alexametrics
24.3 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Banyak Fasilitas Umum yang Rusak di Kawasan Arak-Arak

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah lampu penerangan jalan umum (PJU) di jalan Arak-Arak Bondowoso tidak bisa menyala lantaran lampunya diambil oleh orang tak bertanggung jawab. Selain itu, sejumlah tiang penyangganya juga banyak yang rusak. Hal itu membuat sejumlah masyarakat dan para pengendara resah. Mengingat, di tempat tersebut terdapat banyak tikungan tajam.

Kapolsek Wringin Sapto mengatakan bahwa jalan di Arak-arak Bondowoso pada saat malam hari memang gelap gulita. Akibat sebagian lampunya hilang dan tiang penyangganya rusak. “Banyak yang rusak. Ada yang sebagian yang memang sudah tidak ada. Mulai dari pemandangan sampai perbatasan. Ada yang patah, ada memang sudah karat,” jelasnya, kemarin (13/10).

Menurut dia, berdasarkan pendalaman fakta-fakta yang dilakukan Tim Reserse Polsek Wringin, lampu yang berada di wilayah Desa Sumber Canting itu sudah mati selama hampir genap dua tahun. “Setelah turun lapangan, kata warga setempat lampunya mati memang sudah hampir dua tahun,” jelas Sapto.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pihaknya menampik jika mayoritas lampu yang mati telah raib digondol maling. Sebab, melihat kondisinya memang sudah dimakan usia. Besi penyangga lampu sudah patah akibat berkarat. “Sudah karat. Ada yang patah karena ketiban ranting. Kalau karena dicuri, pasti ada bekasnya. Ini ya sudah karat,” pungkasnya.

Sementara itu, Imam Wahyudi, Kasi Penerangan Jalan Umum Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso, mengatakan, PJU di jalan Arak-Arak milik Kabupaten Bondowoso dari patung sapi ke atas. Sementara, dari patung sapi ke bawah, PJU-nya milik Kabupaten Situbondo. Tempat tersebut memang berbatasan antara Bondowoso dengan Situbondo.

Dia menyangkal adanya PJU yang mati hampir dua tahun di tempat itu. Walaupun demikian, pihaknya membenarkan bahwa memang ada satu dua PJU yang mati. “Cuma tetap kita atasi,” katanya, kemarin (14/10).

Dijelaskan, sebelumnya memang ada pencurian dan perusakan PJU. Tepatnya di perbatasan Situbondo-Bondowoso. “Jadi, tiang kita delapan titik itu dirusak, kabelnya dipotong, lampunya diambil,” ungkapnya.

Disebutkan, di tempat yang dinilai rawan pada malam hari, karena banyaknya tikungan tersebut, terdapat 25 titik lampu yang diambil, dengan jenis lampu yang sama. Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi terjadinya kembali pencurian yang sama, pihaknya mengamankan lampu di 13 titik. “Di sana di Potre Koneng sisa empat,” ungkapnya.

Menurut dia, lampu-lampu yang pihaknya amankan akan segera dipasang kembali. “Yang delapan titik itu gelap,” jelasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah lampu penerangan jalan umum (PJU) di jalan Arak-Arak Bondowoso tidak bisa menyala lantaran lampunya diambil oleh orang tak bertanggung jawab. Selain itu, sejumlah tiang penyangganya juga banyak yang rusak. Hal itu membuat sejumlah masyarakat dan para pengendara resah. Mengingat, di tempat tersebut terdapat banyak tikungan tajam.

Kapolsek Wringin Sapto mengatakan bahwa jalan di Arak-arak Bondowoso pada saat malam hari memang gelap gulita. Akibat sebagian lampunya hilang dan tiang penyangganya rusak. “Banyak yang rusak. Ada yang sebagian yang memang sudah tidak ada. Mulai dari pemandangan sampai perbatasan. Ada yang patah, ada memang sudah karat,” jelasnya, kemarin (13/10).

Menurut dia, berdasarkan pendalaman fakta-fakta yang dilakukan Tim Reserse Polsek Wringin, lampu yang berada di wilayah Desa Sumber Canting itu sudah mati selama hampir genap dua tahun. “Setelah turun lapangan, kata warga setempat lampunya mati memang sudah hampir dua tahun,” jelas Sapto.

Pihaknya menampik jika mayoritas lampu yang mati telah raib digondol maling. Sebab, melihat kondisinya memang sudah dimakan usia. Besi penyangga lampu sudah patah akibat berkarat. “Sudah karat. Ada yang patah karena ketiban ranting. Kalau karena dicuri, pasti ada bekasnya. Ini ya sudah karat,” pungkasnya.

