alexametrics
24.8 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Tahanan Kejaksaan Dilantik Jadi Kades

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pelantikan 171 kepala desa terpilih dalam pilkades serentak sudah kurang sehari lagi. Karena masih di tengah pandemi, pelantikan direncanakan tidak dilaksanakan dalam satu tempat. Melainkan di 25 titik pelantikan. Ada yang aneh dalam pelantikan besok. Salah satu kades terpilih yang jadi tahanan kejaksaan tetap dilantik.

Pelantikannya bakal dilaksanakan di 23 pendapa kecamatan, di pendapa kabupaten, dan satu lagi di Lapas Kelas II B Bondowoso atau Kejaksaan Negeri Bondowoso. Mahfud Junaidi, Ketua Panitia Pilkades Serentak Kabupaten, mengakui ada satu kepala desa terpilih yang terjerat kasus pidana. Karena itu, kini yang bersangkutan masih berada di tahanan Kejaksaan Negeri Bondowoso.

Kades dimaksud yakni Sulatis, kades terpilih Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo. “Kami hanya menyiapkan perangkat lunaknya saja, dan juga beberapa orang yang diundang, merupakan bagian dari pelantikan itu, ya di lapas. Ngikuti Zoom dari lapas atau kejaksaan,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pria yang juga menjabat Asisten 1 Pemkab ini menjelaskan, pelantikan di pendapa kabupaten hanya akan dihadiri oleh sekitar delapan atau sembilan orang kades. Itu dipilih berdasarkan pemetaan panitia. Terutama potensi-potensi wilayah yang masih rawan, dan kades yang bisa mengendalikan massa pendukungnya.

Mahfud menguraikan, untuk kades yang dilantik di masing-masing kecamatan jumlahnya menyesuaikan dengan desa-desa yang menggelar pilkades di tiap kecamatan. “Yang diundang untuk pelantikan hanya empat orang dalam satu desa. Yaitu kades didampingi istri atau suami, seorang Ketua BPD, satu orang Pj kades,” ujarnya. Semua pelaksanaan pelantikan melibatkan Satgas Covid-19 Kabupaten, TNI, Polri, dan pihak terkait.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pelantikan 171 kepala desa terpilih dalam pilkades serentak sudah kurang sehari lagi. Karena masih di tengah pandemi, pelantikan direncanakan tidak dilaksanakan dalam satu tempat. Melainkan di 25 titik pelantikan. Ada yang aneh dalam pelantikan besok. Salah satu kades terpilih yang jadi tahanan kejaksaan tetap dilantik.

Pelantikannya bakal dilaksanakan di 23 pendapa kecamatan, di pendapa kabupaten, dan satu lagi di Lapas Kelas II B Bondowoso atau Kejaksaan Negeri Bondowoso. Mahfud Junaidi, Ketua Panitia Pilkades Serentak Kabupaten, mengakui ada satu kepala desa terpilih yang terjerat kasus pidana. Karena itu, kini yang bersangkutan masih berada di tahanan Kejaksaan Negeri Bondowoso.

Kades dimaksud yakni Sulatis, kades terpilih Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo. “Kami hanya menyiapkan perangkat lunaknya saja, dan juga beberapa orang yang diundang, merupakan bagian dari pelantikan itu, ya di lapas. Ngikuti Zoom dari lapas atau kejaksaan,” ungkapnya.

Pria yang juga menjabat Asisten 1 Pemkab ini menjelaskan, pelantikan di pendapa kabupaten hanya akan dihadiri oleh sekitar delapan atau sembilan orang kades. Itu dipilih berdasarkan pemetaan panitia. Terutama potensi-potensi wilayah yang masih rawan, dan kades yang bisa mengendalikan massa pendukungnya.

Mahfud menguraikan, untuk kades yang dilantik di masing-masing kecamatan jumlahnya menyesuaikan dengan desa-desa yang menggelar pilkades di tiap kecamatan. “Yang diundang untuk pelantikan hanya empat orang dalam satu desa. Yaitu kades didampingi istri atau suami, seorang Ketua BPD, satu orang Pj kades,” ujarnya. Semua pelaksanaan pelantikan melibatkan Satgas Covid-19 Kabupaten, TNI, Polri, dan pihak terkait.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pelantikan 171 kepala desa terpilih dalam pilkades serentak sudah kurang sehari lagi. Karena masih di tengah pandemi, pelantikan direncanakan tidak dilaksanakan dalam satu tempat. Melainkan di 25 titik pelantikan. Ada yang aneh dalam pelantikan besok. Salah satu kades terpilih yang jadi tahanan kejaksaan tetap dilantik.

Pelantikannya bakal dilaksanakan di 23 pendapa kecamatan, di pendapa kabupaten, dan satu lagi di Lapas Kelas II B Bondowoso atau Kejaksaan Negeri Bondowoso. Mahfud Junaidi, Ketua Panitia Pilkades Serentak Kabupaten, mengakui ada satu kepala desa terpilih yang terjerat kasus pidana. Karena itu, kini yang bersangkutan masih berada di tahanan Kejaksaan Negeri Bondowoso.

Kades dimaksud yakni Sulatis, kades terpilih Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo. “Kami hanya menyiapkan perangkat lunaknya saja, dan juga beberapa orang yang diundang, merupakan bagian dari pelantikan itu, ya di lapas. Ngikuti Zoom dari lapas atau kejaksaan,” ungkapnya.

Pria yang juga menjabat Asisten 1 Pemkab ini menjelaskan, pelantikan di pendapa kabupaten hanya akan dihadiri oleh sekitar delapan atau sembilan orang kades. Itu dipilih berdasarkan pemetaan panitia. Terutama potensi-potensi wilayah yang masih rawan, dan kades yang bisa mengendalikan massa pendukungnya.

Mahfud menguraikan, untuk kades yang dilantik di masing-masing kecamatan jumlahnya menyesuaikan dengan desa-desa yang menggelar pilkades di tiap kecamatan. “Yang diundang untuk pelantikan hanya empat orang dalam satu desa. Yaitu kades didampingi istri atau suami, seorang Ketua BPD, satu orang Pj kades,” ujarnya. Semua pelaksanaan pelantikan melibatkan Satgas Covid-19 Kabupaten, TNI, Polri, dan pihak terkait.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/