alexametrics
24.3 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Tak Bisa Lanjutkan Teliti Tengkorak

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Identifikasi penemuan kerangka tengkorak manusia pada kubur bilik batu di Dusun Kecik, Desa Lojajar, Kecamatan Tenggarang, itu sepertinya tak bisa dilanjutkan. Sebab, temuan tengkorak dari Wasit, sang pemilik lahan, sudah dikubur kembali.

“Sudah saya kubur lagi di pemakaman umum. Ada sekitar tiga tengkorak. Tapi bentuknya sudah tidak utuh lagi,” kata Wasit kepada Jawa Pos Radar Ijen, ketika ditemui di kediamannya.

Heri Kusdaryanto pun menyayangkan penemuan kerangka manusia itu tidak segera dilaporkan kepada pihak terkait, namun justru dikubur kembali. “Tidak ada laporan ketika ada temuan tengkorak. Sehingga kami tidak bisa identifikasi temuan itu lebih jauh lagi,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menambahkan, kerangka manusia temuan itu tetap akan sulit untuk dites karbon atau semacamnya. “Tetap susah kalau diuji tes karbon. Karena sudah terkontaminasi atau bersentuhan langsung dengan tangan manusia. Sebenarnya kalau menemukan semacam tengkorak seperti itu harus segera melaporkan,” beber Heri.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Identifikasi penemuan kerangka tengkorak manusia pada kubur bilik batu di Dusun Kecik, Desa Lojajar, Kecamatan Tenggarang, itu sepertinya tak bisa dilanjutkan. Sebab, temuan tengkorak dari Wasit, sang pemilik lahan, sudah dikubur kembali.

“Sudah saya kubur lagi di pemakaman umum. Ada sekitar tiga tengkorak. Tapi bentuknya sudah tidak utuh lagi,” kata Wasit kepada Jawa Pos Radar Ijen, ketika ditemui di kediamannya.

Heri Kusdaryanto pun menyayangkan penemuan kerangka manusia itu tidak segera dilaporkan kepada pihak terkait, namun justru dikubur kembali. “Tidak ada laporan ketika ada temuan tengkorak. Sehingga kami tidak bisa identifikasi temuan itu lebih jauh lagi,” ujarnya.

Dia menambahkan, kerangka manusia temuan itu tetap akan sulit untuk dites karbon atau semacamnya. “Tetap susah kalau diuji tes karbon. Karena sudah terkontaminasi atau bersentuhan langsung dengan tangan manusia. Sebenarnya kalau menemukan semacam tengkorak seperti itu harus segera melaporkan,” beber Heri.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Identifikasi penemuan kerangka tengkorak manusia pada kubur bilik batu di Dusun Kecik, Desa Lojajar, Kecamatan Tenggarang, itu sepertinya tak bisa dilanjutkan. Sebab, temuan tengkorak dari Wasit, sang pemilik lahan, sudah dikubur kembali.

“Sudah saya kubur lagi di pemakaman umum. Ada sekitar tiga tengkorak. Tapi bentuknya sudah tidak utuh lagi,” kata Wasit kepada Jawa Pos Radar Ijen, ketika ditemui di kediamannya.

Heri Kusdaryanto pun menyayangkan penemuan kerangka manusia itu tidak segera dilaporkan kepada pihak terkait, namun justru dikubur kembali. “Tidak ada laporan ketika ada temuan tengkorak. Sehingga kami tidak bisa identifikasi temuan itu lebih jauh lagi,” ujarnya.

Dia menambahkan, kerangka manusia temuan itu tetap akan sulit untuk dites karbon atau semacamnya. “Tetap susah kalau diuji tes karbon. Karena sudah terkontaminasi atau bersentuhan langsung dengan tangan manusia. Sebenarnya kalau menemukan semacam tengkorak seperti itu harus segera melaporkan,” beber Heri.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/