alexametrics
23.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Kacabdin Longgarkan Kegiatan Sekolah

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Saat ini, perang melawan pandemi masih terus berlanjut. Namun, untuk kegiatan sekolah, sudah dilonggarkan. Berbagai kegiatan boleh dilakukan. Kuncinya, menerapkan protokol kesehatan.

Misalnya, praktek kerja industri (Prakerin) bagi siswa SMK kelas akhir. Kegiatan itu tetap boleh dilakukan saat masa pandemi. Tetapi, harus tetap menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin tinggi.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Provinsi Jawa Timur Wilayah Bondowoso Sugiono Eksantoso menyatakan, seluruh kegiatan siswa yang harus dilakukan dengan praktek harus berjalan sebagaimana mestinya. Misalnya, praktek kerja industri (prakerin) atau ujian kompetensi keahlian (UKK).

Mobile_AP_Rectangle 2

“Semuanya jalan, di sini saya tidak pernah menghentikan kegiatan. Yang namanya PKL (Praktek Kerja Lapangan, Red) jalan, kemudian UKK juga harus jalan,” tegas Sugiono.

Menurut dia, tidak mungkin siswa melakukan praktek secara daring. Apalagi, prakerin merupakan penerapan dari hasil pembelajaran yang didapatkan di sekolah. Dia menambahkan, semua praktek harus dilakukan secara langsung. “Gak mungkin anak-anak praktek dengan cara daring. Jadi, harus dilakukan secara luring,” jelasnya.

Bahkan kegiatan-kegiatan lain yang diselenggarakan sekolah juga boleh dilakukan. Yakni, dengan mengatur jumlah orang yang hadir dan menentukan waktu kegiatan, serta tidak melupakan prokes. “Bahkan, kalau mau ada acara-acara lain, silahkan. Yang penting, tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku,” imbuhnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Saat ini, perang melawan pandemi masih terus berlanjut. Namun, untuk kegiatan sekolah, sudah dilonggarkan. Berbagai kegiatan boleh dilakukan. Kuncinya, menerapkan protokol kesehatan.

Misalnya, praktek kerja industri (Prakerin) bagi siswa SMK kelas akhir. Kegiatan itu tetap boleh dilakukan saat masa pandemi. Tetapi, harus tetap menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin tinggi.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Provinsi Jawa Timur Wilayah Bondowoso Sugiono Eksantoso menyatakan, seluruh kegiatan siswa yang harus dilakukan dengan praktek harus berjalan sebagaimana mestinya. Misalnya, praktek kerja industri (prakerin) atau ujian kompetensi keahlian (UKK).

“Semuanya jalan, di sini saya tidak pernah menghentikan kegiatan. Yang namanya PKL (Praktek Kerja Lapangan, Red) jalan, kemudian UKK juga harus jalan,” tegas Sugiono.

Menurut dia, tidak mungkin siswa melakukan praktek secara daring. Apalagi, prakerin merupakan penerapan dari hasil pembelajaran yang didapatkan di sekolah. Dia menambahkan, semua praktek harus dilakukan secara langsung. “Gak mungkin anak-anak praktek dengan cara daring. Jadi, harus dilakukan secara luring,” jelasnya.

Bahkan kegiatan-kegiatan lain yang diselenggarakan sekolah juga boleh dilakukan. Yakni, dengan mengatur jumlah orang yang hadir dan menentukan waktu kegiatan, serta tidak melupakan prokes. “Bahkan, kalau mau ada acara-acara lain, silahkan. Yang penting, tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku,” imbuhnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Saat ini, perang melawan pandemi masih terus berlanjut. Namun, untuk kegiatan sekolah, sudah dilonggarkan. Berbagai kegiatan boleh dilakukan. Kuncinya, menerapkan protokol kesehatan.

Misalnya, praktek kerja industri (Prakerin) bagi siswa SMK kelas akhir. Kegiatan itu tetap boleh dilakukan saat masa pandemi. Tetapi, harus tetap menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin tinggi.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Provinsi Jawa Timur Wilayah Bondowoso Sugiono Eksantoso menyatakan, seluruh kegiatan siswa yang harus dilakukan dengan praktek harus berjalan sebagaimana mestinya. Misalnya, praktek kerja industri (prakerin) atau ujian kompetensi keahlian (UKK).

“Semuanya jalan, di sini saya tidak pernah menghentikan kegiatan. Yang namanya PKL (Praktek Kerja Lapangan, Red) jalan, kemudian UKK juga harus jalan,” tegas Sugiono.

Menurut dia, tidak mungkin siswa melakukan praktek secara daring. Apalagi, prakerin merupakan penerapan dari hasil pembelajaran yang didapatkan di sekolah. Dia menambahkan, semua praktek harus dilakukan secara langsung. “Gak mungkin anak-anak praktek dengan cara daring. Jadi, harus dilakukan secara luring,” jelasnya.

Bahkan kegiatan-kegiatan lain yang diselenggarakan sekolah juga boleh dilakukan. Yakni, dengan mengatur jumlah orang yang hadir dan menentukan waktu kegiatan, serta tidak melupakan prokes. “Bahkan, kalau mau ada acara-acara lain, silahkan. Yang penting, tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/