alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

RSU dr Koesnadi Mulai Melayani Pasien Umum

Setelah Sempat Batasi Pasien karena Lonjakan Covid-19

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Penutupan pelayanan RSU dr Koesnadi (RSDK) Bondowoso akibat kenaikan pasien Covid-19 tidak berlangsung lama. Beberapa hari setelah penutupan, RSDK kembali membuka pelayanan umum. Namun, jika ada tenaga medis yang terpapar Covid-19 lagi, jumlah pasien yang dilayani akan dibatasi.

Plt Direktur RSDK Bondowoso dr Yus Priyatna kepada Jawa Pos Radar Ijen menjelaskan, pelayanan kepada pasien umum sudah dilakukan. “Satu hari setelah pengumuman (penutupan, Red) sudah kembali membuka pelayanan umum,” kata dr Yus Priyatna. Dia menambahkan, poli rawat jalan dan rawat inap sudah kembali menerima pasien.

RSDK Bondowoso total memiliki 230 bed umum yang bisa digunakan untuk rawat inap pasien umum. Sementara itu, 40 bed khusus untuk pasien Covid-19. Dengan peningkatan jumlah pasien Covid-19, RSDK mengubah ruang perawatan biasa menjadi perawatan isolasi Covid-19. Misalnya, ruang Rengganis.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kini pelayanan terhadap masyarakat umum sudah kembali normal, sedangkan pelayanan terhadap pasien Covid-19 terus berjalan seperti sebelumnya. “Dua ruang isolasi di Krisan dan Rengganis yang sempat penuh kini mulai ada yang kosong, sedangkan ruang isolasi di Klinik Paru dan Jantung di Pancoran juga ada yang kosong.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Penutupan pelayanan RSU dr Koesnadi (RSDK) Bondowoso akibat kenaikan pasien Covid-19 tidak berlangsung lama. Beberapa hari setelah penutupan, RSDK kembali membuka pelayanan umum. Namun, jika ada tenaga medis yang terpapar Covid-19 lagi, jumlah pasien yang dilayani akan dibatasi.

Plt Direktur RSDK Bondowoso dr Yus Priyatna kepada Jawa Pos Radar Ijen menjelaskan, pelayanan kepada pasien umum sudah dilakukan. “Satu hari setelah pengumuman (penutupan, Red) sudah kembali membuka pelayanan umum,” kata dr Yus Priyatna. Dia menambahkan, poli rawat jalan dan rawat inap sudah kembali menerima pasien.

RSDK Bondowoso total memiliki 230 bed umum yang bisa digunakan untuk rawat inap pasien umum. Sementara itu, 40 bed khusus untuk pasien Covid-19. Dengan peningkatan jumlah pasien Covid-19, RSDK mengubah ruang perawatan biasa menjadi perawatan isolasi Covid-19. Misalnya, ruang Rengganis.

Kini pelayanan terhadap masyarakat umum sudah kembali normal, sedangkan pelayanan terhadap pasien Covid-19 terus berjalan seperti sebelumnya. “Dua ruang isolasi di Krisan dan Rengganis yang sempat penuh kini mulai ada yang kosong, sedangkan ruang isolasi di Klinik Paru dan Jantung di Pancoran juga ada yang kosong.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Penutupan pelayanan RSU dr Koesnadi (RSDK) Bondowoso akibat kenaikan pasien Covid-19 tidak berlangsung lama. Beberapa hari setelah penutupan, RSDK kembali membuka pelayanan umum. Namun, jika ada tenaga medis yang terpapar Covid-19 lagi, jumlah pasien yang dilayani akan dibatasi.

Plt Direktur RSDK Bondowoso dr Yus Priyatna kepada Jawa Pos Radar Ijen menjelaskan, pelayanan kepada pasien umum sudah dilakukan. “Satu hari setelah pengumuman (penutupan, Red) sudah kembali membuka pelayanan umum,” kata dr Yus Priyatna. Dia menambahkan, poli rawat jalan dan rawat inap sudah kembali menerima pasien.

RSDK Bondowoso total memiliki 230 bed umum yang bisa digunakan untuk rawat inap pasien umum. Sementara itu, 40 bed khusus untuk pasien Covid-19. Dengan peningkatan jumlah pasien Covid-19, RSDK mengubah ruang perawatan biasa menjadi perawatan isolasi Covid-19. Misalnya, ruang Rengganis.

Kini pelayanan terhadap masyarakat umum sudah kembali normal, sedangkan pelayanan terhadap pasien Covid-19 terus berjalan seperti sebelumnya. “Dua ruang isolasi di Krisan dan Rengganis yang sempat penuh kini mulai ada yang kosong, sedangkan ruang isolasi di Klinik Paru dan Jantung di Pancoran juga ada yang kosong.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/