alexametrics
29.3 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Pemkab Bondowoso Gelar Kompetisi Inovasi yang Diikuti Sejumlah OPD

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Untuk mempermudah pelayanan di Kabupaten Bondowoso, beragam inovasi harus terus dilakukan. Bahkan untuk memantik inovasi dari setiap instansi pemerintah yang ada.

Karenanya, pemerintah kabupaten (pemkab) menggelar kompetisi inovasi yang diikuti oleh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi pemerintah lainnya. Hal tersebut diketahui dalam acara Penganugerahan Lomba Inovasi Daerah di Pendapa Bupati, kemarin (13/12) pagi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, ada berbagai penghargaan yang diserahkan. Juara pertama yakni Dinas Sosial dengan Inovasi Sekolah Perempuan PKH untuk Peningkatan Kualitas Hidup PKM PKH (Sekoper PKH). Juara dua diraih oleh Kecamatan Sukosari dengan inovasi Go Ojek Perizinan (Gozin). Serta juara tiga diraih oleh UPTD Satuan Pendidikan Formal (SPF) SDN Sumberanyar 1 dengan inovasi Sistem Pendataan Siswa Baru (Sipedasboncabe).

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, untuk juara harapan satu diraih oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dengan inovasi Sistem Informasi Manajemen Pendapatan Daerah (SIMPAD). Serta juara harapan dua adalah inovasi Sistem Informasi dan Aplikasi Perizinan Online (SIAPO), yang dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal Satu Pintu, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja.

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat mengatakan, hantaman pandemi Covid-19 yang mengubah tatanan sosial kemasyarakatan juga memengaruhi kinerja pemerintah, baik dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. Menghadapi kondisi tersebut, Pemkab Bondowoso tetap mendorong semua stakeholder, khususnya perangkat daerah dan jajaran di bawahnya, untuk tetap membangun dan menumbuhkembangkan inovasi. “Guna menyelesaikan berbagai persoalan penyelenggaraan pemerintahan melalui inovasi yang dibangun. Sekaligus mampu meningkatkan pelayanan publik bagi masyarakat,” katanya.

Selain itu, Irwan juga menuturkan, para inovator daerah tersebut harus menularkan kepada instansi atau organisasi pemerintahan lainnya. Inovasi tersebut harus direplikasi dan dikembangkan untuk memberikan kemudahan dalam pelayanan kepada masyarakat.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Untuk mempermudah pelayanan di Kabupaten Bondowoso, beragam inovasi harus terus dilakukan. Bahkan untuk memantik inovasi dari setiap instansi pemerintah yang ada.

Karenanya, pemerintah kabupaten (pemkab) menggelar kompetisi inovasi yang diikuti oleh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi pemerintah lainnya. Hal tersebut diketahui dalam acara Penganugerahan Lomba Inovasi Daerah di Pendapa Bupati, kemarin (13/12) pagi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, ada berbagai penghargaan yang diserahkan. Juara pertama yakni Dinas Sosial dengan Inovasi Sekolah Perempuan PKH untuk Peningkatan Kualitas Hidup PKM PKH (Sekoper PKH). Juara dua diraih oleh Kecamatan Sukosari dengan inovasi Go Ojek Perizinan (Gozin). Serta juara tiga diraih oleh UPTD Satuan Pendidikan Formal (SPF) SDN Sumberanyar 1 dengan inovasi Sistem Pendataan Siswa Baru (Sipedasboncabe).

Selain itu, untuk juara harapan satu diraih oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dengan inovasi Sistem Informasi Manajemen Pendapatan Daerah (SIMPAD). Serta juara harapan dua adalah inovasi Sistem Informasi dan Aplikasi Perizinan Online (SIAPO), yang dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal Satu Pintu, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja.

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat mengatakan, hantaman pandemi Covid-19 yang mengubah tatanan sosial kemasyarakatan juga memengaruhi kinerja pemerintah, baik dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. Menghadapi kondisi tersebut, Pemkab Bondowoso tetap mendorong semua stakeholder, khususnya perangkat daerah dan jajaran di bawahnya, untuk tetap membangun dan menumbuhkembangkan inovasi. “Guna menyelesaikan berbagai persoalan penyelenggaraan pemerintahan melalui inovasi yang dibangun. Sekaligus mampu meningkatkan pelayanan publik bagi masyarakat,” katanya.

Selain itu, Irwan juga menuturkan, para inovator daerah tersebut harus menularkan kepada instansi atau organisasi pemerintahan lainnya. Inovasi tersebut harus direplikasi dan dikembangkan untuk memberikan kemudahan dalam pelayanan kepada masyarakat.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Untuk mempermudah pelayanan di Kabupaten Bondowoso, beragam inovasi harus terus dilakukan. Bahkan untuk memantik inovasi dari setiap instansi pemerintah yang ada.

Karenanya, pemerintah kabupaten (pemkab) menggelar kompetisi inovasi yang diikuti oleh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi pemerintah lainnya. Hal tersebut diketahui dalam acara Penganugerahan Lomba Inovasi Daerah di Pendapa Bupati, kemarin (13/12) pagi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, ada berbagai penghargaan yang diserahkan. Juara pertama yakni Dinas Sosial dengan Inovasi Sekolah Perempuan PKH untuk Peningkatan Kualitas Hidup PKM PKH (Sekoper PKH). Juara dua diraih oleh Kecamatan Sukosari dengan inovasi Go Ojek Perizinan (Gozin). Serta juara tiga diraih oleh UPTD Satuan Pendidikan Formal (SPF) SDN Sumberanyar 1 dengan inovasi Sistem Pendataan Siswa Baru (Sipedasboncabe).

Selain itu, untuk juara harapan satu diraih oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dengan inovasi Sistem Informasi Manajemen Pendapatan Daerah (SIMPAD). Serta juara harapan dua adalah inovasi Sistem Informasi dan Aplikasi Perizinan Online (SIAPO), yang dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal Satu Pintu, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja.

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat mengatakan, hantaman pandemi Covid-19 yang mengubah tatanan sosial kemasyarakatan juga memengaruhi kinerja pemerintah, baik dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. Menghadapi kondisi tersebut, Pemkab Bondowoso tetap mendorong semua stakeholder, khususnya perangkat daerah dan jajaran di bawahnya, untuk tetap membangun dan menumbuhkembangkan inovasi. “Guna menyelesaikan berbagai persoalan penyelenggaraan pemerintahan melalui inovasi yang dibangun. Sekaligus mampu meningkatkan pelayanan publik bagi masyarakat,” katanya.

Selain itu, Irwan juga menuturkan, para inovator daerah tersebut harus menularkan kepada instansi atau organisasi pemerintahan lainnya. Inovasi tersebut harus direplikasi dan dikembangkan untuk memberikan kemudahan dalam pelayanan kepada masyarakat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/