alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Imbas Alun-Alun Bondowoso Ditutup Selama PPKM

PKL Pindah ke Pinggir Jalan

Mobile_AP_Rectangle 1

Selain Sugik, sejumlah pedagang lain juga banyak yang masih kebingungan mencari tempat berjualan baru. Ada juga yang memilih berjualan di tempat lain. Namun, ada juga sebagian pedagang yang memilih tidak berjualan. Selain kesulitan mencari lapak baru, hal itu karena para pengunjung juga tergolong sedikit dan sepi di tengah dibatasinya mobilitas masyarakat.

Ketua PKL Alun-alun RBA Ki Ronggo Mujiati juga turut memberikan komentar terkait hal tersebut. Pihaknya mempertanyakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang menurutnya dianggarkan untuk pemulihan ekonomi, serta program tersebut sasarannya untuk siapa saja. “Sampai sekarang tidak ada apa-apa. Mana APBD yang dikoar-koarkan untuk pemulihan ekonomi? Tidak ada,” ujarnya.

Mujiati menjelaskan, PKL mendapatkan bantuan dari pusat hanya beberapa waktu lalu. Pada awal pandemi. Itu pun hanya lima orang yang mendapatkan bantuan. Padahal, jumlah PKL yang tergabung dalam paguyubannya jumlahnya puluhan orang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Diakui, sampai saat ini PKL tidak bisa berjualan sama sekali, karena jalan ditutup total. Terpaksa sebagian pedagang berhenti dan berdiam diri di rumahnya masing-masing. “Jika kami harus jualan di tempat lain, pelanggan kami belum mengetahui. Apalagi yang di alun-alun adalah kuliner dan harus bawa peralatan. Jadi ribet jika tidak ada tempat jualan,” jelasnya.

Menurutnya, sekalipun pedagang memaksakan diri untuk berjualan, dipastikan akan merugi karena tidak akan ada pembeli yang datang. “Mendorong gerobak pun perlu biaya, dan itu harus bayar. Kalau dihitung, tidak sesuai dengan modalnya,” ucapnya.

Para PKL Bondowoso berharap Covid-19 segera berakhir dan PPKM darurat ini juga tidak diperpanjang oleh pemerintah. “Kami siap patuh pada kebijakan pemerintah. Hanya saja, semoga pemerintah juga mendengar keluh kesah para pekerja yang tidak mendapat gaji tetap seperti PNS,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Ilham Wahyudi
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

Selain Sugik, sejumlah pedagang lain juga banyak yang masih kebingungan mencari tempat berjualan baru. Ada juga yang memilih berjualan di tempat lain. Namun, ada juga sebagian pedagang yang memilih tidak berjualan. Selain kesulitan mencari lapak baru, hal itu karena para pengunjung juga tergolong sedikit dan sepi di tengah dibatasinya mobilitas masyarakat.

Ketua PKL Alun-alun RBA Ki Ronggo Mujiati juga turut memberikan komentar terkait hal tersebut. Pihaknya mempertanyakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang menurutnya dianggarkan untuk pemulihan ekonomi, serta program tersebut sasarannya untuk siapa saja. “Sampai sekarang tidak ada apa-apa. Mana APBD yang dikoar-koarkan untuk pemulihan ekonomi? Tidak ada,” ujarnya.

Mujiati menjelaskan, PKL mendapatkan bantuan dari pusat hanya beberapa waktu lalu. Pada awal pandemi. Itu pun hanya lima orang yang mendapatkan bantuan. Padahal, jumlah PKL yang tergabung dalam paguyubannya jumlahnya puluhan orang.

Diakui, sampai saat ini PKL tidak bisa berjualan sama sekali, karena jalan ditutup total. Terpaksa sebagian pedagang berhenti dan berdiam diri di rumahnya masing-masing. “Jika kami harus jualan di tempat lain, pelanggan kami belum mengetahui. Apalagi yang di alun-alun adalah kuliner dan harus bawa peralatan. Jadi ribet jika tidak ada tempat jualan,” jelasnya.

Menurutnya, sekalipun pedagang memaksakan diri untuk berjualan, dipastikan akan merugi karena tidak akan ada pembeli yang datang. “Mendorong gerobak pun perlu biaya, dan itu harus bayar. Kalau dihitung, tidak sesuai dengan modalnya,” ucapnya.

Para PKL Bondowoso berharap Covid-19 segera berakhir dan PPKM darurat ini juga tidak diperpanjang oleh pemerintah. “Kami siap patuh pada kebijakan pemerintah. Hanya saja, semoga pemerintah juga mendengar keluh kesah para pekerja yang tidak mendapat gaji tetap seperti PNS,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Ilham Wahyudi
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Selain Sugik, sejumlah pedagang lain juga banyak yang masih kebingungan mencari tempat berjualan baru. Ada juga yang memilih berjualan di tempat lain. Namun, ada juga sebagian pedagang yang memilih tidak berjualan. Selain kesulitan mencari lapak baru, hal itu karena para pengunjung juga tergolong sedikit dan sepi di tengah dibatasinya mobilitas masyarakat.

Ketua PKL Alun-alun RBA Ki Ronggo Mujiati juga turut memberikan komentar terkait hal tersebut. Pihaknya mempertanyakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang menurutnya dianggarkan untuk pemulihan ekonomi, serta program tersebut sasarannya untuk siapa saja. “Sampai sekarang tidak ada apa-apa. Mana APBD yang dikoar-koarkan untuk pemulihan ekonomi? Tidak ada,” ujarnya.

Mujiati menjelaskan, PKL mendapatkan bantuan dari pusat hanya beberapa waktu lalu. Pada awal pandemi. Itu pun hanya lima orang yang mendapatkan bantuan. Padahal, jumlah PKL yang tergabung dalam paguyubannya jumlahnya puluhan orang.

Diakui, sampai saat ini PKL tidak bisa berjualan sama sekali, karena jalan ditutup total. Terpaksa sebagian pedagang berhenti dan berdiam diri di rumahnya masing-masing. “Jika kami harus jualan di tempat lain, pelanggan kami belum mengetahui. Apalagi yang di alun-alun adalah kuliner dan harus bawa peralatan. Jadi ribet jika tidak ada tempat jualan,” jelasnya.

Menurutnya, sekalipun pedagang memaksakan diri untuk berjualan, dipastikan akan merugi karena tidak akan ada pembeli yang datang. “Mendorong gerobak pun perlu biaya, dan itu harus bayar. Kalau dihitung, tidak sesuai dengan modalnya,” ucapnya.

Para PKL Bondowoso berharap Covid-19 segera berakhir dan PPKM darurat ini juga tidak diperpanjang oleh pemerintah. “Kami siap patuh pada kebijakan pemerintah. Hanya saja, semoga pemerintah juga mendengar keluh kesah para pekerja yang tidak mendapat gaji tetap seperti PNS,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Ilham Wahyudi
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/