alexametrics
24.6 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Pengendara Was-was Ketika Malam Tiba

Masih Banyak Jalan Tak Dilengkapi PJU Tak sedikit ruas jalan di sejumlah kecamatan belum diterangi lampu penerangan jalan umum (PJU). Misalnya, di daerah Kecamatan Tapen jalan menuju ke arah Ijen. Atau, Jalan penghubung Desa Mandiro dengan Desa Klabang Atas di Kecamatan Tegalampel. Minimnya penerangan jalan membuat para pegendara was-was pada malam hari.   

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Salah seorang pengendara, Rafi, 22, mengaku gelisah ketika harus melewati Jalan Desa Mandiro waktu malam. Kondisi aspal di sana mulus, tetapi ada segelintir pengendara yang lupa menyalakan lampu motor. Ditambah, para pengendara juga kerap memacu kencang motor masing-masing. Dua permasalahan itu akan berbeda ketika ada lampu PJU.

“Saya berharap agar pemerintah lekas menambah PJU di jalan penghubung antar desa ini. Selain rawan kecelakaan, jalan tanpa PJU berpotensi memicu tindakan kriminal. Apalagi kondisinya sepi seperti Jalan Mandiro yang diapit kebun tebu,” katanya.

Di sisi lain, Imam Wahyudi, Anggota seksi PJU Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso, menyatakan bahwa hingga saat ini memang hanya 27 persen wilayah jalan di Kota Tape yang sudah diterangi lampu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebenarnya, DLHP telah berupaya agar seluruh akses jalan di Bondowoso terang benderang. Namun, usaha tersebut terganjal keterbatasan anggaran (APBD). “Sehingga perlu waktu agar jalan di Kabupaten Bondowoso terang benderang sesuai slogan yang sudah dicanangkan,” ujarnya.

Imam menyebutkan bahwa tiap tahun DLHP mengajukan anggaran untuk pengadaan PJU. Rata-rata per tahun, pihaknya menambah PJU di 5 lokasi. Ada 15 titik pemasangan lampu pada satu lokasi. Bila dikalkulasikan, total ada 75 unit PJU untuk 5 lokasi baru. “Pengadaan PJU di masa pandemi lebih sulit karena anggaran di-refocusing untuk penanganan Covid-19. Kami juga berupaya, pengadaan PJU lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) dan berhasil. Tetapi, dihapus karena pandemi,” paparnya.

Dia menambahkan, pemasangan PJU saat ini akan diprioritaskan pada jalan poros kecamatan. Pada 2022, pihaknya berusaha untuk turut mendukung Ijen Geopark dengan menerangi jalan utama menuju situs. “Kami ingin jalan pusat wilayah kecamatan diterangi PJU. Kami juga mendukung Ijen Geopark,” jelasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Salah seorang pengendara, Rafi, 22, mengaku gelisah ketika harus melewati Jalan Desa Mandiro waktu malam. Kondisi aspal di sana mulus, tetapi ada segelintir pengendara yang lupa menyalakan lampu motor. Ditambah, para pengendara juga kerap memacu kencang motor masing-masing. Dua permasalahan itu akan berbeda ketika ada lampu PJU.

“Saya berharap agar pemerintah lekas menambah PJU di jalan penghubung antar desa ini. Selain rawan kecelakaan, jalan tanpa PJU berpotensi memicu tindakan kriminal. Apalagi kondisinya sepi seperti Jalan Mandiro yang diapit kebun tebu,” katanya.

Di sisi lain, Imam Wahyudi, Anggota seksi PJU Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso, menyatakan bahwa hingga saat ini memang hanya 27 persen wilayah jalan di Kota Tape yang sudah diterangi lampu.

Sebenarnya, DLHP telah berupaya agar seluruh akses jalan di Bondowoso terang benderang. Namun, usaha tersebut terganjal keterbatasan anggaran (APBD). “Sehingga perlu waktu agar jalan di Kabupaten Bondowoso terang benderang sesuai slogan yang sudah dicanangkan,” ujarnya.

Imam menyebutkan bahwa tiap tahun DLHP mengajukan anggaran untuk pengadaan PJU. Rata-rata per tahun, pihaknya menambah PJU di 5 lokasi. Ada 15 titik pemasangan lampu pada satu lokasi. Bila dikalkulasikan, total ada 75 unit PJU untuk 5 lokasi baru. “Pengadaan PJU di masa pandemi lebih sulit karena anggaran di-refocusing untuk penanganan Covid-19. Kami juga berupaya, pengadaan PJU lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) dan berhasil. Tetapi, dihapus karena pandemi,” paparnya.

Dia menambahkan, pemasangan PJU saat ini akan diprioritaskan pada jalan poros kecamatan. Pada 2022, pihaknya berusaha untuk turut mendukung Ijen Geopark dengan menerangi jalan utama menuju situs. “Kami ingin jalan pusat wilayah kecamatan diterangi PJU. Kami juga mendukung Ijen Geopark,” jelasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Salah seorang pengendara, Rafi, 22, mengaku gelisah ketika harus melewati Jalan Desa Mandiro waktu malam. Kondisi aspal di sana mulus, tetapi ada segelintir pengendara yang lupa menyalakan lampu motor. Ditambah, para pengendara juga kerap memacu kencang motor masing-masing. Dua permasalahan itu akan berbeda ketika ada lampu PJU.

“Saya berharap agar pemerintah lekas menambah PJU di jalan penghubung antar desa ini. Selain rawan kecelakaan, jalan tanpa PJU berpotensi memicu tindakan kriminal. Apalagi kondisinya sepi seperti Jalan Mandiro yang diapit kebun tebu,” katanya.

Di sisi lain, Imam Wahyudi, Anggota seksi PJU Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso, menyatakan bahwa hingga saat ini memang hanya 27 persen wilayah jalan di Kota Tape yang sudah diterangi lampu.

Sebenarnya, DLHP telah berupaya agar seluruh akses jalan di Bondowoso terang benderang. Namun, usaha tersebut terganjal keterbatasan anggaran (APBD). “Sehingga perlu waktu agar jalan di Kabupaten Bondowoso terang benderang sesuai slogan yang sudah dicanangkan,” ujarnya.

Imam menyebutkan bahwa tiap tahun DLHP mengajukan anggaran untuk pengadaan PJU. Rata-rata per tahun, pihaknya menambah PJU di 5 lokasi. Ada 15 titik pemasangan lampu pada satu lokasi. Bila dikalkulasikan, total ada 75 unit PJU untuk 5 lokasi baru. “Pengadaan PJU di masa pandemi lebih sulit karena anggaran di-refocusing untuk penanganan Covid-19. Kami juga berupaya, pengadaan PJU lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) dan berhasil. Tetapi, dihapus karena pandemi,” paparnya.

Dia menambahkan, pemasangan PJU saat ini akan diprioritaskan pada jalan poros kecamatan. Pada 2022, pihaknya berusaha untuk turut mendukung Ijen Geopark dengan menerangi jalan utama menuju situs. “Kami ingin jalan pusat wilayah kecamatan diterangi PJU. Kami juga mendukung Ijen Geopark,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/