alexametrics
24.3 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Tantri Raras Ayuningtyas Buat Buku Dongeng, Kenalkan Sejarah kepada Siswa

Napak tilas Bondowoso sangat panjang ini layak dijadikan sebuah buku. Terlebih saat ini banyak siswa sekolah yang belum banyak mengetahui asal-usul Bondowoso. Atas dasar inilah Tantri Raras ingin mengenalkan cerita ringkas asal-usul Bondowoso melalui sebuah buku dongeng berseri.

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kecintaannya terhadap cerita sejarah, budaya, dan tradisi leluhur membuat Tantri Raras Ayuningtyas mencurahkan pikiran dan tenaganya untuk Bondowoso. Perempuan berusia 35 tahun yang kini menjadi tim ahli budaya pada Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) Bondowoso ini seakan tak ingin melewatkan kisah sejarah dan tradisi yang belum tergali di beberapa wilayah Kota Tape ini. Tak jarang dirinya turun langsung bersama tim Kebudayaan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) ketika mereka menemukan beberapa temuan benda diduga prasejarah. Mulai dari benda megalitikum, peninggalan kerajaan, ataupun tradisi yang masih dilestarikan oleh warga desa.

Dengan kekagumannya, perempuan yang sudah memiliki tiga buah hati ini terus menelisik cerita panjang peradaban Bondowoso. Sejumlah jurnal pun sudah dia tulis. Sebagai tim ahli budaya Ijen Geopark, Tantri juga turun langsung ke sejumlah sekolah untuk lebih mengenalkan budaya asli Bondowoso kepada siswa.

Agar tertarik, Tantri mengemas materinya dengan sedemikian kreatif. Salah satunya, dia membuat buku dongeng yang berjudul Asal-usul Bondowoso, Seri Dongeng Anak Indonesia. “Sebenarnya cerita bergambar ini adalah media pembelajaran yang bisa digunakan di tingkat PAUD maupun sekolah dasar,” ungkap istri dari Febri Kurniawan ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Buku dongeng berwarna itu cukup menarik perhatian. Dikemas dengan gambar-gambar tangan. Mirip kartun bergambar. Kisah sejarah asal mula nama Bondowoso dan kiprah Raden Bagus Asra atau Ronggo 1 disajikan secara ringkas.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kecintaannya terhadap cerita sejarah, budaya, dan tradisi leluhur membuat Tantri Raras Ayuningtyas mencurahkan pikiran dan tenaganya untuk Bondowoso. Perempuan berusia 35 tahun yang kini menjadi tim ahli budaya pada Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) Bondowoso ini seakan tak ingin melewatkan kisah sejarah dan tradisi yang belum tergali di beberapa wilayah Kota Tape ini. Tak jarang dirinya turun langsung bersama tim Kebudayaan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) ketika mereka menemukan beberapa temuan benda diduga prasejarah. Mulai dari benda megalitikum, peninggalan kerajaan, ataupun tradisi yang masih dilestarikan oleh warga desa.

Dengan kekagumannya, perempuan yang sudah memiliki tiga buah hati ini terus menelisik cerita panjang peradaban Bondowoso. Sejumlah jurnal pun sudah dia tulis. Sebagai tim ahli budaya Ijen Geopark, Tantri juga turun langsung ke sejumlah sekolah untuk lebih mengenalkan budaya asli Bondowoso kepada siswa.

Agar tertarik, Tantri mengemas materinya dengan sedemikian kreatif. Salah satunya, dia membuat buku dongeng yang berjudul Asal-usul Bondowoso, Seri Dongeng Anak Indonesia. “Sebenarnya cerita bergambar ini adalah media pembelajaran yang bisa digunakan di tingkat PAUD maupun sekolah dasar,” ungkap istri dari Febri Kurniawan ini.

Buku dongeng berwarna itu cukup menarik perhatian. Dikemas dengan gambar-gambar tangan. Mirip kartun bergambar. Kisah sejarah asal mula nama Bondowoso dan kiprah Raden Bagus Asra atau Ronggo 1 disajikan secara ringkas.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kecintaannya terhadap cerita sejarah, budaya, dan tradisi leluhur membuat Tantri Raras Ayuningtyas mencurahkan pikiran dan tenaganya untuk Bondowoso. Perempuan berusia 35 tahun yang kini menjadi tim ahli budaya pada Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) Bondowoso ini seakan tak ingin melewatkan kisah sejarah dan tradisi yang belum tergali di beberapa wilayah Kota Tape ini. Tak jarang dirinya turun langsung bersama tim Kebudayaan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) ketika mereka menemukan beberapa temuan benda diduga prasejarah. Mulai dari benda megalitikum, peninggalan kerajaan, ataupun tradisi yang masih dilestarikan oleh warga desa.

Dengan kekagumannya, perempuan yang sudah memiliki tiga buah hati ini terus menelisik cerita panjang peradaban Bondowoso. Sejumlah jurnal pun sudah dia tulis. Sebagai tim ahli budaya Ijen Geopark, Tantri juga turun langsung ke sejumlah sekolah untuk lebih mengenalkan budaya asli Bondowoso kepada siswa.

Agar tertarik, Tantri mengemas materinya dengan sedemikian kreatif. Salah satunya, dia membuat buku dongeng yang berjudul Asal-usul Bondowoso, Seri Dongeng Anak Indonesia. “Sebenarnya cerita bergambar ini adalah media pembelajaran yang bisa digunakan di tingkat PAUD maupun sekolah dasar,” ungkap istri dari Febri Kurniawan ini.

Buku dongeng berwarna itu cukup menarik perhatian. Dikemas dengan gambar-gambar tangan. Mirip kartun bergambar. Kisah sejarah asal mula nama Bondowoso dan kiprah Raden Bagus Asra atau Ronggo 1 disajikan secara ringkas.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/