alexametrics
26.5 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Putusan Lebih Ringan dari Tuntutan JPU

Belum Dipenjara karena Belum Inkrah

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO,RADARJEMBER.ID – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bondowoso akhirnya memutus bersalah terdakwa sekda nonaktif Syaifullah. Agenda pembacaan putusan itu, digelar kemarin. Syaifullah diputus pidana penjara 2 bulan 15 hari dan denda Rp 10 juta. Putusan ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut penjara 5 bulan dengan denda Rp 10 juta.

Ketua majelis hakim Daniel Mario membacakan putusan dan menyatakan terdakwa bersalah. Bunyi amar putusannya terdakwa itu, menyatakan jika terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. “Dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang berisi ancaman kekerasan ataupun menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi,” jelas hakim.

Putusan hakim itu sesuai dengan dakwaan kesatu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso. Syaifullah dijatuhi pidana penjara selama dua bulan dan 15 hari. Selain itu masih diwajibkan membayar denda sebesar Rp 10 juta subsidair satu bulan penjara.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski putusan itu sudah dibacakan, namun terdakwa masih belum masuk ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bondowoso. Sebab, putusan tersebut masih belum berkekuatan hukum tetap alias belum inkrah. Sebab ada waktu jeda untuk berpikir selama tujuh hari, setelah amar putusan di PN Bondowoso dibacakan. Akankah terdakwa menerima putusan atau akan melakukan banding. “Sesuai prosedur, kami diberi waktu tujuh hari kedepan untuk memutuskan. Kami sampaikan bahwa pikir-pikir dahulu,” jelas Husnus seusai mengikuti jalannya sidang.

- Advertisement -

BONDOWOSO,RADARJEMBER.ID – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bondowoso akhirnya memutus bersalah terdakwa sekda nonaktif Syaifullah. Agenda pembacaan putusan itu, digelar kemarin. Syaifullah diputus pidana penjara 2 bulan 15 hari dan denda Rp 10 juta. Putusan ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut penjara 5 bulan dengan denda Rp 10 juta.

Ketua majelis hakim Daniel Mario membacakan putusan dan menyatakan terdakwa bersalah. Bunyi amar putusannya terdakwa itu, menyatakan jika terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. “Dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang berisi ancaman kekerasan ataupun menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi,” jelas hakim.

Putusan hakim itu sesuai dengan dakwaan kesatu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso. Syaifullah dijatuhi pidana penjara selama dua bulan dan 15 hari. Selain itu masih diwajibkan membayar denda sebesar Rp 10 juta subsidair satu bulan penjara.

Meski putusan itu sudah dibacakan, namun terdakwa masih belum masuk ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bondowoso. Sebab, putusan tersebut masih belum berkekuatan hukum tetap alias belum inkrah. Sebab ada waktu jeda untuk berpikir selama tujuh hari, setelah amar putusan di PN Bondowoso dibacakan. Akankah terdakwa menerima putusan atau akan melakukan banding. “Sesuai prosedur, kami diberi waktu tujuh hari kedepan untuk memutuskan. Kami sampaikan bahwa pikir-pikir dahulu,” jelas Husnus seusai mengikuti jalannya sidang.

BONDOWOSO,RADARJEMBER.ID – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bondowoso akhirnya memutus bersalah terdakwa sekda nonaktif Syaifullah. Agenda pembacaan putusan itu, digelar kemarin. Syaifullah diputus pidana penjara 2 bulan 15 hari dan denda Rp 10 juta. Putusan ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut penjara 5 bulan dengan denda Rp 10 juta.

Ketua majelis hakim Daniel Mario membacakan putusan dan menyatakan terdakwa bersalah. Bunyi amar putusannya terdakwa itu, menyatakan jika terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. “Dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang berisi ancaman kekerasan ataupun menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi,” jelas hakim.

Putusan hakim itu sesuai dengan dakwaan kesatu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso. Syaifullah dijatuhi pidana penjara selama dua bulan dan 15 hari. Selain itu masih diwajibkan membayar denda sebesar Rp 10 juta subsidair satu bulan penjara.

Meski putusan itu sudah dibacakan, namun terdakwa masih belum masuk ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bondowoso. Sebab, putusan tersebut masih belum berkekuatan hukum tetap alias belum inkrah. Sebab ada waktu jeda untuk berpikir selama tujuh hari, setelah amar putusan di PN Bondowoso dibacakan. Akankah terdakwa menerima putusan atau akan melakukan banding. “Sesuai prosedur, kami diberi waktu tujuh hari kedepan untuk memutuskan. Kami sampaikan bahwa pikir-pikir dahulu,” jelas Husnus seusai mengikuti jalannya sidang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/