alexametrics
26.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Perlu Perda Perlindungan Fauna, Ratusan Burung Dikembalikan ke Habitatnya

Mobile_AP_Rectangle 1

BLAWAN, Radar Ijen – Kicauan burung-burung di alam liar kini sudah jarang terdengar. Hal tersebut disebabkan masih banyaknya penangkapan liar yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab. Oleh sebab itu, Pemkab Bondowoso bersama PTPN XII Blawan Ijen, Profauna Indonesia, dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim melepasliarkan ratusan burung dengan belasan jenis berbeda, di area perkebunan Blawan. Bahkan, Pemkab Bondowoso juga terinspirasi untuk membuat perda tentang perlindungan fauna.

BACA JUGA : Peternak Sapi Lumajang Diimbau Jangan Panik hingga Jual Murah Lembunya

Pelepasliaran 154 burung dengan 13 jenis berbeda-beda itu dilakukan pada Kamis (12/5) lalu. Tujuannya untuk memulihkan populasi burung-burung yang semakin menyusut di alam liar. Secara terperinci beberapa jenis burung yang dilepaskan mulai dari burung madu sriganti, cucak kutilang, perling kumbang, merbah cerukcuk, kerak kerbau, kapasan kemiri, opior Jawa, prenjak padi, cinenen Jawa, cipoh kacat, takur tulung-tumpuk, cekakak sungai, dan tepus gelagah. “Semua jenis burung tersebut habitatnya memang ada di wilayah perkebunan Blawan dan sekitarnya,” ucap Rosek Nursahid, ekolog dari Profauna Indonesia.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, sebelum dilepaskan, burung-burung itu sudah mendapatkan pemeriksaan kesehatan serta sudah dilakukan penyesuaian dengan lingkungan sekitar beberapa bulan sebelumnya. “Jenis burung yang ditemukan di perkebunan Blawan ada sejumlah 50 jenis. Memang ada banyak jenis burung berkicau yang kini semakin sulit ditemukan keberadaannya di alam,” imbuhnya.

Dia mencatat, penangkapan burung liar itu masih sering terjadi di Bondowoso. Menggunakan jaring dan getah. Menurutnya, keberadaan burung di alam liar dapat menjadi penguat daya tarik ekowisata yang ramah satwa di Bondowoso. “Setelah melepasliarkan, akan dilakukan monitoring. Selain itu, akan dilakukan patroli gabungan secara rutin dan sosialisasi ke masyarakat sekitar akan pentingnya perlindungan burung,” terangnya.

Irwan Bachtiar Rahmat, Wakil Bupati Bondowoso, mengatakan, selama ini perda perlindungan fauna memang belum ada. Hanya ada peraturan bupati (perbup).

- Advertisement -

BLAWAN, Radar Ijen – Kicauan burung-burung di alam liar kini sudah jarang terdengar. Hal tersebut disebabkan masih banyaknya penangkapan liar yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab. Oleh sebab itu, Pemkab Bondowoso bersama PTPN XII Blawan Ijen, Profauna Indonesia, dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim melepasliarkan ratusan burung dengan belasan jenis berbeda, di area perkebunan Blawan. Bahkan, Pemkab Bondowoso juga terinspirasi untuk membuat perda tentang perlindungan fauna.

BACA JUGA : Peternak Sapi Lumajang Diimbau Jangan Panik hingga Jual Murah Lembunya

Pelepasliaran 154 burung dengan 13 jenis berbeda-beda itu dilakukan pada Kamis (12/5) lalu. Tujuannya untuk memulihkan populasi burung-burung yang semakin menyusut di alam liar. Secara terperinci beberapa jenis burung yang dilepaskan mulai dari burung madu sriganti, cucak kutilang, perling kumbang, merbah cerukcuk, kerak kerbau, kapasan kemiri, opior Jawa, prenjak padi, cinenen Jawa, cipoh kacat, takur tulung-tumpuk, cekakak sungai, dan tepus gelagah. “Semua jenis burung tersebut habitatnya memang ada di wilayah perkebunan Blawan dan sekitarnya,” ucap Rosek Nursahid, ekolog dari Profauna Indonesia.

