alexametrics
30.9 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Libatkan Camat Verifikasi Faktual

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Para camat dari 23 kecamatan di Bondowoso diundang ke pemkab, kemarin (14/6). Mereka diajak menyukseskan pendataan guru mengaji oleh Wakil Bupati Irwan Bachtiar. Para camat diminta untuk ikut all out terlibat. Harapannya tidak ada salah pendataan, apalagi sengaja membuat data salah.

Wakil Bupati Irwan Bachtiar mengatakan, pihaknya sengaja mengumpulkan para camat untuk ikut melakukan verifikasi faktual. Sebab, selama ini ada beberapa kesalahan yang ditemukan. Misalnya banyak data di guru mengaji yang ternyata bukan guru mengaji. “Kami tegaskan jangan sampai bermain-main dengan input data, karena ini uang negara, uang rakyat,” tegasnya.

Pemkab sendiri saat ini membuat sistem pendataan. Walau nantinya leading sector-nya ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), namun sistem pendataan dilakukan oleh Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Pemkab Bondowoso. Sebab, pada 2018, pemberian insentif guru mengaji ini dilakukan bagian kesra. Camat memberikan data, lantas diinput di bagian kesra.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebagai pendukung, sistem aplikasi input data itu sudah dibuat oleh pemkab. Sehingga pendataan yang dilakukan sudah tidak manual. Termasuk di dalamnya adalah data-data guru mengaji yang sebelumnya mendapatkan insentif. Berdasarkan pantauan wabup, bisa-bisa data guru mengaji berkurang. Itu jika melihat adanya data guru mengaji sebelumnya yang sudah meninggal atau bahkan data asal-asalan. “Karenanya, ada beberapa kriteria yang kami berikan. Jangan sampai bukan guru mengaji, namun masuk data,” tegasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Para camat dari 23 kecamatan di Bondowoso diundang ke pemkab, kemarin (14/6). Mereka diajak menyukseskan pendataan guru mengaji oleh Wakil Bupati Irwan Bachtiar. Para camat diminta untuk ikut all out terlibat. Harapannya tidak ada salah pendataan, apalagi sengaja membuat data salah.

Wakil Bupati Irwan Bachtiar mengatakan, pihaknya sengaja mengumpulkan para camat untuk ikut melakukan verifikasi faktual. Sebab, selama ini ada beberapa kesalahan yang ditemukan. Misalnya banyak data di guru mengaji yang ternyata bukan guru mengaji. “Kami tegaskan jangan sampai bermain-main dengan input data, karena ini uang negara, uang rakyat,” tegasnya.

Pemkab sendiri saat ini membuat sistem pendataan. Walau nantinya leading sector-nya ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), namun sistem pendataan dilakukan oleh Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Pemkab Bondowoso. Sebab, pada 2018, pemberian insentif guru mengaji ini dilakukan bagian kesra. Camat memberikan data, lantas diinput di bagian kesra.

Sebagai pendukung, sistem aplikasi input data itu sudah dibuat oleh pemkab. Sehingga pendataan yang dilakukan sudah tidak manual. Termasuk di dalamnya adalah data-data guru mengaji yang sebelumnya mendapatkan insentif. Berdasarkan pantauan wabup, bisa-bisa data guru mengaji berkurang. Itu jika melihat adanya data guru mengaji sebelumnya yang sudah meninggal atau bahkan data asal-asalan. “Karenanya, ada beberapa kriteria yang kami berikan. Jangan sampai bukan guru mengaji, namun masuk data,” tegasnya.

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Para camat dari 23 kecamatan di Bondowoso diundang ke pemkab, kemarin (14/6). Mereka diajak menyukseskan pendataan guru mengaji oleh Wakil Bupati Irwan Bachtiar. Para camat diminta untuk ikut all out terlibat. Harapannya tidak ada salah pendataan, apalagi sengaja membuat data salah.

Wakil Bupati Irwan Bachtiar mengatakan, pihaknya sengaja mengumpulkan para camat untuk ikut melakukan verifikasi faktual. Sebab, selama ini ada beberapa kesalahan yang ditemukan. Misalnya banyak data di guru mengaji yang ternyata bukan guru mengaji. “Kami tegaskan jangan sampai bermain-main dengan input data, karena ini uang negara, uang rakyat,” tegasnya.

Pemkab sendiri saat ini membuat sistem pendataan. Walau nantinya leading sector-nya ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), namun sistem pendataan dilakukan oleh Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Pemkab Bondowoso. Sebab, pada 2018, pemberian insentif guru mengaji ini dilakukan bagian kesra. Camat memberikan data, lantas diinput di bagian kesra.

Sebagai pendukung, sistem aplikasi input data itu sudah dibuat oleh pemkab. Sehingga pendataan yang dilakukan sudah tidak manual. Termasuk di dalamnya adalah data-data guru mengaji yang sebelumnya mendapatkan insentif. Berdasarkan pantauan wabup, bisa-bisa data guru mengaji berkurang. Itu jika melihat adanya data guru mengaji sebelumnya yang sudah meninggal atau bahkan data asal-asalan. “Karenanya, ada beberapa kriteria yang kami berikan. Jangan sampai bukan guru mengaji, namun masuk data,” tegasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/