alexametrics
26.7 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Anggap Hacker Masih Belajar, tapi Semua Situs OPD Bondowoso Diretas

Mobile_AP_Rectangle 1

Beruntung, serangan itu hanya merusak halaman website dan tidak bisa diakses. “Tidak sampai merusak data penting di dalamnya,” terang Jazuli kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin, (13/4). Menurut Jazuli, website seluruh OPD Pemkab Bondowoso yang diretas tersebut masih dikategorikan ringan. Dirinya menyebut pelaku masih belajar.

Jazuli menjelaskan, hingga kemarin (13/4), belum ada kejelasan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) terkait pelaku peretasan tersebut. Pihaknya mengatakan, pembobol tersebut berasal dari luar negeri. “Karena memakai VPN (virtual private network, Red) luar Indonesia. Tapi, saya yakin pelakunya pasti orang Indonesia,” terangnya.

Pihaknya telah memutus akses semua internet sebagai antisipasi terjadinya serangan yang lebih besar. “Akses saya putus, tinggal menunggu perbaikan dari server,” ujar Jazuli. Sayangnya, dirinya belum bisa memastikan kapan persoalan tersebut selesai. (mg5/c2/dwi)

- Advertisement -

Beruntung, serangan itu hanya merusak halaman website dan tidak bisa diakses. “Tidak sampai merusak data penting di dalamnya,” terang Jazuli kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin, (13/4). Menurut Jazuli, website seluruh OPD Pemkab Bondowoso yang diretas tersebut masih dikategorikan ringan. Dirinya menyebut pelaku masih belajar.

Jazuli menjelaskan, hingga kemarin (13/4), belum ada kejelasan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) terkait pelaku peretasan tersebut. Pihaknya mengatakan, pembobol tersebut berasal dari luar negeri. “Karena memakai VPN (virtual private network, Red) luar Indonesia. Tapi, saya yakin pelakunya pasti orang Indonesia,” terangnya.

Pihaknya telah memutus akses semua internet sebagai antisipasi terjadinya serangan yang lebih besar. “Akses saya putus, tinggal menunggu perbaikan dari server,” ujar Jazuli. Sayangnya, dirinya belum bisa memastikan kapan persoalan tersebut selesai. (mg5/c2/dwi)

Beruntung, serangan itu hanya merusak halaman website dan tidak bisa diakses. “Tidak sampai merusak data penting di dalamnya,” terang Jazuli kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin, (13/4). Menurut Jazuli, website seluruh OPD Pemkab Bondowoso yang diretas tersebut masih dikategorikan ringan. Dirinya menyebut pelaku masih belajar.

Jazuli menjelaskan, hingga kemarin (13/4), belum ada kejelasan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) terkait pelaku peretasan tersebut. Pihaknya mengatakan, pembobol tersebut berasal dari luar negeri. “Karena memakai VPN (virtual private network, Red) luar Indonesia. Tapi, saya yakin pelakunya pasti orang Indonesia,” terangnya.

Pihaknya telah memutus akses semua internet sebagai antisipasi terjadinya serangan yang lebih besar. “Akses saya putus, tinggal menunggu perbaikan dari server,” ujar Jazuli. Sayangnya, dirinya belum bisa memastikan kapan persoalan tersebut selesai. (mg5/c2/dwi)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/