alexametrics
21.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Kawasan Megalitikum Terancam Perluasan Pabrik

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Status Bondowoso yang dijuluki sebagai surganya peninggalan megalitikum terancam tercoreng. Ini menyusul perluasan areal pabrik sebuah perusahaan di Grujugan, yang mengancam peninggalan purbakala.

Beberapa benda arkeologi bahkan ada yang rusak akibat proses pengurukan tanah untuk perluasan pabrik tersebut. Mendapati hal tersebut, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur turun langsung ke kawasan purbakala Grujugan untuk melakukan peninjauan.

“Jelas-jelas ada kesalahan, karena itu dalam waktu dekat kita akan adakan pertemuan dengan pihak PT Indah Karya Plywood. Mungkin Kamis besok,” ujar Endang Prasanti, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Dinas kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur usai meninjau langsung ke areal yang berjarak beberapa meter dari Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB) tersebut. Kunjungan itu juga didampingi Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso Harimas.

Mobile_AP_Rectangle 2

Endang melanjutkan, sesuai undang-undang, kegiatan memindahkan benda purbakala tanpa izin yang sah adalah pelanggaran hukum dan ada ancaman pidananya. Namun, TACB memilih untuk menempuh jalur mediasi untuk mendapatkan solusi terbaik. “Intinya bukan pada proses hukum, tetapi bagaimana kita bisa melestarikan benda cagar budaya,” jelas Endang.

Diakui Endang, kawasan tersebut secara Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) adalah masuk kawasan industri. Tetapi di sisi lain, kawasan di Grujugan itu juga ditetapkan sebagai areal situs cagar budaya, yang tidak diperbolehkan seenaknya memindahkan benda purbakala. “Kawasan industri di Bondowoso kan ada banyak, tidak hanya di sini. Sedangkan kawasan megalitikum cuma ada di sini. Karena itu, untuk mendapatkan solusinya, kita perlu duduk bersama dengan banyak pihak, termasuk instansi pemerintah yang terkait,” ujarnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Status Bondowoso yang dijuluki sebagai surganya peninggalan megalitikum terancam tercoreng. Ini menyusul perluasan areal pabrik sebuah perusahaan di Grujugan, yang mengancam peninggalan purbakala.

Beberapa benda arkeologi bahkan ada yang rusak akibat proses pengurukan tanah untuk perluasan pabrik tersebut. Mendapati hal tersebut, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur turun langsung ke kawasan purbakala Grujugan untuk melakukan peninjauan.

“Jelas-jelas ada kesalahan, karena itu dalam waktu dekat kita akan adakan pertemuan dengan pihak PT Indah Karya Plywood. Mungkin Kamis besok,” ujar Endang Prasanti, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Dinas kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur usai meninjau langsung ke areal yang berjarak beberapa meter dari Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB) tersebut. Kunjungan itu juga didampingi Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso Harimas.

Endang melanjutkan, sesuai undang-undang, kegiatan memindahkan benda purbakala tanpa izin yang sah adalah pelanggaran hukum dan ada ancaman pidananya. Namun, TACB memilih untuk menempuh jalur mediasi untuk mendapatkan solusi terbaik. “Intinya bukan pada proses hukum, tetapi bagaimana kita bisa melestarikan benda cagar budaya,” jelas Endang.

Diakui Endang, kawasan tersebut secara Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) adalah masuk kawasan industri. Tetapi di sisi lain, kawasan di Grujugan itu juga ditetapkan sebagai areal situs cagar budaya, yang tidak diperbolehkan seenaknya memindahkan benda purbakala. “Kawasan industri di Bondowoso kan ada banyak, tidak hanya di sini. Sedangkan kawasan megalitikum cuma ada di sini. Karena itu, untuk mendapatkan solusinya, kita perlu duduk bersama dengan banyak pihak, termasuk instansi pemerintah yang terkait,” ujarnya.

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Status Bondowoso yang dijuluki sebagai surganya peninggalan megalitikum terancam tercoreng. Ini menyusul perluasan areal pabrik sebuah perusahaan di Grujugan, yang mengancam peninggalan purbakala.

Beberapa benda arkeologi bahkan ada yang rusak akibat proses pengurukan tanah untuk perluasan pabrik tersebut. Mendapati hal tersebut, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur turun langsung ke kawasan purbakala Grujugan untuk melakukan peninjauan.

“Jelas-jelas ada kesalahan, karena itu dalam waktu dekat kita akan adakan pertemuan dengan pihak PT Indah Karya Plywood. Mungkin Kamis besok,” ujar Endang Prasanti, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Dinas kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur usai meninjau langsung ke areal yang berjarak beberapa meter dari Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB) tersebut. Kunjungan itu juga didampingi Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso Harimas.

Endang melanjutkan, sesuai undang-undang, kegiatan memindahkan benda purbakala tanpa izin yang sah adalah pelanggaran hukum dan ada ancaman pidananya. Namun, TACB memilih untuk menempuh jalur mediasi untuk mendapatkan solusi terbaik. “Intinya bukan pada proses hukum, tetapi bagaimana kita bisa melestarikan benda cagar budaya,” jelas Endang.

Diakui Endang, kawasan tersebut secara Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) adalah masuk kawasan industri. Tetapi di sisi lain, kawasan di Grujugan itu juga ditetapkan sebagai areal situs cagar budaya, yang tidak diperbolehkan seenaknya memindahkan benda purbakala. “Kawasan industri di Bondowoso kan ada banyak, tidak hanya di sini. Sedangkan kawasan megalitikum cuma ada di sini. Karena itu, untuk mendapatkan solusinya, kita perlu duduk bersama dengan banyak pihak, termasuk instansi pemerintah yang terkait,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/