alexametrics
19.8 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Lonjakan Pasien Covid-19, RSUD dr Koesnadi Tambah Tenda Darurat

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Setelah sebelumnya satu tenda darurat didirikan di halaman parkir sebelah gedung instalasi rawat darurat (IRD), RSUD dr Koesnadi kembali menambah satu tenda darurat. Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, kemarin (14/7), total ada dua tenda darurat BNPB.

Hal itu dibenarkan oleh Direktur RSUD dr Koesnadi Yus Priatna kepada Jawa Pos Radar Ijen. “Dua tenda darurat itu kapasitas untuk pasien bisa 22 sampai 24 pasien,” ungkapnya.

Penambahan dua tenda tersebut dilakukan seiring dengan melonjaknya pasien positif Covid-19 yang dirujuk ke RSUD. Yus menyebut, tiap harinya nakes RSUD dapat melayani puluhan pasien terpapar. “UGD RSUD kami dalam satu hari dapat melayani minimal 50 pasien positif Covid-19. Apalagi untuk rawat inap, rata-rata 100 pasien Covid-19,” urainya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di RSUD dr Koesnadi, gedung yang khusus untuk pasien positif Covid-19 berada di Paviliun Rengganis. Kondisinya pun masih dipenuhi pasien. Yus menyebut bahwa pasien yang berada di Paviliun Rengganis tidak boleh ditemani pihak keluarga. Sementara, pasien yang masih berada di tenda darurat diperbolehkan ditemani oleh anggota keluarga. “Untuk tenda itu bagi pasien yang belum swab PCR,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso Adi Sunaryadi yang juga menjabat sebagai Plt Kalaksa BPBD Bondowoso membenarkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi terkait pendirian tenda darurat itu. “Kami sudah koordinasi dengan pihak RSUD. Bahwa ada penambahan satu tenda darurat lagi karena banyaknya pasien Covid-19. Tenda kedua ini sudah didirikan beberapa hari lalu,” kata dia.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Setelah sebelumnya satu tenda darurat didirikan di halaman parkir sebelah gedung instalasi rawat darurat (IRD), RSUD dr Koesnadi kembali menambah satu tenda darurat. Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, kemarin (14/7), total ada dua tenda darurat BNPB.

Hal itu dibenarkan oleh Direktur RSUD dr Koesnadi Yus Priatna kepada Jawa Pos Radar Ijen. “Dua tenda darurat itu kapasitas untuk pasien bisa 22 sampai 24 pasien,” ungkapnya.

Penambahan dua tenda tersebut dilakukan seiring dengan melonjaknya pasien positif Covid-19 yang dirujuk ke RSUD. Yus menyebut, tiap harinya nakes RSUD dapat melayani puluhan pasien terpapar. “UGD RSUD kami dalam satu hari dapat melayani minimal 50 pasien positif Covid-19. Apalagi untuk rawat inap, rata-rata 100 pasien Covid-19,” urainya.

Di RSUD dr Koesnadi, gedung yang khusus untuk pasien positif Covid-19 berada di Paviliun Rengganis. Kondisinya pun masih dipenuhi pasien. Yus menyebut bahwa pasien yang berada di Paviliun Rengganis tidak boleh ditemani pihak keluarga. Sementara, pasien yang masih berada di tenda darurat diperbolehkan ditemani oleh anggota keluarga. “Untuk tenda itu bagi pasien yang belum swab PCR,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso Adi Sunaryadi yang juga menjabat sebagai Plt Kalaksa BPBD Bondowoso membenarkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi terkait pendirian tenda darurat itu. “Kami sudah koordinasi dengan pihak RSUD. Bahwa ada penambahan satu tenda darurat lagi karena banyaknya pasien Covid-19. Tenda kedua ini sudah didirikan beberapa hari lalu,” kata dia.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Setelah sebelumnya satu tenda darurat didirikan di halaman parkir sebelah gedung instalasi rawat darurat (IRD), RSUD dr Koesnadi kembali menambah satu tenda darurat. Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, kemarin (14/7), total ada dua tenda darurat BNPB.

Hal itu dibenarkan oleh Direktur RSUD dr Koesnadi Yus Priatna kepada Jawa Pos Radar Ijen. “Dua tenda darurat itu kapasitas untuk pasien bisa 22 sampai 24 pasien,” ungkapnya.

Penambahan dua tenda tersebut dilakukan seiring dengan melonjaknya pasien positif Covid-19 yang dirujuk ke RSUD. Yus menyebut, tiap harinya nakes RSUD dapat melayani puluhan pasien terpapar. “UGD RSUD kami dalam satu hari dapat melayani minimal 50 pasien positif Covid-19. Apalagi untuk rawat inap, rata-rata 100 pasien Covid-19,” urainya.

Di RSUD dr Koesnadi, gedung yang khusus untuk pasien positif Covid-19 berada di Paviliun Rengganis. Kondisinya pun masih dipenuhi pasien. Yus menyebut bahwa pasien yang berada di Paviliun Rengganis tidak boleh ditemani pihak keluarga. Sementara, pasien yang masih berada di tenda darurat diperbolehkan ditemani oleh anggota keluarga. “Untuk tenda itu bagi pasien yang belum swab PCR,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso Adi Sunaryadi yang juga menjabat sebagai Plt Kalaksa BPBD Bondowoso membenarkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi terkait pendirian tenda darurat itu. “Kami sudah koordinasi dengan pihak RSUD. Bahwa ada penambahan satu tenda darurat lagi karena banyaknya pasien Covid-19. Tenda kedua ini sudah didirikan beberapa hari lalu,” kata dia.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/