23.5 C
Jember
Tuesday, 21 March 2023

Lama-Lama DLHP Tidak Kuat Juga

Atasi Warga yang Buang Sampah Sembarangan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemandangan tak sedap masih saja terlihat di pinggiran Jalan Raya Jember-Bondowoso. Tepatnya di Jalan A Yani, Kabupaten Bondowoso. Sebab, terdapat tumpukan limbah rumah tangga yang baunya cukup menyengat hingga mengganggu pengendara.

Tumpukan sampah tersebut berada di sekitar rumah makan di Sukowiryo, Kecamatan/Kabupaten Bondowoso. Sampah-sampah itu terbungkus kantong plastik, dan ditumpuk begitu saja di satu titik. Selain itu, terdapat tumpukan jerami.

Salah seorang warga, Hatijah, mengaku sering mencium bau tak sedap ketika melintas di titik tersebut. “Bau dan tidak enak dipandang,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, setiap kali akan ke kota, tumpukan limbah rumah tangga itu selalu ada. Bahkan terkesan seperti tempat pembuangan sementara. “Iya, selalu banyak sampahnya,” imbuh warga Maesan tersebut.

Sementara itu, Kasi Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso Abdul Asis mengakui, memang masih ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan di sepanjang Jalan Raya Bondowoso-Jember.

Bahkan, beberapa waktu lalu, kata dia, pihaknya sudah mengangkut sampah tersebut. Namun, warga balik lagi membuang di titik yang sama. “Tempo hari sudah melakukan pembersihan. Ternyata ada lagi,” ujarnya.

Namun, ketika DLHP mengangkut, dia menuturkan, masyarakat justru semakin manja. Bahkan, seolah-olah hal itu diperbolehkan. “Kalau terus begini, kan repot,” ucap Asis, kemarin (14/6).

Tak hanya itu, pihaknya juga sudah memasang banner larangan membuang sampah sembarangan. “Habis itu, hanya berkisar seminggu, banner-nya dibuang. Yang buang ini tidak tahu. Padahal sudah dibuatkan banner,” jelasnya.

Dia menilai, kesadaran masyarakat masih rendah. Sehingga tetap membuang sampah sembarangan. Padahal sampah ini menjadi tanggung jawab pribadi. Jadi, idealnya, masyarakat mengelola sampahnya secara mandiri dan tidak dibuang serampangan.

Dari pantauan, sampah di sepanjang jalan raya tersebut adalah sampah rumah tangga. Menurut Asis, banyak aduan masyarakat bahwa di sana banyak tumpukan sampah. “Setelah dibersihkan, ada lagi. Kalau begitu, DLHP tidak kuat juga. Yang buang warga sekitar daerah sana. Pakai kresek dan dibakar. Bakarnya pun itu malam,” terangnya.

Sebenarnya dalam Perda Nomor 8 Tahun 2020 Pasal 14-15, sudah ada larangan membuang sampah sembarangan. Sedangkan dalam pasal 65 disebutkan, setiap orang dan badan yang terbukti melanggar hukum sebagaimana ketentuan itu, diancam dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling tinggi Rp 50 juta.

“Tapi, masyarakat tidak kapok. Soalnya belum pernah ada shock therapy. Seharusnya aparat penegak perda yang menindak. Kalau DLHP hanya imbauan. Sepanjang Jalan A Yani banyak sampah di pinggir jalan,” pungkasnya.

Jurnalis: mg3
Fotografer: Istimewa
Editor: Mahrus Sholih

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemandangan tak sedap masih saja terlihat di pinggiran Jalan Raya Jember-Bondowoso. Tepatnya di Jalan A Yani, Kabupaten Bondowoso. Sebab, terdapat tumpukan limbah rumah tangga yang baunya cukup menyengat hingga mengganggu pengendara.

Tumpukan sampah tersebut berada di sekitar rumah makan di Sukowiryo, Kecamatan/Kabupaten Bondowoso. Sampah-sampah itu terbungkus kantong plastik, dan ditumpuk begitu saja di satu titik. Selain itu, terdapat tumpukan jerami.

Salah seorang warga, Hatijah, mengaku sering mencium bau tak sedap ketika melintas di titik tersebut. “Bau dan tidak enak dipandang,” katanya.

Menurutnya, setiap kali akan ke kota, tumpukan limbah rumah tangga itu selalu ada. Bahkan terkesan seperti tempat pembuangan sementara. “Iya, selalu banyak sampahnya,” imbuh warga Maesan tersebut.

Sementara itu, Kasi Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso Abdul Asis mengakui, memang masih ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan di sepanjang Jalan Raya Bondowoso-Jember.

Bahkan, beberapa waktu lalu, kata dia, pihaknya sudah mengangkut sampah tersebut. Namun, warga balik lagi membuang di titik yang sama. “Tempo hari sudah melakukan pembersihan. Ternyata ada lagi,” ujarnya.

Namun, ketika DLHP mengangkut, dia menuturkan, masyarakat justru semakin manja. Bahkan, seolah-olah hal itu diperbolehkan. “Kalau terus begini, kan repot,” ucap Asis, kemarin (14/6).

