alexametrics
24.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Perlu Penguatan Cerita Kerajinan Kuningan

Mobile_AP_Rectangle 1

CINDOGO, Radar Ijen – Salah satu produk kerajinan asal Bondowoso yang masih cukup dikenal hingga saat ini adalah produk kuningan. Akhir April kemarin, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melihat langsung produk kuningan yang berada di Desa Cindogo, Kecamatan Tapen.

BACA JUGA : Merampungkan Sisa Pekerjaan Rumah

Produk-produk yang dihasilkan perajin di tempat tersebut dianggap layak untuk dipamerkan dalam forum G20 mendatang. Orang nomor satu di Jatim ini menyebut, terdapat beberapa indikator yang membuat kerajinan kuningan di Bumi Ki Ronggo layak untuk ditawarkan di kancah internasional melalui Desa Devisa. “Rasanya indah dan menarik sekali kalau produk ini bisa di-display di forum-forum G20,” ungkapnya di hadapan sejumlah awak media.

Mobile_AP_Rectangle 2

Terlebih, syarat untuk bergabung dalam Desa Devisa dinilai cukup mudah. Hanya ada tiga kriteria yang harus dipenuhi. Di antaranya, produk yang dijual adalah produk sendiri, bukan milik orang lain. Kedua, memiliki keunikan tersendiri. Sementara, kuningan Desa Cindogo sudah dianggap sangat unik. Kemudian, kategori terakhir yakni memiliki kelompok atau perajin dalam satu desa. “Tinggal LPEI atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia segera turun, ” terang Khofifah Indar Parawansa.

- Advertisement -

CINDOGO, Radar Ijen – Salah satu produk kerajinan asal Bondowoso yang masih cukup dikenal hingga saat ini adalah produk kuningan. Akhir April kemarin, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melihat langsung produk kuningan yang berada di Desa Cindogo, Kecamatan Tapen.

BACA JUGA : Merampungkan Sisa Pekerjaan Rumah

Produk-produk yang dihasilkan perajin di tempat tersebut dianggap layak untuk dipamerkan dalam forum G20 mendatang. Orang nomor satu di Jatim ini menyebut, terdapat beberapa indikator yang membuat kerajinan kuningan di Bumi Ki Ronggo layak untuk ditawarkan di kancah internasional melalui Desa Devisa. “Rasanya indah dan menarik sekali kalau produk ini bisa di-display di forum-forum G20,” ungkapnya di hadapan sejumlah awak media.

Terlebih, syarat untuk bergabung dalam Desa Devisa dinilai cukup mudah. Hanya ada tiga kriteria yang harus dipenuhi. Di antaranya, produk yang dijual adalah produk sendiri, bukan milik orang lain. Kedua, memiliki keunikan tersendiri. Sementara, kuningan Desa Cindogo sudah dianggap sangat unik. Kemudian, kategori terakhir yakni memiliki kelompok atau perajin dalam satu desa. “Tinggal LPEI atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia segera turun, ” terang Khofifah Indar Parawansa.

CINDOGO, Radar Ijen – Salah satu produk kerajinan asal Bondowoso yang masih cukup dikenal hingga saat ini adalah produk kuningan. Akhir April kemarin, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melihat langsung produk kuningan yang berada di Desa Cindogo, Kecamatan Tapen.

BACA JUGA : Merampungkan Sisa Pekerjaan Rumah

Produk-produk yang dihasilkan perajin di tempat tersebut dianggap layak untuk dipamerkan dalam forum G20 mendatang. Orang nomor satu di Jatim ini menyebut, terdapat beberapa indikator yang membuat kerajinan kuningan di Bumi Ki Ronggo layak untuk ditawarkan di kancah internasional melalui Desa Devisa. “Rasanya indah dan menarik sekali kalau produk ini bisa di-display di forum-forum G20,” ungkapnya di hadapan sejumlah awak media.

Terlebih, syarat untuk bergabung dalam Desa Devisa dinilai cukup mudah. Hanya ada tiga kriteria yang harus dipenuhi. Di antaranya, produk yang dijual adalah produk sendiri, bukan milik orang lain. Kedua, memiliki keunikan tersendiri. Sementara, kuningan Desa Cindogo sudah dianggap sangat unik. Kemudian, kategori terakhir yakni memiliki kelompok atau perajin dalam satu desa. “Tinggal LPEI atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia segera turun, ” terang Khofifah Indar Parawansa.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/