alexametrics
23.9 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Berharap Pasar Hewan Tak Ditutup

Hewan Luar Daerah Dilarang Masuk

Mobile_AP_Rectangle 1

GRUJUGAN, Radar Ijen – Merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak sapi di sejumlah daerah Jawa Timur menjadi perhatian serius Pemkab Bondowoso. Hal tersebut juga mengundang kekhawatiran seorang penjual sapi. Dia tidak ingin Pasar Hewan Selasaan, Kademangan, itu ditutup.

BACA JUGA : Pulihkan Sistem Pendidikan, PTM 100 Persen Jadi Harapan Bersama

Penjual sapi asal Desa/Kecamatan Grujugan, Moh Haris Aminullah, merasa khawatir jika PMK masuk Bondowoso akan berakibat pada ditutupnya pasar hewan. Haris merasa bisnis jual beli sapi yang dijalaninya akan menurun bila pasar hewan itu ditutup. Karena itu sumber penghasilannya. “Kalau jual beli di pasar hewan tidak ada, mau dapat uang dari mana,” tanyanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lebih lanjut, haris mengungkapkan, tak ada bisnis lain yang bisa dilakukannya. Dirinya sudah merasa lincah dengan bisnis sapi yang digelutinya. “Misal, sekarang ada hasil saat menjual, lalu pasar hewan tutup, hasil uang ini akan lebih banyak dihabiskan belanja rumah tangga,” katanya.

Meski sering melakukan penjualan di luar daerah, lanjut Haris, kondisi sekarang juga repot. Sebab, banyak daerah melakukan penjagaan secara ketat untuk hewan ternak dari luar daerah. Bila pasar hewan itu tutup, prediksinya harga sapi juga akan anjlok.

- Advertisement -

GRUJUGAN, Radar Ijen – Merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak sapi di sejumlah daerah Jawa Timur menjadi perhatian serius Pemkab Bondowoso. Hal tersebut juga mengundang kekhawatiran seorang penjual sapi. Dia tidak ingin Pasar Hewan Selasaan, Kademangan, itu ditutup.

BACA JUGA : Pulihkan Sistem Pendidikan, PTM 100 Persen Jadi Harapan Bersama

Penjual sapi asal Desa/Kecamatan Grujugan, Moh Haris Aminullah, merasa khawatir jika PMK masuk Bondowoso akan berakibat pada ditutupnya pasar hewan. Haris merasa bisnis jual beli sapi yang dijalaninya akan menurun bila pasar hewan itu ditutup. Karena itu sumber penghasilannya. “Kalau jual beli di pasar hewan tidak ada, mau dapat uang dari mana,” tanyanya.

Lebih lanjut, haris mengungkapkan, tak ada bisnis lain yang bisa dilakukannya. Dirinya sudah merasa lincah dengan bisnis sapi yang digelutinya. “Misal, sekarang ada hasil saat menjual, lalu pasar hewan tutup, hasil uang ini akan lebih banyak dihabiskan belanja rumah tangga,” katanya.

Meski sering melakukan penjualan di luar daerah, lanjut Haris, kondisi sekarang juga repot. Sebab, banyak daerah melakukan penjagaan secara ketat untuk hewan ternak dari luar daerah. Bila pasar hewan itu tutup, prediksinya harga sapi juga akan anjlok.

GRUJUGAN, Radar Ijen – Merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak sapi di sejumlah daerah Jawa Timur menjadi perhatian serius Pemkab Bondowoso. Hal tersebut juga mengundang kekhawatiran seorang penjual sapi. Dia tidak ingin Pasar Hewan Selasaan, Kademangan, itu ditutup.

BACA JUGA : Pulihkan Sistem Pendidikan, PTM 100 Persen Jadi Harapan Bersama

Penjual sapi asal Desa/Kecamatan Grujugan, Moh Haris Aminullah, merasa khawatir jika PMK masuk Bondowoso akan berakibat pada ditutupnya pasar hewan. Haris merasa bisnis jual beli sapi yang dijalaninya akan menurun bila pasar hewan itu ditutup. Karena itu sumber penghasilannya. “Kalau jual beli di pasar hewan tidak ada, mau dapat uang dari mana,” tanyanya.

Lebih lanjut, haris mengungkapkan, tak ada bisnis lain yang bisa dilakukannya. Dirinya sudah merasa lincah dengan bisnis sapi yang digelutinya. “Misal, sekarang ada hasil saat menjual, lalu pasar hewan tutup, hasil uang ini akan lebih banyak dihabiskan belanja rumah tangga,” katanya.

Meski sering melakukan penjualan di luar daerah, lanjut Haris, kondisi sekarang juga repot. Sebab, banyak daerah melakukan penjagaan secara ketat untuk hewan ternak dari luar daerah. Bila pasar hewan itu tutup, prediksinya harga sapi juga akan anjlok.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/