alexametrics
24.3 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Pantau Situs agar Tak Dimanfaatkan Ritual

Mobile_AP_Rectangle 1

KOTAKULON, Radar Ijen – Puluhan juru pelihara (jupel) situs cagar budaya yang ada di Bondowoso mendapatkan pengarahan. Kemarin (15/2), mereka berkumpul di aula Kantor Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso dalam evaluasi kinerja selama tahun 2021.

Total ada 64 juru pelihara yang selama ini berada di bawah arahan Disparbudpora Bondowoso. Beberapa dari puluhan jupel itu sudah ada yang berstatus ASN. “Total ada 48 jupel yang masih tenaga honorer atau kontrak dan 16 yang sudah menjadi ASN,” ujar Kasi Sejarah dan Cagar Bidang Kebudayaan Disparbudpora Bondowoso Hery Kusdaryanto.

Dalam evaluasi kinerja tersebut, pihaknya menekankan agar jupel terkaver dalam BPJS Ketenagakerjaan. Sebab, pekerjaan jupel juga memiliki risiko kerja tinggi dalam memelihara, merawat, dan menjaga situs-situs cagar budaya yang dilindungi oleh pemerintah.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Sekarang jupel tidak zamannya hanya merawat dan memelihara saja. Tapi, mereka juga harus bisa menjadi tour guide bagi pengunjung atau wisatawan yang datang. Mulai dari memberikan informasi terkait situsnya hingga sejarahnya,” imbuh Hery. Menurutnya, jupel juga harus bisa berinovasi untuk menarik minat pengunjung.

- Advertisement -

KOTAKULON, Radar Ijen – Puluhan juru pelihara (jupel) situs cagar budaya yang ada di Bondowoso mendapatkan pengarahan. Kemarin (15/2), mereka berkumpul di aula Kantor Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso dalam evaluasi kinerja selama tahun 2021.

Total ada 64 juru pelihara yang selama ini berada di bawah arahan Disparbudpora Bondowoso. Beberapa dari puluhan jupel itu sudah ada yang berstatus ASN. “Total ada 48 jupel yang masih tenaga honorer atau kontrak dan 16 yang sudah menjadi ASN,” ujar Kasi Sejarah dan Cagar Bidang Kebudayaan Disparbudpora Bondowoso Hery Kusdaryanto.

Dalam evaluasi kinerja tersebut, pihaknya menekankan agar jupel terkaver dalam BPJS Ketenagakerjaan. Sebab, pekerjaan jupel juga memiliki risiko kerja tinggi dalam memelihara, merawat, dan menjaga situs-situs cagar budaya yang dilindungi oleh pemerintah.

“Sekarang jupel tidak zamannya hanya merawat dan memelihara saja. Tapi, mereka juga harus bisa menjadi tour guide bagi pengunjung atau wisatawan yang datang. Mulai dari memberikan informasi terkait situsnya hingga sejarahnya,” imbuh Hery. Menurutnya, jupel juga harus bisa berinovasi untuk menarik minat pengunjung.

KOTAKULON, Radar Ijen – Puluhan juru pelihara (jupel) situs cagar budaya yang ada di Bondowoso mendapatkan pengarahan. Kemarin (15/2), mereka berkumpul di aula Kantor Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso dalam evaluasi kinerja selama tahun 2021.

Total ada 64 juru pelihara yang selama ini berada di bawah arahan Disparbudpora Bondowoso. Beberapa dari puluhan jupel itu sudah ada yang berstatus ASN. “Total ada 48 jupel yang masih tenaga honorer atau kontrak dan 16 yang sudah menjadi ASN,” ujar Kasi Sejarah dan Cagar Bidang Kebudayaan Disparbudpora Bondowoso Hery Kusdaryanto.

Dalam evaluasi kinerja tersebut, pihaknya menekankan agar jupel terkaver dalam BPJS Ketenagakerjaan. Sebab, pekerjaan jupel juga memiliki risiko kerja tinggi dalam memelihara, merawat, dan menjaga situs-situs cagar budaya yang dilindungi oleh pemerintah.

“Sekarang jupel tidak zamannya hanya merawat dan memelihara saja. Tapi, mereka juga harus bisa menjadi tour guide bagi pengunjung atau wisatawan yang datang. Mulai dari memberikan informasi terkait situsnya hingga sejarahnya,” imbuh Hery. Menurutnya, jupel juga harus bisa berinovasi untuk menarik minat pengunjung.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/