alexametrics
19.8 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Lama-Lama DLHP Tidak Kuat Juga

Atasi Warga yang Buang Sampah Sembarangan

Mobile_AP_Rectangle 1

Tak hanya itu, pihaknya juga sudah memasang banner larangan membuang sampah sembarangan. “Habis itu, hanya berkisar seminggu, banner-nya dibuang. Yang buang ini tidak tahu. Padahal sudah dibuatkan banner,” jelasnya.

Dia menilai, kesadaran masyarakat masih rendah. Sehingga tetap membuang sampah sembarangan. Padahal sampah ini menjadi tanggung jawab pribadi. Jadi, idealnya, masyarakat mengelola sampahnya secara mandiri dan tidak dibuang serampangan.

Dari pantauan, sampah di sepanjang jalan raya tersebut adalah sampah rumah tangga. Menurut Asis, banyak aduan masyarakat bahwa di sana banyak tumpukan sampah. “Setelah dibersihkan, ada lagi. Kalau begitu, DLHP tidak kuat juga. Yang buang warga sekitar daerah sana. Pakai kresek dan dibakar. Bakarnya pun itu malam,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebenarnya dalam Perda Nomor 8 Tahun 2020 Pasal 14-15, sudah ada larangan membuang sampah sembarangan. Sedangkan dalam pasal 65 disebutkan, setiap orang dan badan yang terbukti melanggar hukum sebagaimana ketentuan itu, diancam dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling tinggi Rp 50 juta.

“Tapi, masyarakat tidak kapok. Soalnya belum pernah ada shock therapy. Seharusnya aparat penegak perda yang menindak. Kalau DLHP hanya imbauan. Sepanjang Jalan A Yani banyak sampah di pinggir jalan,” pungkasnya.

Jurnalis: mg3
Fotografer: Istimewa
Editor: Mahrus Sholih

- Advertisement -

Tak hanya itu, pihaknya juga sudah memasang banner larangan membuang sampah sembarangan. “Habis itu, hanya berkisar seminggu, banner-nya dibuang. Yang buang ini tidak tahu. Padahal sudah dibuatkan banner,” jelasnya.

Dia menilai, kesadaran masyarakat masih rendah. Sehingga tetap membuang sampah sembarangan. Padahal sampah ini menjadi tanggung jawab pribadi. Jadi, idealnya, masyarakat mengelola sampahnya secara mandiri dan tidak dibuang serampangan.

Dari pantauan, sampah di sepanjang jalan raya tersebut adalah sampah rumah tangga. Menurut Asis, banyak aduan masyarakat bahwa di sana banyak tumpukan sampah. “Setelah dibersihkan, ada lagi. Kalau begitu, DLHP tidak kuat juga. Yang buang warga sekitar daerah sana. Pakai kresek dan dibakar. Bakarnya pun itu malam,” terangnya.

Sebenarnya dalam Perda Nomor 8 Tahun 2020 Pasal 14-15, sudah ada larangan membuang sampah sembarangan. Sedangkan dalam pasal 65 disebutkan, setiap orang dan badan yang terbukti melanggar hukum sebagaimana ketentuan itu, diancam dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling tinggi Rp 50 juta.

“Tapi, masyarakat tidak kapok. Soalnya belum pernah ada shock therapy. Seharusnya aparat penegak perda yang menindak. Kalau DLHP hanya imbauan. Sepanjang Jalan A Yani banyak sampah di pinggir jalan,” pungkasnya.

Jurnalis: mg3
Fotografer: Istimewa
Editor: Mahrus Sholih

Tak hanya itu, pihaknya juga sudah memasang banner larangan membuang sampah sembarangan. “Habis itu, hanya berkisar seminggu, banner-nya dibuang. Yang buang ini tidak tahu. Padahal sudah dibuatkan banner,” jelasnya.

Dia menilai, kesadaran masyarakat masih rendah. Sehingga tetap membuang sampah sembarangan. Padahal sampah ini menjadi tanggung jawab pribadi. Jadi, idealnya, masyarakat mengelola sampahnya secara mandiri dan tidak dibuang serampangan.

Dari pantauan, sampah di sepanjang jalan raya tersebut adalah sampah rumah tangga. Menurut Asis, banyak aduan masyarakat bahwa di sana banyak tumpukan sampah. “Setelah dibersihkan, ada lagi. Kalau begitu, DLHP tidak kuat juga. Yang buang warga sekitar daerah sana. Pakai kresek dan dibakar. Bakarnya pun itu malam,” terangnya.

Sebenarnya dalam Perda Nomor 8 Tahun 2020 Pasal 14-15, sudah ada larangan membuang sampah sembarangan. Sedangkan dalam pasal 65 disebutkan, setiap orang dan badan yang terbukti melanggar hukum sebagaimana ketentuan itu, diancam dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling tinggi Rp 50 juta.

“Tapi, masyarakat tidak kapok. Soalnya belum pernah ada shock therapy. Seharusnya aparat penegak perda yang menindak. Kalau DLHP hanya imbauan. Sepanjang Jalan A Yani banyak sampah di pinggir jalan,” pungkasnya.

Jurnalis: mg3
Fotografer: Istimewa
Editor: Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/