi Hartanto mengatakan, penutupan terpaksa dilakukan karena beberapa kali diperingatkan tak digubris. Sebelumnya, Pemkab Bondowoso telah beberapa kali bersurat ke pihak pabrik, yang memproduksi kertas budaya dan sumpit tersebut. Namun, tak diindahkan. “Kami hanya mem-back up Satpol PP dan pemkab. Karena bupati memang sudah mengeluarkan surat keputusan tentang limbah pabrik tersebut,” imbuhnya.

Dijelaskan, tindakan penutupan itu bukan pabriknya yang ditutup. Melainkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) beserta saluran pembuangannya. IPAL itu bisa difungsikan kembali dengan berbagai syarat. Salah satunya pabrik bisa membuka kembali jika limbahnya sudah memenuhi ketentuan. Namun terbukti, hasil laboratorium menunjukkan pabrik tidak mengolah limbah sesuai aturan.

Catatan Jawa Pos Radar ijen, polemik PT Bonindo selama ini cukup panjang. Awalnya, warga sekitar resah dengan bau menyengat limbah pabrik. Hingga DPRD Bondowoso saat itu melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Kukuh Raharjo, Wakil Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, saat melakukan sidak di lokasi saluran limbah, menjelaskan, ditemukan kandungan TSS (total suspended solids) yang terlarut dalam air. Selain itu, ada juga kandungan COD (chemical oxygen demand) melebihi ambang batas. “Di sana salah satu parameternya ada dua itu tadi. Tidak boleh melebihi ambang batas. Kalau melebihi, tentunya ada sanksi administratif maupun sanksi lain,” paparnya, saat itu.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Petugas gabungan menutup saluran limbah pabrik PT Bonindo Abadi yang berada di Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, kemarin. Penutupan itu terpaksa dilakukan setelah beberapa kali diperingatkan soal pembuangan saluran limbahnya yang mencemari lingkungan. Namun, yang ditutup adalah salurannya saja.

Penutupan itu dilakukan aparat gabungan dari Polres Bondowoso, Satpol PP, dan Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP). Kabag Ops Polres Bondowoso Kompol Robi Hartanto mengatakan, penutupan terpaksa dilakukan karena beberapa kali diperingatkan tak digubris. Sebelumnya, Pemkab Bondowoso telah beberapa kali bersurat ke pihak pabrik, yang memproduksi kertas budaya dan sumpit tersebut. Namun, tak diindahkan. “Kami hanya mem-back up Satpol PP dan pemkab. Karena bupati memang sudah mengeluarkan surat keputusan tentang limbah pabrik tersebut,” imbuhnya.

Dijelaskan, tindakan penutupan itu bukan pabriknya yang ditutup. Melainkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) beserta saluran pembuangannya. IPAL itu bisa difungsikan kembali dengan berbagai syarat. Salah satunya pabrik bisa membuka kembali jika limbahnya sudah memenuhi ketentuan. Namun terbukti, hasil laboratorium menunjukkan pabrik tidak mengolah limbah sesuai aturan.

Catatan Jawa Pos Radar ijen, polemik PT Bonindo selama ini cukup panjang. Awalnya, warga sekitar resah dengan bau menyengat limbah pabrik. Hingga DPRD Bondowoso saat itu melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Kukuh Raharjo, Wakil Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, saat melakukan sidak di lokasi saluran limbah, menjelaskan, ditemukan kandungan TSS (total suspended solids) yang terlarut dalam air. Selain itu, ada juga kandungan COD (chemical oxygen demand) melebihi ambang batas. “Di sana salah satu parameternya ada dua itu tadi. Tidak boleh melebihi ambang batas. Kalau melebihi, tentunya ada sanksi administratif maupun sanksi lain,” paparnya, saat itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/