alexametrics
22.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Banding, Hukuman Syaifullah Justru Naik

Kejaksaan Belum Ambil Sikap Lanjutan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Niatnya agar hukuman menjadi ringan, namun kini justru tambah berat. Itulah yang terjadi dengan proses hukum yang dijalani Sekda Bondowoso (Nonaktif) Syaifullah. Upaya bandingnya sudah keluar. Namun, bukan bertambah ringan, melainkan semakin berat.

Di tingkat PN Bondowoso, Syaifullah diputus majelis jika terdakwa bersalah. Divonis hukuman dua bulan 15 hari ditambah denda sebesar Rp 10 juta subsider satu bulan penjara. Dengan keputusan itu, terdakwa melayangkan hak hukum lanjutan. Yakni banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya. Putusan banding dari majelis hakim PT pun akhirnya sudah turun.

Putusan banding itu sudah dikeluarkan PT tertanggal 19 Februari 2021 lalu. Namun, pemberitahuan putusan itu baru diterima oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso beberapa hari lalu. Hal itu dibenarkan oleh Paulus Agung Widaryanto, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Bondowoso, kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin. “Putusan banding memang sudah turun. Tetapi, salinan lengkapnya kami belum menerima dari pengadilan,” ujar jaksa yang akrab disapa Agung ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam putusan PT itu, terdakwa tetap dinyatakan bersalah atas perkaranya yang mengancam korban Alun Taufana, mantan kepala BKD Bondowoso, dua tahun silam. Isi putusan itu, terdakwa divonis lebih tinggi. Yakni tiga bulan penjara dengan denda Rp 10 juta subsider satu bulan.

Pembacaan putusan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim Sutrisni serta Budi Susilo dan Sutriadi Yahya, masing-masing hakim anggota.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Niatnya agar hukuman menjadi ringan, namun kini justru tambah berat. Itulah yang terjadi dengan proses hukum yang dijalani Sekda Bondowoso (Nonaktif) Syaifullah. Upaya bandingnya sudah keluar. Namun, bukan bertambah ringan, melainkan semakin berat.

Di tingkat PN Bondowoso, Syaifullah diputus majelis jika terdakwa bersalah. Divonis hukuman dua bulan 15 hari ditambah denda sebesar Rp 10 juta subsider satu bulan penjara. Dengan keputusan itu, terdakwa melayangkan hak hukum lanjutan. Yakni banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya. Putusan banding dari majelis hakim PT pun akhirnya sudah turun.

Putusan banding itu sudah dikeluarkan PT tertanggal 19 Februari 2021 lalu. Namun, pemberitahuan putusan itu baru diterima oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso beberapa hari lalu. Hal itu dibenarkan oleh Paulus Agung Widaryanto, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Bondowoso, kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin. “Putusan banding memang sudah turun. Tetapi, salinan lengkapnya kami belum menerima dari pengadilan,” ujar jaksa yang akrab disapa Agung ini.

Dalam putusan PT itu, terdakwa tetap dinyatakan bersalah atas perkaranya yang mengancam korban Alun Taufana, mantan kepala BKD Bondowoso, dua tahun silam. Isi putusan itu, terdakwa divonis lebih tinggi. Yakni tiga bulan penjara dengan denda Rp 10 juta subsider satu bulan.

Pembacaan putusan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim Sutrisni serta Budi Susilo dan Sutriadi Yahya, masing-masing hakim anggota.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Niatnya agar hukuman menjadi ringan, namun kini justru tambah berat. Itulah yang terjadi dengan proses hukum yang dijalani Sekda Bondowoso (Nonaktif) Syaifullah. Upaya bandingnya sudah keluar. Namun, bukan bertambah ringan, melainkan semakin berat.

Di tingkat PN Bondowoso, Syaifullah diputus majelis jika terdakwa bersalah. Divonis hukuman dua bulan 15 hari ditambah denda sebesar Rp 10 juta subsider satu bulan penjara. Dengan keputusan itu, terdakwa melayangkan hak hukum lanjutan. Yakni banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya. Putusan banding dari majelis hakim PT pun akhirnya sudah turun.

Putusan banding itu sudah dikeluarkan PT tertanggal 19 Februari 2021 lalu. Namun, pemberitahuan putusan itu baru diterima oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso beberapa hari lalu. Hal itu dibenarkan oleh Paulus Agung Widaryanto, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Bondowoso, kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin. “Putusan banding memang sudah turun. Tetapi, salinan lengkapnya kami belum menerima dari pengadilan,” ujar jaksa yang akrab disapa Agung ini.

Dalam putusan PT itu, terdakwa tetap dinyatakan bersalah atas perkaranya yang mengancam korban Alun Taufana, mantan kepala BKD Bondowoso, dua tahun silam. Isi putusan itu, terdakwa divonis lebih tinggi. Yakni tiga bulan penjara dengan denda Rp 10 juta subsider satu bulan.

Pembacaan putusan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim Sutrisni serta Budi Susilo dan Sutriadi Yahya, masing-masing hakim anggota.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/