alexametrics
23 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Tempat Penjual Takjil Disekat

Sempat Timbulkan Kerumunan Pertama Puasa

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Walau masih masa pandemi, Alun-Alun RBA Ki Ronggo tetap ramai. Khususnya di sore hari. Bahkan, di hari pertama puasa, bermunculan penjual takjil di area depan Lapas Kelas II B Bondowoso. Saat itu jalan macet dan timbul kerumunan.

Sebagai langkah taktis, Satpol PP bersama Satgas Covid-19 melakukan penyekatan, pagi kemarin. Area disekat menggunakan tali rafia dan ditandai dengan cat semprot. Tujuannya mencegah kemacetan dan kerumunan menjelang berbuka puasa.

Suwito, Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Bondowoso, menyampaikan, untuk mengantisipasi kerumunan, pihaknya memindahkan tempat jualan para PKL ke trotoar. Kemudian, dilakukan penyekatan menggunakan tali rafia dan ditandai dengan cat semprot. Terdapat 50 tempat untuk berjualan yang disediakan oleh pihaknya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dengan adanya penyekatan, para pedagang juga dibatasi dalam menggelar lapaknya. Mereka hanya boleh menggelar lapak maksimal satu meter saja. Hal itu bertujuan untuk efisiensi tempat bagi para penjual yang lainnya. “Para penjual ada yang dari luar. Kemudian, ada juga yang memang memiliki lapak di dalam,” jelasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Walau masih masa pandemi, Alun-Alun RBA Ki Ronggo tetap ramai. Khususnya di sore hari. Bahkan, di hari pertama puasa, bermunculan penjual takjil di area depan Lapas Kelas II B Bondowoso. Saat itu jalan macet dan timbul kerumunan.

Sebagai langkah taktis, Satpol PP bersama Satgas Covid-19 melakukan penyekatan, pagi kemarin. Area disekat menggunakan tali rafia dan ditandai dengan cat semprot. Tujuannya mencegah kemacetan dan kerumunan menjelang berbuka puasa.

Suwito, Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Bondowoso, menyampaikan, untuk mengantisipasi kerumunan, pihaknya memindahkan tempat jualan para PKL ke trotoar. Kemudian, dilakukan penyekatan menggunakan tali rafia dan ditandai dengan cat semprot. Terdapat 50 tempat untuk berjualan yang disediakan oleh pihaknya.

Dengan adanya penyekatan, para pedagang juga dibatasi dalam menggelar lapaknya. Mereka hanya boleh menggelar lapak maksimal satu meter saja. Hal itu bertujuan untuk efisiensi tempat bagi para penjual yang lainnya. “Para penjual ada yang dari luar. Kemudian, ada juga yang memang memiliki lapak di dalam,” jelasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Walau masih masa pandemi, Alun-Alun RBA Ki Ronggo tetap ramai. Khususnya di sore hari. Bahkan, di hari pertama puasa, bermunculan penjual takjil di area depan Lapas Kelas II B Bondowoso. Saat itu jalan macet dan timbul kerumunan.

Sebagai langkah taktis, Satpol PP bersama Satgas Covid-19 melakukan penyekatan, pagi kemarin. Area disekat menggunakan tali rafia dan ditandai dengan cat semprot. Tujuannya mencegah kemacetan dan kerumunan menjelang berbuka puasa.

Suwito, Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Bondowoso, menyampaikan, untuk mengantisipasi kerumunan, pihaknya memindahkan tempat jualan para PKL ke trotoar. Kemudian, dilakukan penyekatan menggunakan tali rafia dan ditandai dengan cat semprot. Terdapat 50 tempat untuk berjualan yang disediakan oleh pihaknya.

Dengan adanya penyekatan, para pedagang juga dibatasi dalam menggelar lapaknya. Mereka hanya boleh menggelar lapak maksimal satu meter saja. Hal itu bertujuan untuk efisiensi tempat bagi para penjual yang lainnya. “Para penjual ada yang dari luar. Kemudian, ada juga yang memang memiliki lapak di dalam,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/