alexametrics
29.2 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Jumlah Pasien Isoman Covid-19 Masih Tinggi

Tetap Dipantau Satgas Tingkat Desa

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pasien positif Covid-19 dengan status isolasi mandiri (isoman) di Bondowoso mendadak meningkat dalam beberapa terakhir. Bahkan, dalam lima hari terakhir, sesuai data Satgas Covid-19 Bondowoso, pasien isoman masih di atas angka 200.

Bondowoso kemarin (14/7) sudah menjadi status zona oranye. Sebelumnya, selama sepekan lebih masih berada dalam kondisi zona merah Covid-19. Sementara, pasien isoman rata-rata berstatus pasien tanpa gejala ataupun bergejala ringan saja. Bila pasien positif sudah dianggap bergejala berat, langsung dirujuk ke puskesmas rujukan Covid-19 ataupun rumah sakit.

Lalu, bagaimana sebenarnya kondisi pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri? Berikut ini beberapa pertanyaan Jawa Pos Radar Ijen kepada Mohammad Imron, sebagai Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

Dalam beberapa hari terakhir, angka pasien isoman di Bondowoso masih cukup banyak. Apa dengan banyaknya pasien isoman, faktor penularan atau penyebaran Covid-19 justru meningkat?

Memang benar orang yang sedang isoman berpotensi menularkan kepada orang yang berada di sekitarnya. Terutama anggota keluarganya. Orang yang dapat isoman adalah pasien yang tanpa gejala ataupun gejala ringan. Tetapi, juga harus diperhatikan syarat-syarat mengenai isoman yang harus dipenuhi. Seperti tempat tidurnya tidak boleh campur dengan orang lain. Harus sendiri.

 

Selama isoman, apakah pasien tersebut tetap dimonitor oleh dokter ataupun tenaga kesehatan secara daring?

Monitoring tetap dilakukan oleh tenaga kesehatan tentunya. Juga dibantu oleh tim satgas Covid-19. Dokter pun bisa terlibat langsung atau tidak. Monitoring itu bisa langsung dengan APD lengkap atau melalui telepon, WhatsApp, dan video call. Untuk kebutuhan obat, jika memang diperlukan, akan diberikan sesuai dengan gejalanya.

 

Para pasien isoman di Bondowoso, terlebihnya di tingkat desa, apa juga mendapatkan pengawasan dari tim satgas desa atau kecamatan?

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pasien positif Covid-19 dengan status isolasi mandiri (isoman) di Bondowoso mendadak meningkat dalam beberapa terakhir. Bahkan, dalam lima hari terakhir, sesuai data Satgas Covid-19 Bondowoso, pasien isoman masih di atas angka 200.

Bondowoso kemarin (14/7) sudah menjadi status zona oranye. Sebelumnya, selama sepekan lebih masih berada dalam kondisi zona merah Covid-19. Sementara, pasien isoman rata-rata berstatus pasien tanpa gejala ataupun bergejala ringan saja. Bila pasien positif sudah dianggap bergejala berat, langsung dirujuk ke puskesmas rujukan Covid-19 ataupun rumah sakit.

Lalu, bagaimana sebenarnya kondisi pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri? Berikut ini beberapa pertanyaan Jawa Pos Radar Ijen kepada Mohammad Imron, sebagai Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso.

 

Dalam beberapa hari terakhir, angka pasien isoman di Bondowoso masih cukup banyak. Apa dengan banyaknya pasien isoman, faktor penularan atau penyebaran Covid-19 justru meningkat?

Memang benar orang yang sedang isoman berpotensi menularkan kepada orang yang berada di sekitarnya. Terutama anggota keluarganya. Orang yang dapat isoman adalah pasien yang tanpa gejala ataupun gejala ringan. Tetapi, juga harus diperhatikan syarat-syarat mengenai isoman yang harus dipenuhi. Seperti tempat tidurnya tidak boleh campur dengan orang lain. Harus sendiri.

 

Selama isoman, apakah pasien tersebut tetap dimonitor oleh dokter ataupun tenaga kesehatan secara daring?

Monitoring tetap dilakukan oleh tenaga kesehatan tentunya. Juga dibantu oleh tim satgas Covid-19. Dokter pun bisa terlibat langsung atau tidak. Monitoring itu bisa langsung dengan APD lengkap atau melalui telepon, WhatsApp, dan video call. Untuk kebutuhan obat, jika memang diperlukan, akan diberikan sesuai dengan gejalanya.

 

Para pasien isoman di Bondowoso, terlebihnya di tingkat desa, apa juga mendapatkan pengawasan dari tim satgas desa atau kecamatan?

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pasien positif Covid-19 dengan status isolasi mandiri (isoman) di Bondowoso mendadak meningkat dalam beberapa terakhir. Bahkan, dalam lima hari terakhir, sesuai data Satgas Covid-19 Bondowoso, pasien isoman masih di atas angka 200.

Bondowoso kemarin (14/7) sudah menjadi status zona oranye. Sebelumnya, selama sepekan lebih masih berada dalam kondisi zona merah Covid-19. Sementara, pasien isoman rata-rata berstatus pasien tanpa gejala ataupun bergejala ringan saja. Bila pasien positif sudah dianggap bergejala berat, langsung dirujuk ke puskesmas rujukan Covid-19 ataupun rumah sakit.

Lalu, bagaimana sebenarnya kondisi pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri? Berikut ini beberapa pertanyaan Jawa Pos Radar Ijen kepada Mohammad Imron, sebagai Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso.

 

Dalam beberapa hari terakhir, angka pasien isoman di Bondowoso masih cukup banyak. Apa dengan banyaknya pasien isoman, faktor penularan atau penyebaran Covid-19 justru meningkat?

Memang benar orang yang sedang isoman berpotensi menularkan kepada orang yang berada di sekitarnya. Terutama anggota keluarganya. Orang yang dapat isoman adalah pasien yang tanpa gejala ataupun gejala ringan. Tetapi, juga harus diperhatikan syarat-syarat mengenai isoman yang harus dipenuhi. Seperti tempat tidurnya tidak boleh campur dengan orang lain. Harus sendiri.

 

Selama isoman, apakah pasien tersebut tetap dimonitor oleh dokter ataupun tenaga kesehatan secara daring?

Monitoring tetap dilakukan oleh tenaga kesehatan tentunya. Juga dibantu oleh tim satgas Covid-19. Dokter pun bisa terlibat langsung atau tidak. Monitoring itu bisa langsung dengan APD lengkap atau melalui telepon, WhatsApp, dan video call. Untuk kebutuhan obat, jika memang diperlukan, akan diberikan sesuai dengan gejalanya.

 

Para pasien isoman di Bondowoso, terlebihnya di tingkat desa, apa juga mendapatkan pengawasan dari tim satgas desa atau kecamatan?

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/