alexametrics
23 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Harusnya Pemkab Bisa Contoh Bagusnya

Melihat lapangan Stadion Magenda dan lapangan Arseko yang ada di Gang Malabar, Kota Kulon, hasilnya berbanding 180 derajat. Rumput hijau nan mulus bisa dipandang enak di mata. Sedangkan lapangan milik pemerintah kabupaten di Stadion Magenda, bisa dikatakan nihil perawatan.

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Rumputnya jarang dipotong, banyak sudut-sudut yang berlubang, rumput bergelombang membuat aliran bola tak maksimal. Itulah gambaran rumput hijau di Stadion Magenda. Belum lagi waktu hujan deras, bisa dipastikan banjir. Sebab, drainase lapangan milik Bondowoso itu buruk.

Selama ini, Stadion Magenda tak layak ditempat gelaran pertandingan kompetisi standar nasional. Hanya sekelas kompetisi amatir, alias Liga 3. Itu pun zona Provinsi Jawa Timur.

Berbeda dengan lapangan di Gang Malabar, Kelurahan Kota Kulon. Lapangan milik warga ini justru sangat bagus. Lapangan yang ditempat sekolah sepak bola (SSB) Arek Seluruh Kota Kulon (Arseko) ini milik Adra’i. Dia membangun lapangan di-support sang anak, Agus Adriyanto. “Kami tidak ingin daerah ini terisolasi. Akhirnya, kami menginginkan lapangan ini dibangun di Gang Malabar,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua Askab PSSI Bondowoso Subangkit Adi Putra mengapresiasi keberadaan lapangan Arseko. Kualitas rumputnya hampir sama seperti yang digunakan di beberapa stadion besar Indonesia.

Meskipun juga ada yang perlu digarisbawahi. Standar ukuran lapangan Arseko belum layak menggelar pertandingan normal 11 pemain versus 11 pemain. Sebab, hanya mampu memainkan maksimal 9 vs 9 pemain.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Rumputnya jarang dipotong, banyak sudut-sudut yang berlubang, rumput bergelombang membuat aliran bola tak maksimal. Itulah gambaran rumput hijau di Stadion Magenda. Belum lagi waktu hujan deras, bisa dipastikan banjir. Sebab, drainase lapangan milik Bondowoso itu buruk.

Selama ini, Stadion Magenda tak layak ditempat gelaran pertandingan kompetisi standar nasional. Hanya sekelas kompetisi amatir, alias Liga 3. Itu pun zona Provinsi Jawa Timur.

Berbeda dengan lapangan di Gang Malabar, Kelurahan Kota Kulon. Lapangan milik warga ini justru sangat bagus. Lapangan yang ditempat sekolah sepak bola (SSB) Arek Seluruh Kota Kulon (Arseko) ini milik Adra’i. Dia membangun lapangan di-support sang anak, Agus Adriyanto. “Kami tidak ingin daerah ini terisolasi. Akhirnya, kami menginginkan lapangan ini dibangun di Gang Malabar,” ucapnya.

Ketua Askab PSSI Bondowoso Subangkit Adi Putra mengapresiasi keberadaan lapangan Arseko. Kualitas rumputnya hampir sama seperti yang digunakan di beberapa stadion besar Indonesia.

Meskipun juga ada yang perlu digarisbawahi. Standar ukuran lapangan Arseko belum layak menggelar pertandingan normal 11 pemain versus 11 pemain. Sebab, hanya mampu memainkan maksimal 9 vs 9 pemain.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Rumputnya jarang dipotong, banyak sudut-sudut yang berlubang, rumput bergelombang membuat aliran bola tak maksimal. Itulah gambaran rumput hijau di Stadion Magenda. Belum lagi waktu hujan deras, bisa dipastikan banjir. Sebab, drainase lapangan milik Bondowoso itu buruk.

Selama ini, Stadion Magenda tak layak ditempat gelaran pertandingan kompetisi standar nasional. Hanya sekelas kompetisi amatir, alias Liga 3. Itu pun zona Provinsi Jawa Timur.

Berbeda dengan lapangan di Gang Malabar, Kelurahan Kota Kulon. Lapangan milik warga ini justru sangat bagus. Lapangan yang ditempat sekolah sepak bola (SSB) Arek Seluruh Kota Kulon (Arseko) ini milik Adra’i. Dia membangun lapangan di-support sang anak, Agus Adriyanto. “Kami tidak ingin daerah ini terisolasi. Akhirnya, kami menginginkan lapangan ini dibangun di Gang Malabar,” ucapnya.

Ketua Askab PSSI Bondowoso Subangkit Adi Putra mengapresiasi keberadaan lapangan Arseko. Kualitas rumputnya hampir sama seperti yang digunakan di beberapa stadion besar Indonesia.

Meskipun juga ada yang perlu digarisbawahi. Standar ukuran lapangan Arseko belum layak menggelar pertandingan normal 11 pemain versus 11 pemain. Sebab, hanya mampu memainkan maksimal 9 vs 9 pemain.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/