Sementara itu, Imam Wahyudi, Kasi Penerangan Jalan Umum Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso, mengatakan, PJU di jalan Arak-Arak milik Kabupaten Bondowoso dari patung sapi ke atas. Sementara, dari patung sapi ke bawah, PJU-nya milik Kabupaten Situbondo. Tempat tersebut memang berbatasan antara Bondowoso dengan Situbondo.

Dia menyangkal adanya PJU yang mati hampir dua tahun di tempat itu. Walaupun demikian, pihaknya membenarkan bahwa memang ada satu dua PJU yang mati. “Cuma tetap kita atasi,” katanya, kemarin (14/10).

Dijelaskan, sebelumnya memang ada pencurian dan perusakan PJU. Tepatnya di perbatasan Situbondo-Bondowoso. “Jadi, tiang kita delapan titik itu dirusak, kabelnya dipotong, lampunya diambil,” ungkapnya.

Disebutkan, di tempat yang dinilai rawan pada malam hari, karena banyaknya tikungan tersebut, terdapat 25 titik lampu yang diambil, dengan jenis lampu yang sama. Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi terjadinya kembali pencurian yang sama, pihaknya mengamankan lampu di 13 titik. “Di sana di Potre Koneng sisa empat,” ungkapnya.

Menurut dia, lampu-lampu yang pihaknya amankan akan segera dipasang kembali. “Yang delapan titik itu gelap,” jelasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah lampu penerangan jalan umum (PJU) di jalan Arak-Arak Bondowoso tidak bisa menyala lantaran lampunya diambil oleh orang tak bertanggung jawab. Selain itu, sejumlah tiang penyangganya juga banyak yang rusak. Hal itu membuat sejumlah masyarakat dan para pengendara resah. Mengingat, di tempat tersebut terdapat banyak tikungan tajam.

Kapolsek Wringin Sapto mengatakan bahwa jalan di Arak-arak Bondowoso pada saat malam hari memang gelap gulita. Akibat sebagian lampunya hilang dan tiang penyangganya rusak. “Banyak yang rusak. Ada yang sebagian yang memang sudah tidak ada. Mulai dari pemandangan sampai perbatasan. Ada yang patah, ada memang sudah karat,” jelasnya, kemarin (13/10).

Menurut dia, berdasarkan pendalaman fakta-fakta yang dilakukan Tim Reserse Polsek Wringin, lampu yang berada di wilayah Desa Sumber Canting itu sudah mati selama hampir genap dua tahun. “Setelah turun lapangan, kata warga setempat lampunya mati memang sudah hampir dua tahun,” jelas Sapto.

Pihaknya menampik jika mayoritas lampu yang mati telah raib digondol maling. Sebab, melihat kondisinya memang sudah dimakan usia. Besi penyangga lampu sudah patah akibat berkarat. “Sudah karat. Ada yang patah karena ketiban ranting. Kalau karena dicuri, pasti ada bekasnya. Ini ya sudah karat,” pungkasnya.

Sementara itu, Imam Wahyudi, Kasi Penerangan Jalan Umum Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso, mengatakan, PJU di jalan Arak-Arak milik Kabupaten Bondowoso dari patung sapi ke atas. Sementara, dari patung sapi ke bawah, PJU-nya milik Kabupaten Situbondo. Tempat tersebut memang berbatasan antara Bondowoso dengan Situbondo.

Dia menyangkal adanya PJU yang mati hampir dua tahun di tempat itu. Walaupun demikian, pihaknya membenarkan bahwa memang ada satu dua PJU yang mati. “Cuma tetap kita atasi,” katanya, kemarin (14/10).

Dijelaskan, sebelumnya memang ada pencurian dan perusakan PJU. Tepatnya di perbatasan Situbondo-Bondowoso. “Jadi, tiang kita delapan titik itu dirusak, kabelnya dipotong, lampunya diambil,” ungkapnya.

Disebutkan, di tempat yang dinilai rawan pada malam hari, karena banyaknya tikungan tersebut, terdapat 25 titik lampu yang diambil, dengan jenis lampu yang sama. Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi terjadinya kembali pencurian yang sama, pihaknya mengamankan lampu di 13 titik. “Di sana di Potre Koneng sisa empat,” ungkapnya.

Menurut dia, lampu-lampu yang pihaknya amankan akan segera dipasang kembali. “Yang delapan titik itu gelap,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/