Dia menjelaskan, sebelum dilepaskan, burung-burung itu sudah mendapatkan pemeriksaan kesehatan serta sudah dilakukan penyesuaian dengan lingkungan sekitar beberapa bulan sebelumnya. “Jenis burung yang ditemukan di perkebunan Blawan ada sejumlah 50 jenis. Memang ada banyak jenis burung berkicau yang kini semakin sulit ditemukan keberadaannya di alam,” imbuhnya.

Dia mencatat, penangkapan burung liar itu masih sering terjadi di Bondowoso. Menggunakan jaring dan getah. Menurutnya, keberadaan burung di alam liar dapat menjadi penguat daya tarik ekowisata yang ramah satwa di Bondowoso. “Setelah melepasliarkan, akan dilakukan monitoring. Selain itu, akan dilakukan patroli gabungan secara rutin dan sosialisasi ke masyarakat sekitar akan pentingnya perlindungan burung,” terangnya.

Irwan Bachtiar Rahmat, Wakil Bupati Bondowoso, mengatakan, selama ini perda perlindungan fauna memang belum ada. Hanya ada peraturan bupati (perbup).

BLAWAN, Radar Ijen – Kicauan burung-burung di alam liar kini sudah jarang terdengar. Hal tersebut disebabkan masih banyaknya penangkapan liar yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab. Oleh sebab itu, Pemkab Bondowoso bersama PTPN XII Blawan Ijen, Profauna Indonesia, dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim melepasliarkan ratusan burung dengan belasan jenis berbeda, di area perkebunan Blawan. Bahkan, Pemkab Bondowoso juga terinspirasi untuk membuat perda tentang perlindungan fauna.

BACA JUGA : Peternak Sapi Lumajang Diimbau Jangan Panik hingga Jual Murah Lembunya

Pelepasliaran 154 burung dengan 13 jenis berbeda-beda itu dilakukan pada Kamis (12/5) lalu. Tujuannya untuk memulihkan populasi burung-burung yang semakin menyusut di alam liar. Secara terperinci beberapa jenis burung yang dilepaskan mulai dari burung madu sriganti, cucak kutilang, perling kumbang, merbah cerukcuk, kerak kerbau, kapasan kemiri, opior Jawa, prenjak padi, cinenen Jawa, cipoh kacat, takur tulung-tumpuk, cekakak sungai, dan tepus gelagah. “Semua jenis burung tersebut habitatnya memang ada di wilayah perkebunan Blawan dan sekitarnya,” ucap Rosek Nursahid, ekolog dari Profauna Indonesia.

Dia menjelaskan, sebelum dilepaskan, burung-burung itu sudah mendapatkan pemeriksaan kesehatan serta sudah dilakukan penyesuaian dengan lingkungan sekitar beberapa bulan sebelumnya. “Jenis burung yang ditemukan di perkebunan Blawan ada sejumlah 50 jenis. Memang ada banyak jenis burung berkicau yang kini semakin sulit ditemukan keberadaannya di alam,” imbuhnya.

Dia mencatat, penangkapan burung liar itu masih sering terjadi di Bondowoso. Menggunakan jaring dan getah. Menurutnya, keberadaan burung di alam liar dapat menjadi penguat daya tarik ekowisata yang ramah satwa di Bondowoso. “Setelah melepasliarkan, akan dilakukan monitoring. Selain itu, akan dilakukan patroli gabungan secara rutin dan sosialisasi ke masyarakat sekitar akan pentingnya perlindungan burung,” terangnya.

Irwan Bachtiar Rahmat, Wakil Bupati Bondowoso, mengatakan, selama ini perda perlindungan fauna memang belum ada. Hanya ada peraturan bupati (perbup).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/