alexametrics
24.1 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Tikungan di Arak-arak, Tempat Favorit Buat Cornering

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tikungan di Arak-Arak, Wringin, menjadi salah satu tempat favorit bagi para bikers (pengendara sepeda motor). Pasalnya, ada titik yang menikung tajam. Titik itu sering digunakan bikers untuk menunjukan kelihaian dalam menikung tajam alias cornering. Hal tersebut biasa dilakukan setiap akhir pekan seperti yang dilakukan pada Minggu (14/3) kemarin.

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Ijen, Arak-Arak memang memiliki banyak tikungan. Tingkat kemiringannya pun beragam. Hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi orang-orang yang memiliki hobi bermotor ektrem untuk melancarkan aksinya. Dengan begitu, di tempat tersebut biasa dibuat untuk cornering setiap Minggu pagi.

Para bikers yang melancarkan aksinya di tempat tersebut ternyata tidak hanya berasal dari Bondowoso. Banyak bikers dari luar kabupaten juga sering mengunjungi tempat tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Motor yang digunakan juga bervariasi. Motor bebek hingga motor sport bebas melakukan cornering di tempat tersebut. Walau demikian, para bikers harus ektra hati-hati. Mengingat, tempat tersebut merupakan jalan umum yang biasa digunakan oleh pengendara roda dua atau roda empat. Dari arah besuki menuju Bondowoso melewati Wringin.

Cornering sendiri, memang harus dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kemampuan khusus. Apalagi aksi tersebut tergolong hobi yang ektrem. Selain itu, harus dilengkapi peralatan yang memadahi. Dengan demikian, bisa meminimalisir cedera, apabila terjadi kecelakaan.

“Biasanya, memang setiap Minggu kami kumpul disini. Lalu, ada atraksi cornering kayak gitu,” ungkap salah satu biker yang enggan disebut namanya. Komunitas tersebut biasa menyebut cornering dengan istilah Kormereng (bahasa Madura, Red). Artinya, yang penting miring.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tikungan di Arak-Arak, Wringin, menjadi salah satu tempat favorit bagi para bikers (pengendara sepeda motor). Pasalnya, ada titik yang menikung tajam. Titik itu sering digunakan bikers untuk menunjukan kelihaian dalam menikung tajam alias cornering. Hal tersebut biasa dilakukan setiap akhir pekan seperti yang dilakukan pada Minggu (14/3) kemarin.

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Ijen, Arak-Arak memang memiliki banyak tikungan. Tingkat kemiringannya pun beragam. Hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi orang-orang yang memiliki hobi bermotor ektrem untuk melancarkan aksinya. Dengan begitu, di tempat tersebut biasa dibuat untuk cornering setiap Minggu pagi.

Para bikers yang melancarkan aksinya di tempat tersebut ternyata tidak hanya berasal dari Bondowoso. Banyak bikers dari luar kabupaten juga sering mengunjungi tempat tersebut.

Motor yang digunakan juga bervariasi. Motor bebek hingga motor sport bebas melakukan cornering di tempat tersebut. Walau demikian, para bikers harus ektra hati-hati. Mengingat, tempat tersebut merupakan jalan umum yang biasa digunakan oleh pengendara roda dua atau roda empat. Dari arah besuki menuju Bondowoso melewati Wringin.

Cornering sendiri, memang harus dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kemampuan khusus. Apalagi aksi tersebut tergolong hobi yang ektrem. Selain itu, harus dilengkapi peralatan yang memadahi. Dengan demikian, bisa meminimalisir cedera, apabila terjadi kecelakaan.

“Biasanya, memang setiap Minggu kami kumpul disini. Lalu, ada atraksi cornering kayak gitu,” ungkap salah satu biker yang enggan disebut namanya. Komunitas tersebut biasa menyebut cornering dengan istilah Kormereng (bahasa Madura, Red). Artinya, yang penting miring.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tikungan di Arak-Arak, Wringin, menjadi salah satu tempat favorit bagi para bikers (pengendara sepeda motor). Pasalnya, ada titik yang menikung tajam. Titik itu sering digunakan bikers untuk menunjukan kelihaian dalam menikung tajam alias cornering. Hal tersebut biasa dilakukan setiap akhir pekan seperti yang dilakukan pada Minggu (14/3) kemarin.

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Ijen, Arak-Arak memang memiliki banyak tikungan. Tingkat kemiringannya pun beragam. Hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi orang-orang yang memiliki hobi bermotor ektrem untuk melancarkan aksinya. Dengan begitu, di tempat tersebut biasa dibuat untuk cornering setiap Minggu pagi.

Para bikers yang melancarkan aksinya di tempat tersebut ternyata tidak hanya berasal dari Bondowoso. Banyak bikers dari luar kabupaten juga sering mengunjungi tempat tersebut.

Motor yang digunakan juga bervariasi. Motor bebek hingga motor sport bebas melakukan cornering di tempat tersebut. Walau demikian, para bikers harus ektra hati-hati. Mengingat, tempat tersebut merupakan jalan umum yang biasa digunakan oleh pengendara roda dua atau roda empat. Dari arah besuki menuju Bondowoso melewati Wringin.

Cornering sendiri, memang harus dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kemampuan khusus. Apalagi aksi tersebut tergolong hobi yang ektrem. Selain itu, harus dilengkapi peralatan yang memadahi. Dengan demikian, bisa meminimalisir cedera, apabila terjadi kecelakaan.

“Biasanya, memang setiap Minggu kami kumpul disini. Lalu, ada atraksi cornering kayak gitu,” ungkap salah satu biker yang enggan disebut namanya. Komunitas tersebut biasa menyebut cornering dengan istilah Kormereng (bahasa Madura, Red). Artinya, yang penting miring.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/