Tak hanya itu, pihaknya juga sudah memasang banner larangan membuang sampah sembarangan. “Habis itu, hanya berkisar seminggu, banner-nya dibuang. Yang buang ini tidak tahu. Padahal sudah dibuatkan banner,” jelasnya.

Dia menilai, kesadaran masyarakat masih rendah. Sehingga tetap membuang sampah sembarangan. Padahal sampah ini menjadi tanggung jawab pribadi. Jadi, idealnya, masyarakat mengelola sampahnya secara mandiri dan tidak dibuang serampangan.

Dari pantauan, sampah di sepanjang jalan raya tersebut adalah sampah rumah tangga. Menurut Asis, banyak aduan masyarakat bahwa di sana banyak tumpukan sampah. “Setelah dibersihkan, ada lagi. Kalau begitu, DLHP tidak kuat juga. Yang buang warga sekitar daerah sana. Pakai kresek dan dibakar. Bakarnya pun itu malam,” terangnya.

Sebenarnya dalam Perda Nomor 8 Tahun 2020 Pasal 14-15, sudah ada larangan membuang sampah sembarangan. Sedangkan dalam pasal 65 disebutkan, setiap orang dan badan yang terbukti melanggar hukum sebagaimana ketentuan itu, diancam dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling tinggi Rp 50 juta.

“Tapi, masyarakat tidak kapok. Soalnya belum pernah ada shock therapy. Seharusnya aparat penegak perda yang menindak. Kalau DLHP hanya imbauan. Sepanjang Jalan A Yani banyak sampah di pinggir jalan,” pungkasnya.

Jurnalis: mg3
Fotografer: Istimewa
Editor: Mahrus Sholih

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemandangan tak sedap masih saja terlihat di pinggiran Jalan Raya Jember-Bondowoso. Tepatnya di Jalan A Yani, Kabupaten Bondowoso. Sebab, terdapat tumpukan limbah rumah tangga yang baunya cukup menyengat hingga mengganggu pengendara.

Tumpukan sampah tersebut berada di sekitar rumah makan di Sukowiryo, Kecamatan/Kabupaten Bondowoso. Sampah-sampah itu terbungkus kantong plastik, dan ditumpuk begitu saja di satu titik. Selain itu, terdapat tumpukan jerami.

Salah seorang warga, Hatijah, mengaku sering mencium bau tak sedap ketika melintas di titik tersebut. “Bau dan tidak enak dipandang,” katanya.

Menurutnya, setiap kali akan ke kota, tumpukan limbah rumah tangga itu selalu ada. Bahkan terkesan seperti tempat pembuangan sementara. “Iya, selalu banyak sampahnya,” imbuh warga Maesan tersebut.

Sementara itu, Kasi Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso Abdul Asis mengakui, memang masih ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan di sepanjang Jalan Raya Bondowoso-Jember.

Bahkan, beberapa waktu lalu, kata dia, pihaknya sudah mengangkut sampah tersebut. Namun, warga balik lagi membuang di titik yang sama. “Tempo hari sudah melakukan pembersihan. Ternyata ada lagi,” ujarnya.

Namun, ketika DLHP mengangkut, dia menuturkan, masyarakat justru semakin manja. Bahkan, seolah-olah hal itu diperbolehkan. “Kalau terus begini, kan repot,” ucap Asis, kemarin (14/6).

Tak hanya itu, pihaknya juga sudah memasang banner larangan membuang sampah sembarangan. “Habis itu, hanya berkisar seminggu, banner-nya dibuang. Yang buang ini tidak tahu. Padahal sudah dibuatkan banner,” jelasnya.

Dia menilai, kesadaran masyarakat masih rendah. Sehingga tetap membuang sampah sembarangan. Padahal sampah ini menjadi tanggung jawab pribadi. Jadi, idealnya, masyarakat mengelola sampahnya secara mandiri dan tidak dibuang serampangan.

Dari pantauan, sampah di sepanjang jalan raya tersebut adalah sampah rumah tangga. Menurut Asis, banyak aduan masyarakat bahwa di sana banyak tumpukan sampah. “Setelah dibersihkan, ada lagi. Kalau begitu, DLHP tidak kuat juga. Yang buang warga sekitar daerah sana. Pakai kresek dan dibakar. Bakarnya pun itu malam,” terangnya.

Sebenarnya dalam Perda Nomor 8 Tahun 2020 Pasal 14-15, sudah ada larangan membuang sampah sembarangan. Sedangkan dalam pasal 65 disebutkan, setiap orang dan badan yang terbukti melanggar hukum sebagaimana ketentuan itu, diancam dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling tinggi Rp 50 juta.

“Tapi, masyarakat tidak kapok. Soalnya belum pernah ada shock therapy. Seharusnya aparat penegak perda yang menindak. Kalau DLHP hanya imbauan. Sepanjang Jalan A Yani banyak sampah di pinggir jalan,” pungkasnya.

Jurnalis: mg3
Fotografer: Istimewa
Editor: Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca