alexametrics
24.4 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Dinsos Klaim Sudah Lakukan Pendataan dan Penyaluran Bantuan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Menanggapi viralnya difabel asal Bondowoso yang mengaku tak mendapatkan bantuan dari pemerintah, dan pergi ke Jakarta guna menemui Baim Wong, Dinas Sosial Bondowoso pun turut berkomentar. Plt Kepala Dinsos Bondowoso Saefuddin Suhri menjelaskan bahwa pihaknya sudah mendata seluruh difabel Bondowoso. Serta memberikan bantuan sesuai aturan dan prosedur yang berlaku.

Bagi difabel yang tergabung dalam PPDI, ada tiga bantuan yang diberikan. Baik itu dari dana APBN pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten. Bantuan dari pusat masuk dalam bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Mereka mendapatkan bantuan uang tunai Rp 2,4 juta yang diterima setiap triwulan.

Di Bondowoso tercatat ada 265 keluarga difabel yang menerima bantuan. Sedangkan bantuan dari pemerintah provinsi sebesar Rp 300 ribu. Ada 68 keluarga difabel yang menerima bantuan dari provinsi tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Dari kabupaten sendiri, tahun ini kami berikan bantuan sebanyak 14 kursi roda, 13 kaki palsu, tongkat sensor bagi tunanetra sebanyak lima tongkat, dan 35 paket sembako selama lima bulan. Terhitung mulai Maret sampai Juli,” kata Suhri.

Dirinya menambahkan, khusus untuk Siddik, pihaknya sudah mengkroscek dan mendapati bahwa yang bersangkutan menerima bantuan program sembako dari pusat atas nama istrinya. Kemudian, juga mendapatkan bantuan PKH Rp 2,4 juta.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Menanggapi viralnya difabel asal Bondowoso yang mengaku tak mendapatkan bantuan dari pemerintah, dan pergi ke Jakarta guna menemui Baim Wong, Dinas Sosial Bondowoso pun turut berkomentar. Plt Kepala Dinsos Bondowoso Saefuddin Suhri menjelaskan bahwa pihaknya sudah mendata seluruh difabel Bondowoso. Serta memberikan bantuan sesuai aturan dan prosedur yang berlaku.

Bagi difabel yang tergabung dalam PPDI, ada tiga bantuan yang diberikan. Baik itu dari dana APBN pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten. Bantuan dari pusat masuk dalam bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Mereka mendapatkan bantuan uang tunai Rp 2,4 juta yang diterima setiap triwulan.

Di Bondowoso tercatat ada 265 keluarga difabel yang menerima bantuan. Sedangkan bantuan dari pemerintah provinsi sebesar Rp 300 ribu. Ada 68 keluarga difabel yang menerima bantuan dari provinsi tersebut.

“Dari kabupaten sendiri, tahun ini kami berikan bantuan sebanyak 14 kursi roda, 13 kaki palsu, tongkat sensor bagi tunanetra sebanyak lima tongkat, dan 35 paket sembako selama lima bulan. Terhitung mulai Maret sampai Juli,” kata Suhri.

Dirinya menambahkan, khusus untuk Siddik, pihaknya sudah mengkroscek dan mendapati bahwa yang bersangkutan menerima bantuan program sembako dari pusat atas nama istrinya. Kemudian, juga mendapatkan bantuan PKH Rp 2,4 juta.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Menanggapi viralnya difabel asal Bondowoso yang mengaku tak mendapatkan bantuan dari pemerintah, dan pergi ke Jakarta guna menemui Baim Wong, Dinas Sosial Bondowoso pun turut berkomentar. Plt Kepala Dinsos Bondowoso Saefuddin Suhri menjelaskan bahwa pihaknya sudah mendata seluruh difabel Bondowoso. Serta memberikan bantuan sesuai aturan dan prosedur yang berlaku.

Bagi difabel yang tergabung dalam PPDI, ada tiga bantuan yang diberikan. Baik itu dari dana APBN pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten. Bantuan dari pusat masuk dalam bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Mereka mendapatkan bantuan uang tunai Rp 2,4 juta yang diterima setiap triwulan.

Di Bondowoso tercatat ada 265 keluarga difabel yang menerima bantuan. Sedangkan bantuan dari pemerintah provinsi sebesar Rp 300 ribu. Ada 68 keluarga difabel yang menerima bantuan dari provinsi tersebut.

“Dari kabupaten sendiri, tahun ini kami berikan bantuan sebanyak 14 kursi roda, 13 kaki palsu, tongkat sensor bagi tunanetra sebanyak lima tongkat, dan 35 paket sembako selama lima bulan. Terhitung mulai Maret sampai Juli,” kata Suhri.

Dirinya menambahkan, khusus untuk Siddik, pihaknya sudah mengkroscek dan mendapati bahwa yang bersangkutan menerima bantuan program sembako dari pusat atas nama istrinya. Kemudian, juga mendapatkan bantuan PKH Rp 2,4 juta.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/