alexametrics
26 C
Jember
Thursday, 23 September 2021
spot_imgspot_img

Pemkab Bondowoso Segera Bentuk Majelis Kode Etik

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Video viral dangdutan yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso Sugiono Eksantoso ternyata berbuntut panjang. Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan segera membentuk majelis kode etik. Hal tersebut setelah Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin menerima laporan hasil pendalaman dari inspektorat terkait video yang viral hingga keluar daerah itu.

Kepala Inspektorat Kabupaten Bondowoso Ahmad mengatakan, sejak Jumat (10/9) lalu, pihaknya telah menggali data dan mengklarifikasi ke sejumlah pihak. Hasil pendalamannya sudah diserahkan dan diterima oleh bupati. “Sudah kami susun laporan secara resmi kepada bupati. Kami menyampaikan beberapa opsi, agar ini segera ada penyelesaian,” ungkapnya, ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen, kemarin (13/9) pagi.

Inspektorat sudah melaporkan hasil penelusuran secara terperinci yang dituangkan dalam hasil audit kepada bupati. Sementara, terhadap dugaan adanya pelanggaran oleh Kadisdikbud tersebut akan dilakukan pendalaman lebih jauh. “Saran kami inspektorat, terhadap dugaan pelanggaran kode etik nanti akan dibentuk majelis kode etik,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dari hasil keterangan sejumlah pihak, dia memastikan bahwa memang ada aktivitas dangdutan di salah satu sekolah itu. “Tetapi untuk kepentingan pendalaman biar majelis yang mendalami terhadap apa yang terjadi di dalamnya. Karena kami sifatnya masih dugaan terhadap pelanggaran,” paparnya.

Pihaknya memastikan bupati bakal membentuk majelis kode etik. Sementara, keanggotaan dalam majelis itu tetap menjadi kewenangan bupati. “Karena jelas di PP Nomor 42 Tahun 2008 maupun di Perbup Nomor 55 Tahun 2016 itu menjadi kewenangan bupati. Intinya bupati tidak tinggal diam dan bergerak sesuai peraturan yang ada,” imbuhnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Video viral dangdutan yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso Sugiono Eksantoso ternyata berbuntut panjang. Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan segera membentuk majelis kode etik. Hal tersebut setelah Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin menerima laporan hasil pendalaman dari inspektorat terkait video yang viral hingga keluar daerah itu.

Kepala Inspektorat Kabupaten Bondowoso Ahmad mengatakan, sejak Jumat (10/9) lalu, pihaknya telah menggali data dan mengklarifikasi ke sejumlah pihak. Hasil pendalamannya sudah diserahkan dan diterima oleh bupati. “Sudah kami susun laporan secara resmi kepada bupati. Kami menyampaikan beberapa opsi, agar ini segera ada penyelesaian,” ungkapnya, ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen, kemarin (13/9) pagi.

Inspektorat sudah melaporkan hasil penelusuran secara terperinci yang dituangkan dalam hasil audit kepada bupati. Sementara, terhadap dugaan adanya pelanggaran oleh Kadisdikbud tersebut akan dilakukan pendalaman lebih jauh. “Saran kami inspektorat, terhadap dugaan pelanggaran kode etik nanti akan dibentuk majelis kode etik,” jelasnya.

Dari hasil keterangan sejumlah pihak, dia memastikan bahwa memang ada aktivitas dangdutan di salah satu sekolah itu. “Tetapi untuk kepentingan pendalaman biar majelis yang mendalami terhadap apa yang terjadi di dalamnya. Karena kami sifatnya masih dugaan terhadap pelanggaran,” paparnya.

Pihaknya memastikan bupati bakal membentuk majelis kode etik. Sementara, keanggotaan dalam majelis itu tetap menjadi kewenangan bupati. “Karena jelas di PP Nomor 42 Tahun 2008 maupun di Perbup Nomor 55 Tahun 2016 itu menjadi kewenangan bupati. Intinya bupati tidak tinggal diam dan bergerak sesuai peraturan yang ada,” imbuhnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Video viral dangdutan yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso Sugiono Eksantoso ternyata berbuntut panjang. Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan segera membentuk majelis kode etik. Hal tersebut setelah Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin menerima laporan hasil pendalaman dari inspektorat terkait video yang viral hingga keluar daerah itu.

Kepala Inspektorat Kabupaten Bondowoso Ahmad mengatakan, sejak Jumat (10/9) lalu, pihaknya telah menggali data dan mengklarifikasi ke sejumlah pihak. Hasil pendalamannya sudah diserahkan dan diterima oleh bupati. “Sudah kami susun laporan secara resmi kepada bupati. Kami menyampaikan beberapa opsi, agar ini segera ada penyelesaian,” ungkapnya, ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen, kemarin (13/9) pagi.

Inspektorat sudah melaporkan hasil penelusuran secara terperinci yang dituangkan dalam hasil audit kepada bupati. Sementara, terhadap dugaan adanya pelanggaran oleh Kadisdikbud tersebut akan dilakukan pendalaman lebih jauh. “Saran kami inspektorat, terhadap dugaan pelanggaran kode etik nanti akan dibentuk majelis kode etik,” jelasnya.

Dari hasil keterangan sejumlah pihak, dia memastikan bahwa memang ada aktivitas dangdutan di salah satu sekolah itu. “Tetapi untuk kepentingan pendalaman biar majelis yang mendalami terhadap apa yang terjadi di dalamnya. Karena kami sifatnya masih dugaan terhadap pelanggaran,” paparnya.

Pihaknya memastikan bupati bakal membentuk majelis kode etik. Sementara, keanggotaan dalam majelis itu tetap menjadi kewenangan bupati. “Karena jelas di PP Nomor 42 Tahun 2008 maupun di Perbup Nomor 55 Tahun 2016 itu menjadi kewenangan bupati. Intinya bupati tidak tinggal diam dan bergerak sesuai peraturan yang ada,” imbuhnya.


BERITA TERKINI

Wajib Dibaca